Bimbing Aku Istriku

Bimbing Aku Istriku
Drama yang gagal


__ADS_3

Silvi mencoba merapikan kembali gaunnya, ia membasuh wajahnya lalu memakai make up untuk menutupi luka di wajahnya. Ia melihat lengannya yang memar karena di injak dengan kuat tadinya.


"Siapa laki-laki itu? Mengapa anak pelacur itu bisa mengenal nya?"


Silvi meringis ketika ia mengoleskan lipstik di bibirnya yang robek.


"Tunggu dulu. Bukankah dengan luka ini aku bisa mengambil simpati? Kami adalah tamu undangan dan pastinya anak jalang itu juga tamu di sini, begitu juga dengan laki-laki itu. Aku bisa membuat sebuah drama di pesta ini dan mati kita lihat siapa yang akan menjadi pemeran utama di malam ini." Silvi tersenyum menyeringai lalu kembali membersihkan make up nya. Biar saja orang-orang melihat wajah babak-belur nya itu.


"Aku akan membalas mu, Zahra! Kau akan di permalukan malam ini bersama pria itu!" tekan Silvi menaruh dendam sekujur tubuh segenap jiwa dan raga pada Zahra.


"Laki-laki itu, aku tidak terlalu jelas melihat wajahnya. Hah! Semoga saja kau tidak tampan, tapi kalau kau tampan aku akan memberikan toleransi. Yah, setidaknya menjadi simpanan ku." Dengan percaya diri gadis itu berjalan keluar dari kamar mandi menuju ruang pesta.


Ia sedikit mengintip ke arah ruangan yang sudah di penuhi tamu. Sepertinya acara akan segera di mulai. Ia mencari-cari keberadaan tuan besar Raymond yaitu Malik dan juga istrinya.


"Dapat. Target telah di temukan," ucap Silvi memantapkan diri.


"Kemana gadis itu?" tanya Silvi mencari keberadaan Zahra. Tak mungkin ia berakting tapi mangsa tidak ada di dekatnya.


Senyuman Silvi mengembang ketika melihat di ujung sana ada mangsa yang baru saja masuk ke ruangan.


"Cih, lihatlah pakaiannya itu. Akan ku buat kau tidak bisa memakai pakaian mahal seperti malam ini, jalang!"


Silvi pun berjalan tergesa-gesa sembari meneteskan air mata palsunya. Orang-orang mulai menatapnya dengan tatapan bingung serta penasaran.


"Tolong... Tolong..."


Semua tiba-tiba saja panik melihat wajah Silvi dan juga bekas memar di tangan gadis itu. Beragam pertanyaan mulai memenuhi otak para tamu.


Lia dan Zaki yang melihat putrinya terluka langsung mendekat karena khawatir.


"Ada apa, nona?" tanya Aisyah mendekat ke arah Silvi begitu juga dengan Malik. Mengapa bisa ada kekacauan di pesta putranya, padahal ia sudah mengantisipasi semuanya.


"Tolong, nyonya. Seseorang menyiksa ku tadi," tangis Silvi membuat tamu-tamu mulai berbisik-bisik.


"Siapa itu, nona? Katakan padaku!" desak Malik.


Silvi tersenyum penuh kemenangan di dalam hati karena orang-orang mulai fokus dan percaya padanya.


Silvi menatap ke arah Zahra yang berdiri di antara tamu, ia menunjuk ke arah Zahra membuat perhatian para tamu tertuju pada wanita yang terlihat bingung itu.


"Dia! Dia menyiksa ku," tuduh Silvi sembari menangis pilu.


Malik menatap Zahra menantunya yang terlihat bingung, ia juga menjadi bingung dengan situasi ini. Mana mungkin menantunya bisa menganiaya orang lain sedangkan menantunya itu adalah wanita penuh lemah lembut.


"Dia mengancam akan membunuhku jika aku tidak pergi dari pesta ini. Dia menggunakan kekuasaan suaminya untuk menganiaya ku," tangis Silvi bersimpuh di lantai.

__ADS_1


"Putri ku yang malang, kau adalah gadis yang baik tapi ternyata ada orang lain yang begitu membenci mu. Betapa malangnya kau, putri ku." Lia memainkan perannya setelah menelisik kejadian mendadak ini.


Orang-orang mulai berbisik-bisik sembari menatap merendahkan ke arah Zahra.


"Apa anda punya bukti?" tanya Malik.


Mendengarkan pertanyan dari Malik sontak Silvi menjadi gelagapan. Jika ia mengatakan buktinya ada di cctv maka, kebenaran akan terbongkar.


"Mengapa anda diam, nona? Apa anda sedang bersandiwara?" selidik Aisyah.


"Ti-tidak, Nyonya, Tuan. Aku tidak berbohong ataupun bersandiwara. Aku bersungguh-sungguh, wanita ini sudah melukai ku," kilah Silvi.


"Zahra, kemari sayang." Aisyah memanggil menantunya itu membuat Silvi menjadi bingung. Mengapa keluarga Raymond mengenal Zahra? Sekaya apa suaminya sehingga wanita itu bisa bergaul dengan orang sekelas keluarga Raymond.


Zahra pun berjalan mendekat ke arah Aisyah, langkah kakinya tak luput dari perhatian Ruby yang kini tengah tersenyum puas melihat drama yang ada di hadapannya.


"Iya, Umi." Zahra sudah tiba di samping Aisyah.


Umi?


Beberapa tamu mulai berbisik-bisik sebenarnya apa yang terjadi? Adegan ini semakin mengasyikkan saja untuk di saksikan.


"Coba jelaskan apa yang terjadi," seru Aisyah.


"Hah, dia datang dan memanggil Zahra dengan sebutan anak pelacur. Lalu tangan kotornya itu dengan lancang menampar wajah, istriku!" sela Daniel yang baru saja tiba di ruangan. Semua orang kini berpusat pada Daniel yang baru saja datang.


"Ti-tidak, itu bohong. Aku tidak menamparnya, sebaliknya kalianlah yang menganiaya ku. Lihat ini," kilah Silvi sembari menunjukkan luka di wajah dan tangannya.


"Itu belum seberapa dengan apa yang kau lakukan pada istriku! Seharusnya kau mati!" tekan Daniel membuat orang-orang merinding.


"Tuan dan nyonya tolong percayalah, mana mungkin putri saya berbohong. Lihatlah luka-luka di tubuhnya, di sini kita tahu siapa yang dianiaya," sela Lia mencoba membela anaknya.


"Keamanan!" teriak Daniel. Beberapa scurity langsung datang menghadap Daniel.


"Seret keluarga sampah ini keluar! Jangan biarkan mereka menginjakkan kaki mereka sejengkal pun di sini!" titah Daniel. Dengan sigap para scurity itu menyeret Silvi, Lia, Zaki dan juga Nonik secara paksa keluar dari ruangan.


"Tuan, apa salah kami? Kami yang teraniaya tapi mengapa kami yang di usir. Usir saja anak pelacur itu!" teriak Silvi mencoba memberontak.


Mendengar kata pelacur dengan kasar Malik menampar wajah Silvi membuat orang-orang terperangah.


"Berani sekali kau menghina menantu keluarga Raymond! Sepertinya keluarga kecil kalian harus di beri pelajaran!" tekan Malik menatap tajam pada keempat orang itu.


Apa menantu keluarga Raymond?


Mendadak ke empat orang itu menjadi gugup serta kebingungan.

__ADS_1


"Tuan besar, maafkan putri saya. Dia memang sudah gila, maafkan kami." Zaki mencoba memohon agar Malik menarik ucapan nya tentang di berikan pelajaran.


"Ayah, Silvi tidak gila. Gadis murahan itu yang gila!" teriak Silvi.


Plak!


Satu tamparan lagi mendarat di wajah gadis itu. Silvi meringis kesakitan ketika wajahnya tak henti-hentinya mendapatkan tamparan.


"Bawa mereka pergi dari sini!" titah Malik.


Para cecunguk itu pun di tarik paksa keluar dari ruangan. Malik memijit-mijit pelipis nya karena acaranya menjadi berantakan.


"Abi, maaf." Zahra menundukkan kepalanya merasa bersalah atas kekacauan di pesta keluarga suaminya.


Malik menatap menantunya yang tertunduk lalu menghela nafas panjang.


"Tidak apa-apa, ini bukan salahmu." Malik menyentuh kepala Zahra seperti ayah dan anak gadisnya membuat orang-orang iri karena Zahra gadis beruntung yang bisa mendapatkan kasih sayang seorang Malik.


_


_


_


_


_


_


_


Gak bisa up 2 eps yah.. di tempat author sedang ada petir sama kilat😥 takut main hp..


semoga di maklumi.


Oh ya guys, untuk konflik kalian tenang aja yah. Ini cerita gak ada kok pelakor nya.. Memang sih ada beberapa wanita yang berniat menjadi pelakor, tapi langsung di gagalkan oleh dede author 🤣


Masalah konflik, ini seperti novel MIMSM. Konfliknya lebih ke Action, bukan pelakor ataupun penghianatan ataupun kesalahan pahaman.


Jangan lupa like komen dan juga vote serta hadiah yah.


oh ya, kalian udah update apk noveltoon belum? nah, bagi yang mau vote harus update dulu yah.. jika tidak update vote yang teman-teman berikan itu tidak akan di hitung.


Terimakasih

__ADS_1


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.


__ADS_2