Bimbing Aku Istriku

Bimbing Aku Istriku
Tidak becus.


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


Zahra sudah mulai baikan dan kini sudah berada di kediaman Raymond. Orang-orang di mansion begitu bahagia ketika tuan nya pulang dengan seorang bayi yang cantik dan mungil.


Fauziah Azahra Raymond, namanya. Putri pertama di keluarga Raymond. Memiliki paras yang cantik dan juga menggemaskan seperti ibunya.


Kini Zahra lebih sering menggendong putri nya walau hanya dalam posisi duduk, karena ia belum pulih seutuhnya. Begitu juga dengan Daniel yang lebih sering menatap wajah putrinya yang cantik, ia sangat suka menoel-noel pipi putrinya. Terkadang juga ia menggendong putrinya walau masih ada rasa takut jika putrinya menangis ketika ia gendong.


Seperti saat ini, Zahra tengah tertidur dan putrinya masih membuka matanya dengan lebar. Daniel mencoba mengganti peran, ia ingin mengasuh lebih baik lagi.


Digendong nya putri kecilnya dengan pelan lalu membawa putrinya keluar dari kamar untuk berjalan-jalan.


"Zia sayang. Putri Abi," celoteh Daniel sembari sesekali mengecup pipi putrinya.


Daniel membawa Zia ke halaman belakang lalu duduk di gazebo.


"Anda ingin sesuatu, tuan?" tanya pak Lim.


"Air dingin saja," jawab Daniel dengan tatapan yang tak bisa lepas dari putrinya.


"Akan saya ambilkan."


Sepeninggalan pak Lim, datanglah Malik yang mendekat ke arah Daniel.


"Apa dia tidak tidur?" tanya Malik duduk di hadapan Daniel.


"Hm, sepertinya dia sangat suka begadang. Padahal anak-anak lain akan tidur di siang hari, tapi dia berbeda."


"Kau memberinya kopi?" tanya Malik menatap cucu nya yang sangat menggemaskan karena terus mengeluarkan lidahnya.

__ADS_1


"Daniel tidak gila, Abi." Daniel menatap Malik dengan tatapan mengejek.


"Cih, mana tau kau jadi gila. Lihatlah dia, lidahnya keluar terus. Apa dia sedang mengejek mu?"


"Ck, mana ada anak mengejek ayah. Dia pasti sedang kehausan," sanggah Daniel.


"Lalu mengapa kau tidak memberinya minum?" tanya Malik kebingungan.


Di saat mereka sedang berbincang, pak Lim datang dengan membawa segelas air dingin.


"Silahkan, tuan."


"Terimakasih, pak."


"Abi, apa boleh dia minum air putih?" tanya Daniel pada Malik.


"Mana Abi tahu. Mungkin bisa," jawab Malik tampak kebingungan.


"Setahu saya bisa tuan, hanya saja ini kan air dingin. Baiknya berikan si kecil minum air hangat saja."


"Cuaca nya panas pak Lim. Mana ada orang yang mau minum air hangat di cuaca seperti ini. Meskipun dia anak kecil, tapikan dia juga bisa merasakan kepanasan." Pak Lim tampak menggaruk tengkuknya mendengar sanggahan dari Malik. Ia juga tidak begitu berpengalaman karena ketika anaknya masih kecil ia harus bekerja dan hanya istrinya yang merawat anaknya seorang diri sedangkan ia pergi banting tulang mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian.


"Saya kurang tahu, tuan." Daripada menjawab yang aneh-aneh. Lebih baik bilang saja tidak tahu.


"Sudah, Daniel. Beri dia minum," ucap Malik kasihan melihat cucunya mulai merengek.


Daniel pun mengambil segelas air dingin itu lalu menaruh tepi gelas di bibir anaknya. Zia yang masih kecil pun langsung menggerak-gerakkan mulutnya untuk minum. Karena terlalu bersemangat dan Daniel pun tidak sadar. Air tumpah dan membuat putrinya tersedak air hingga terbatuk-batuk.


"Apa yang kau lakukan, Daniel!"

__ADS_1


"Sayang... ayang.. cup..cup..cup.." Daniel mencoba mengelus dada anaknya sembari membersihkan air yang tumpah dan sudah membasahi pakaian putrinya.


"Dasar ayah tak berguna," ucap Malik.


"Ini semua salah Abi," sinis Daniel mencoba mendiamkan anaknya yang menangis.


"Salah mu, kau terlalu banyak memberikan nya air. Kau pikir dia itu orang dewasa apa?"


"Ck, semua ini salah Abi. Hanya Abi yang bersalah," ucap Daniel berjalan membawa anaknya pergi ke kamar.


Di perjalanan ia mencoba membersihkan sisa-sisa air yang membasahi pakaian putrinya. Mengendap-endap masuk ke kamar, berharap istrinya belum bangun.


"Shuuutttt, diam yah sayang. Anak Abi yang baik." Daniel mengecup pipi Zia lalu membawa anaknya pergi ke ruang ganti. Di sana ia membersihkan dan mengganti pakaian anaknya.


Daniel tersenyum lega karena putrinya sangat penurut, buktinya ketika ia mengatakan diam putrinya langsung diam.


"Anak yang baik. Abi sayang Zia. I love you little girl."


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


maaf yah slow up..banyak kali tugas guys🙏


Tbc.


__ADS_2