Bimbing Aku Istriku

Bimbing Aku Istriku
Hilang.


__ADS_3

Dengan penuh siasat akhirnya Zahra bisa keluar dari mansion sendirian. Jangan tanya bagaimana, tentu saja dengan menggunakan nama suaminya.


Ia berdalih bahwa Daniel memintanya pergi ke klinik dokter Setya hanya dengan naik taksi saja. Dan yah, para penjaga dengan bodohnya mengiyakan lalu membiarkan Zahra pergi.


Tidak mungkin kan nona mereka berbohong. Nona mereka kan seorang wanita yang baik hati dan jujur, mereka sangat percaya dengan perkataan nona muda mereka.


Tapi jangan sangka hanya karena nona muda mereka mengatakan bahwa tuan muda lah yang meminta, maka mereka akan lepas tangan. Tentunya mereka akan mengawasi dari jarak jauh hingga nona mereka bertemu dengan tuan muda.


Kembali ke Zahra. Wanita itu sudah berada di dalam taksi. Dengan perasaan cemas ia terus berdoa agar ibu nya baik-baik saja.


Ia terus menghubungi nomor ibunya namun tidak aktif, ia takut ibunya akan di bawa pergi oleh pria yang menerima panggilannya tadi.


Setelah beberapa menit, taksi pun berhenti di depan rumah Zahra. Sunyi, itulah keadaan rumah. Dengan tergesa-gesa ia berjalan menuju rumah untuk mencari ibunya.


"Assalamu'alaikum, ibu! Ibu!" teriak Zahra masuk ke dalam rumah. Ia berlari menuju kamar sang ibu namun tidak ada ibunya di sana.


Ia melihat jam ponselnya, ia tidak telat bahkan ia datang dengan cepat. Mengapa ibunya tidak ada di rumah. Apa itu hanya candaan saja.


Ia pun berjalan menuju dapur. "Ibu, ibu dimana?"


Tap


Tap


Tap


Suara langkah kaki terdengar membuat wanita membalikkan badannya, namun sebuah tangan menutup mulutnya membuat Zahra memberontak. Tidak bertahan lama, mata Zahra terpejam dan tubuhnya terkulai lemas.


"Bagus, bawa dia secepatnya!" titah seorang pria.


Pelan-pelan mereka membawa Zahra melalui jalan belakang. Di sana sudah ada orang lain yang siap membawa Zahra melalui jalan potong.


"Tuan Glen, selanjutnya apa?" tanya mereka pada pria yang membekap mulut Zahra yang tak lain adalah Glen.


"Tentu saja pergi dari sini, jangan sampai anak buah Raymond melihat kejadian ini. Mereka sedang menunggu nona muda mereka di luar, itulah mengapa kita keluar melalui jalan belakang."


"Baik tuan."


Glen tersenyum puas lalu berjalan mengikuti anak buahnya.

__ADS_1


Misi berjalan dengan lancar.


Sedangkan di sisi lain, pengawal yang mengikuti Zahra sedari tadi masih menunggu di halaman rumah. Karena tidak adanya pergerakan dari nona mudanya membuat para pengawal itu khawatir.


Salah satu diantara mereka masuk ke dalam rumah untuk memeriksa. Dari awal terlihat ada yang mencurigakan, dari nona muda mereka yang berbohong hingga keterdiaman dari dalam rumah.


Beberapa menit kemudian. Pengawal itu keluar dengan tangan yang bergetar.


"Ada apa? Dimana, nona muda?" tanya rekan nya.


"No-nona muda tidak ada."


Sontak hal itu membuat mereka semakin panik. Jika kabar ini terdengar oleh tuan mereka, entah apa yang akan mereka dapatkan sebagai hukuman.


"Coba cari lagi!" titah salah satu pengawal yang juga ikut mencari. Mereka terus mengelilingi rumah namun tak ada tanda-tanda nona mudanya berada.


Ingin memeriksa CCTV, sayangnya rumah Zahra bukanlah rumah yang bercctv.


"Bagaimana ini?" tanya salah satu diantara mereka.


"Sebaiknya kita laporkan pada tuan muda, jika kita telat maka habislah kita," saran yang lainnya.


"Betul. Biarlah kita terkena hukuman, karena memang ini adalah salah kita sendiri yang lalai."


Di sisi lain.


Daniel baru saja siap kontrol dan kini berada di ruang tamu dokter Setya. Sedari tadi ia mencoba menghubungi Zahra ingin mengatakan bahwa ia telat beberapa menit sebab dokter muda itu sakit perut dan obat Daniel belum di berikan.


"Tidak aktif."


Daniel menghela nafas berat, ia menutup matanya menyandarkan punggungnya di sofa.


Drrrrttt


Drrrrttt


Suara getaran dari ponselnya membuat Daniel langsung membuka matanya. Ia menyangka itu panggilan dari Zahra ternyata dari anak buah nya.


"Hmmm, ada apa?" tanya Daniel datar.

__ADS_1


"Tu-tuan, ma-maafkan kami. Nona muda hilang," ucap anak buah Daniel membuat amarah laki-laki itu tak terkendali.


"Bagaimana bisa!" bentak Daniel.


"Nona mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan anda menggunakan taksi dan itu berdasarkan perintah anda. Kami mengikutinya dan ternyata nona pergi ke rumah ibunya, kami menunggu di luar lalu beberapa waktu kemudian nona tidak kunjung keluar. Kami memeriksa ke seluruh penjuru rumah namun nona sudah tidak ada di rumah, tuan."


Tut


Tut


Panggilan terputus membuat pengawal itu merinding. Daniel memutuskan panggilan setelah mendengarkan penjelasan dari anak buahnya.


Matanya menatap tajam ke depan dengan senyuman yang tak pernah ia tampilkan beberapa waktu terakhir.


"Kalian ingin bermain dengan ku. Bersembunyilah dengan benar agar aku tak menemukan kalian. Jika aku menemukan kalian maka aku akan memastikan hari itu adalah hari kematian untuk kalian!"


Mereka tidak tahu bahwa yang mereka hadapi adalah Daniel Lahanta Raymond, yang pernah memiliki kasus pembunuhan bahkan pemerkosaan tersadis. Laki-laki itu bahkan dengan mudahnya kabur dari tangkapan para Mafia. Jika amarahnya sudah tersulut, maka bersiaplah menanggung akibat terbesarnya.


_


_


_


_


_


Gini yah guys.


kecewa dengan pemeran utama yang menurut kalian bodoh atau apapun boleh, tapi perhatikan kata-kata anda ketika berkomentar.


Anda mengatakan " pemeran wanita nya goblok, bodoh nya gak ketulungan!" nah sama saja anda mengatai saya sebagai pembuat karakter 😌


Kan author sudah jelaskan kalau peran Zahra itu adalah wanita biasa.. Bukan wanita berpendidikan yang bisa menerawang atau waspada akan hal berbahaya.


Contoh nyata. Kalau kalian di posisi si Zahra, tiba-tiba ada orang yang ngancam mau bunuh ibu kalian. Apa kalian bakalan diam? Tentunya bagi kita yang hanya wanita biasa dan gak pernah berpikiran ke arah sana pastinya bakalan pergi kan😌


nah, coba logika aja guys. Ini novel, kalau kalian pakai logika pasti nyambung. Tapi, kali kalian pakai halu yah mau nya pasti seperti halu kalian. Karena halu itu bakalan narik kalian untuk berpikir lebih kedepannya. Seandainya, seandainya.. yah begitulah.

__ADS_1


typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.


__ADS_2