Bimbing Aku Istriku

Bimbing Aku Istriku
Ungkapan cinta


__ADS_3

1 bulan kemudian.


Setelah acara pesta penyerahan perusahaan, Daniel kini lebih sering ke kantor pagi-pagi dan akan pulang di sore hari. Ada banyak pekerjaan yang harus ia urus meski terkadang ia memilih bermalas-malasan. Karena Daniel sudah mengambil alih seluruh perusahaan beserta cabang-cabangnya, maka Malik tidak bekerja lagi. Ia memilih menikmati hari tua bersama sang istri sembari terus berdoa semoga kebahagiaan selalu menyertai mereka.


Pagi ini mereka sedang sarapan, Daniel menyantap nasi goreng buatan istrinya dengan lahap. Tapi, tidak dengan Zahra yang tampak tak berselera.


"Apa makanannya tidak enak, sayang?" tanya Daniel menatap istrinya yang hanya memainkan sendok di piring saja.


"Tidak berselera," jawab Zahra lusuh.


"Umi akan minta pelayan untuk membuatkan makanan yang kau inginkan," ucap Aisyah langsung di jawab oleh Zahra.


"Tidak perlu, Umi. Zahra tidak lapar, Zahra hanya mengantuk saja." Zahra mengucek matanya yang tampak sayu. "Hubby, Aku ke kamar dulu yah, mari semuanya." Pamit Zahra berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamar.


"Apa kalian bertengkar?" tanya Malik pada putranya.


"Tidak," jawab Daniel cepat sembari mengambil air minum.


"Lalu mengapa istri mu jadi seperti itu?" tanya Malik.


"Mungkin hamil," jawab Daniel spontan membuat Malik tersedak lalu berdiri dari duduknya. "Daniel ke atas yah, Abi, Umi." Daniel berpamitan laku berjalan menuju kamar.


"Apa Zahra hamil?" tanya Malik pada istrinya.


"Tapi, Zahra tidak muntah-muntah."


Kedua insan itu hanya saling menatap lalu melanjutkan sarapannya.


Di dalam kamar, Daniel masuk dan menatap istrinya yang tampak berbaring di atas ranjang. Ia berjalan menghampiri istrinya duduk di bibir ranjang lalu membelai rambut istrinya.


"Apa ada yang sakit?" tanya Daniel lembut. Tampak Zahra menggeleng pelan.


"Honey, jangan begini. Katakan saja bila ada yang sakit atau tidak nyaman," ucap Daniel khawatir melihat keadaan istrinya.


Mata Zahra terbuka pelan menatap bola mata suaminya yang berwarna hitam.


"Hubby pergi kerja yah?"


"Iya, hari ini ada rapat jam 9, tapi sebelum pergi rapat aku pergi ke klinik dokter Setya," jawab Daniel sesekali mengecup kening istrinya.


"Jangan pergi," rengek Zahra manja.


"Kenapa?"


"Pokoknya jangan pergi," tangis Zahra membuat Daniel menjadi bingung.


"Sayang, mengapa kau menangis? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Daniel.


"Hubby selalu saja pergi kerja dan sangat sibuk. Tidak ada waktu luang untukku," rengek Zahra membuat Daniel terkekeh geli.


"Jadi, kau ingin kita jalan-jalan atau pergi kemana atau hanya di kasur."


"Semuanya, aku ingin semuanya. Jangan pergi kerja, di sini saja. Aku mau tidur sembari di peluk," pinta Zahra manja.


"Bagaimana kalau honey ikut ke kantor saja. Hari ini ada rapat yang sangat penting. Jadi, tidak bisa di tunda," tawar Daniel.


"Baiklah," jawab Zahra antusias dan langsung bangun dari baringnya.


"Kita pakai baju senada yah," pinta Zahra. Daniel mengangguk tersenyum melihat antusias istrinya.


"Aku akan meminta pak Lim untuk menyiapkan bekal. Honey belum sarapan tadi," ucap Daniel menghubungi pak Lim lewat ponselnya.


Zahra pergi ke ruang ganti untuk memakai pakaian yang senada dengan suaminya.


Setelah selesai berpakaian, Daniel menggenggam tangan Zahra lalu berjalan bersama turun ke bawah.

__ADS_1


"Tuan, ini bekalnya." Pak Lim memberikan kotak bekal pada Daniel.


"Terimakasih," ucap Daniel tersenyum hangat.


"Sama-sama, tuan."


Daniel dan Zahra pun berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan oleh supir pribadi Daniel. Mereka berdua masuk ke dalam mobil lalu mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.


Sebelum ke kantor pastinya Daniel ke klinik terlebih dahulu, di dalam mobil Zahra tampak sedang menyantap sarapannya.


Setelah beberapa menit akhirnya mobil pun sampai di klinik milik dokter Setya.


"Assalamu'alaikum," ucap Daniel dan Zahra memberi salam.


"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, silahkan masuk." Dokter muda itu langsung menyambut tamu nya.


Daniel memulai Konsul nya sedangkan Zahra duduk menunggu di ruang tunggu sembari mengecek ponsel Daniel.


Sepertinya aku harus merazia ponsel hubby setiap Minggu. Banyak sekali kontak wanita yang di blokir. Batin Zahra melihat daftar kontak yang di blokir. Kebanyakan kontrak adalah kontak wanita dan di lihat dari foto profilnya mereka seperti wanita penggoda.


Setelah satu jam lebih, akhirnya Daniel pun keluar dari ruang Konsul nya. Ia menghampiri istrinya yang tampak sedang mengkotak-katik ponselnya.


"Honey," panggil Daniel kemudian duduk di samping istrinya diikuti oleh dokter Setya yang ikut duduk di sofa sebelahnya.


Zahra yang baru saja menyadari kedatangan Daniel langsung mengalihkan pandangannya dari ponsel.


"Sudah siap?" tanya Zahra.


"Sudah, ayo kita ke kantor." Zahra mengangguk.


Sepasang suami istri itu pun berpamitan pada dokter Setya lalu melanjutkan perjalanan menuju kantor.


Di dalam mobil.


"Cepat sekali setuju nya," tutur Zahra bingung.


"Memangnya apa yang harus di sembunyikan, honey? Kalau honey ingin merazia ponselku setiap hari pun tidak masalah," ucap Daniel tersenyum manis.


"Tapi tadi aku lihat di daftar blokir itu banyak sekali kontak wanita. Mengapa banyak sekali? Mengapa di blokir? Apa Hubby Ingin menyembunyikan sesuatu dari ku?" selidik Zahra membuat Daniel tertawa kecil mendengar celotehan istrinya.


"Kau cemburu?" tanya Daniel mendekatkan wajahnya. Hanya tinggal beberapa centi saja jarak wajah mereka. Hal itu membuat jantung Zahra berdetak kencang.


"Iya Hubby," Jawab Zahra spontan membuat pipi Daniel memerah lalu tertawa dengan lepas.


"Kenapa cemburu, sayang?" tanya Daniel semakin mendekatkan wajahnya.


"Yah, karena Hubby suami ku. Kalau bukan suami mana ada cemburu," jawab Zahra mencoba rileks.


"Hanya itu?" tanya Daniel mengharapkan jawaban yang lebih.


"Hmmm... Apa lagi yah? Karena....


"Karena?" tanya Daniel mendesak.


"Aku.."


"Iya, honey." Daniel sudah tidak sabar.


"Mencintai, Hubby hehehehe."


Deg


Deg


Deg

__ADS_1


Jantung Daniel serasa terpompa dengan kencang, ia memeluk istrinya lalu mengecup seluruh wajah istrinya.


"Hubby, ada orang." Zahra merasa malu karena ialah yang pertama kali menyatakan cinta. Tapi, tak apa. Toh dia memang jatuh cinta pada suaminya. Terserah jika suaminya membalas cintanya atau tidak.


"Biar saja, aku sangat senang hari ini." Daniel tak henti-hentinya mengecupi bibir Zahra membuat pak supir cengengesan di sana.


"Hubby."


"Iya sayang."


"Apa Hubby juga mencintai ku?" tanya Zahra sedikit ragu.


"Menurut mu?" tanya Daniel balik sembari tersenyum penuh makna.


"Tidak tahu."


"Dengarkan aku baik-baik." Daniel menatap mata Zahra dengan lekat begitu juga dengan istrinya.


"Sebelum kau mencintaiku, aku sudah lebih dulu mencintai mu. Aku mencintaimu, istriku yang pendek dan juga pesek."


Deg.


Bagaikan menang lotre, Zahra ingin berteriak dan meloncat. Ini sangat membahagiakan. Meski di akhir kata suaminya ada sedikit penghinaan.


"Aku ingin memeluk mu, Hubby."


"Kan kita memang sedang berpelukan," jawab Daniel membuat Zahra semakin salah tingkah.


"Aku mencintaimu, Zahra istriku."


"Aku juga mencintaimu, Hubby cerewet."


Jadi rindu istri. Batin pak supir


...****************...


Hai² readers..


Gimana kabarnya?


semoga baik-baik saja yah.


Terimakasih sudah setia menunggu up dari bang Daniel.


Author tidak up kemarin karena author sedang beres-beres untuk keperluan berangkat.


Nah, author tulis ini di dalam kapal. Maaf yah agak menyimpang atau apalah itu. Sebab author pusing 🤭


Oleng.


Nah, besok nya author gak jamin up sebab author harus beres-beres lagi. Dan juga belanja keperluan. Setelah itu istirahat.


Mohon di maklumi yah.


Salam hangat dari author 🥰


Jangan lupa like komen vote dan juga hadiah nya.


Jangan lupa join grup chat author agar jika ada informasi kalian bisa tahu.


Kata kuncinya: Assalamu'alaikum Dede author.


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.

__ADS_1


__ADS_2