Bimbing Aku Istriku

Bimbing Aku Istriku
Jebakan


__ADS_3

Jika di villa sekarang hujan dan bagi dua insan adalah malam yang hangat, maka berbeda pula situasi nya di kediaman Raymond. Sebagian orang masih terjaga karena ini masih pukul 10 malam.


Dokter Setya yang duduk di sofa ruang tengah sibuk membaca isi laptopnya yang menjelaskan keadaan Daniel sekarang.


Di sisi lain seseorang tampak mengintip ke ruang tengah seperti menunggu orang lain untuk keluar dari lantai atas. Ia terus memandangi tangga yang sedari tadi tidak di turuni targetnya. Menurut bisik-bisik pelayan orang yang ia tunggu untuk turun dari lantai atas sedang berpergian, tapi apakah itu benar? Ia akan membuktikan nya langsung. Jika benar targetnya sedang tidak ada di rumah maka ia harus menunggu sebentar.


"Kakak ipar." Terdengar suara dokter Setya dari ruang tengah. Orang itu langsung menajamkan pendengaran dan penglihatannya. Di sana dokter Setya tampak menyapa wanita yang baru saja turun dari tangga.


Kakak ipar? Dokter itu memanggilnya kakak ipar. Itu berarti dia adalah gadis itu. Hmmm, jadi dia tidak pergi.


"Anda ingin kemana, kak?" tanya dokter Setya.


"Ke dapur," jawab wanita itu dengan pelan dan tentunya dokter Setya tidak bisa mendengar suara itu karena sangat pelan, namun karena dia lah yang menyusun dialog maka dia sudah tahu apa jawaban dari wanita yang ada di hadapannya. Wanita itu tampak menutup mulutnya dengan jilbabnya.


"Mengapa kakak menutup mulut?" tanya dokter Setya sedikit membesarkan suaranya.


"Hidung ku bengkak," jawab wanita itu.


"Oh, cepat sembuh. Silahkan lanjutkan ke dapur nya," ucap dokter Setya mengambil laptopnya lalu pergi dari ruang tengah.


Wanita penyamar itu pun berjalan menuju dapur membuat si penguntit tersenyum smirk. Orang itu pun meninggalkan tempatnya karena tempat yang sebenarnya adalah di dapur.


Tampak wanita penyamar menjadi Zahra masuk ke dapur lalu berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil buah. Mata Zahra palsu itu terus saja menoleh kesana-kemari.


Klik


Lampu padam dan suara pintu tertutup, Zahra palsu langsung menempelkan punggungnya di depan pintu freezer. Matanya lincah mencari keberadaan seseorang.


"Hihihihi, kau datang lagi, sayang ku." Suara tawa menggema di dalam dapur kedap suara. Zahra palsu pun memasang kuda-kuda siaga. Apakah benar yang tertawa ini hantu?


"Kau berani juga yah! Ku kira kau sudah menjadi gila, sayang ku. Hahahahaha." Tawa itu menggema dari berbagai sisi membuat Zahra palsu merinding tapi tidak takut.


"Kau akan mati!" Sebuah wajah di hadapannya tiba-tiba saja bersinar menampilkan tampilan wajah yang mengerikan dengan cepat Zahra palsu memberikan satu bogeman di wajah hantu itu. Sontak hantu itu menjerit kesakitan dan tubuhnya terjatuh di lantai.


Klik.


Lampu kembali hidup dan Zahra palsu langsung menarik hantu sialan itu keluar dari dapur. Ia menarik hantu rambut panjang dan juga daster putih serta wajah penuh luka dan darah palsu.


Lengah! Zahra palsu sedikit lengah dan tak sadar kalau hantu itu melemparkan belati ke arahnya dan alhasil belati itu menancap di lengan Zahra palsu.


"Kau mau mati!" bentak Zahra palsu dengan suara baritonnya. Dia menarik belati itu lalu menarik kasar kaki si hantu dan menghempaskan nya ke dinding.

__ADS_1


Hantu itu tampak terbelalak kaget melihat wajah wanita yang di kiranya adalah Zahra.


Mengapa gadis itu berkumis?


Ternyata dia bukan wanita karena dia berkumis.


Dia adalah tuan besar Malik yang menyamar menjadi Zahra.


Hantu itu berkeringat karena kali ini ia salah jalan. Seharusnya ia mendengarkan dan membenarkan perkataan pelayan bahwa mangsanya pergi hari ini.


Dokter Setya datang bersama pak Lim, Dion dan juga Rian. Dion tampak membawa tali tambang lalu bergerak cepat bersama Rian mengikat hantu jadi-jadian itu.


"Bawa dia ke ruang bawah tanah!" titah Malik melepas jilbab besarnya. Setya terkekeh geli melihat Malik yang menggunakan gamis istrinya dan juga jilbab besar milik Umi Aisyah.


Ide yang begitu keren bukan? Pikir dokter Setya bangga.


Flashback on


Ketiga pria itu saling memandang setelah mendengarkan ide dari dokter Setya.


"Kau tidak sedang bercanda kan, Setya?" tanya Malik meminta kejelasan dari ide dokter muda itu.


"Apa wajah ku terlihat sedang bercanda, paman?"


"Kita harus membuat sebuah jebakan untuk menangkap pelaku bejat itu. Pastinya kalau pelaku itu melihat kakak ipar masih berkeliaran dia akan mengganggu kakak ipar seperti kejadian kemaren malam. Oleh karena itu, kita butuh seseorang untuk menyamar menjadi kakak ipar," papar Setya.


"Jadi, siapa yang akan menyamar menjadi kakak ipar?" tanya Rian.


"Mungkin Tante Aisyah," tebak Dion mendapatkan respon cepat dari Malik.


"Ck, ck. Mana mungkin kita mengorbankan bibi, nanti nyawa kita melayang semuanya bersamaan dengan nyawa pelaku itu," ucap dokter Setya tersenyum meledek.


"Lalu siapa yang akan menyamar?" tanya Dion.


"Kita membutuhkan orang yang kuat dan juga sigap. Kalau kita meminta bantuan bibi, maka kita akan gagal. Yang ada bibi nanti akan terluka, tapi kalian tenang saja. Kalau tidak ada bibi masih ada paman di sini," jelas dokter Setya membuat ketiganya saling menatap.


"Paman? Apa yang akan di lakukan paman?" tanya Rian.


"Tentu saja paman harus menyamar menjadi kakak ipar. Kalau nanti pelaku itu muncul dan mendekati paman, maka dengan cepat paman hadiahi dia dengan bogeman dari paman," papar dokter Setya.


"Aku tidak setuju! Mengapa tidak kalian saja yang menyamar!" tegas Malik.

__ADS_1


"Apa paman rela kami memakai pakaian bibi? Kalau paman rela biarkan Dion yang menyamar," ledek dokter Setya.


"Mengapa harus aku?" tanya Dion kesal.


"Karena kau kan gemulai," ledek Rian.


Malik berdecak kesal. Ia tak mungkin mengizinkan laki-laki lain menggunakan pakaian istrinya. Kalau di beli yang baru pasti akan ribet dan lama.


Malik menghela nafas panjang," baiklah."


Dokter Setya tersenyum puas karena Malik menyetujui ide nya itu.


Setelah shalat isya, Malik diam-diam masuk ke ruang ganti dan mengambil satu gamis istrinya dan juga jilbab. Dia tidak boleh ketahuan karena ini sangat memalukan.


Setelah mendapatkan apa yang ia mau, Malik dan yang lainnya menunggu hingga jam 10 malam. Jam di mana Zahra mengalami hal yang mengerikan itu.


Semua penghuni rumah sudah tertidur namun ada sebagian yang masih terjaga, di ruang kerja Malik. Ketiga pria yang bersamanya mati-matian menahan tawa melihat penampilan sang singa itu.


Menggunakan gamis yang besar namun singkat karena postur tubuh Aisyah itu pendek, lalu jilbab yang besar.


"Paman, cukur saja kumis paman itu. Paman sangat cocok menggunakan pakaian ini," ledek dokter Setya yang tertawa lepas. Malik menatap tajam pada ketiga pria itu namun di abaikan. Ia hanya menghela nafas berat, ini hanya sebentar tidak akan lama. Setelah ini ia akan kembali menjadi dirinya yang dulu.


Flashback off


_


_


_


_


_


_


Malam ini author akan melakukan perjalanan laut,besok pagi author melakukan perjalanan darat. malam nya lagi author melakukan perjalanan laut lagi, paginya perjalanan darat. cuti sehari baru author up lagi yah🥰🥰


Jangan lupa like, komen, dan juga vote yah. Kan gratis gak pakai koin. Jadi beti author dukungan yah🥰🥰


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah

__ADS_1


tbc


__ADS_2