Bimbing Aku Istriku

Bimbing Aku Istriku
Bahagia


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Zia sudah bisa tengkurap. Pertumbuhan anak itu sangatlah di perhatikan Daniel dan lainnya. Setiap harinya Daniel selalu pulang cepat dari kantor agar cepat bertemu dengan putrinya yang sudah bisa tengkurap.


Hari-hari terlewati dengan menyenangkan. Ketika Daniel kembali ke rumah, ada istri dan juga putrinya yang menyambut kepulangan nya. Sangat menyenangkan.


Seperti hari ini, Daniel masih berada di dalam mobil menuju pulang ke mansion. Hatinya sudah tak sabar untuk bertemu dengan keluarga kecilnya, ia ingin memeluk mencium dan bermain bersama.


Pip..Pip...


Bunyi klakson mobilnya. Ini menandakan bahwa ia sudah pulang, tidak berapa lama kemudian keluarlah mereka yang ingin Daniel lihat. Istri nya yang cantik dan juga putrinya yang ada di gendongan Zahra.


"Assalamu'alaikum, " ucap Daniel tersenyum sembari mengulurkan tangannya lalu disambut Zahra.


"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh," jawab Zahra sembari mengecup punggung tangan Daniel.


"Anak Abi, cup...cup..cup.." Dengan gemas Daniel mengambil alih Zia kecil.


"Ayo masuk," ucap Zahra membawa tas kantor Daniel. Daniel pun membawa putrinya kembali ke atas.


"Anak kecoa makin besar yah," ucap Daniel tak henti-hentinya mencium pipi gembul putrinya.


"Ck, jangan panggil anak kecoa. Nanti dia mirip kecoa," ketus Zahra.


"Iya-iya."


Sesampainya di kamar, Zahra mengambil alih Zia kecil lalu meletakkannya di atas ranjang. Setelah itu ia membantu suaminya untuk membuka baju dan juga menyiapkan segala kebutuhan suaminya.


"Abi mandi dulu yah, little girl." Satu kecupan mendarat di perut Zia kecil lalu Daniel pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sepeninggalan Daniel, Zahra menyiapkan pakaian yang akan di gunakan suaminya nanti. Setelah itu, Zahra kembali berbaring di dekat putrinya.

__ADS_1


"Zia lapar?" tanya Zahra menoel-noel pipi putrinya.


"Mau mamam?"


Zahra mengerucutkan bibirnya sembari menggendong anaknya, perlahan Zahra memposisikan putrinya untuk di posisi menyusui.


"Mamam kita yah," celoteh Zahra membuka kancing bajunya lalu memberikan asi pada putrinya.


"Ayang...ayang, lapar anak Umi, yah." Zahra tersenyum bahagia melihat putrinya yang lahap menyedot air susunya.


Di saat Zia kecil sedang minum susu, Daniel keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk sebatas pinggang saja. Dengan tidak tahu malunya laki-laki itu berjalan menuju arah istrinya yang tampak sudah memalingkan wajah.


"Sayang," goda Daniel mengambil pakaian yang sudah di siapkan Zahra.


"Hm?"


"Wow, dingin." Daniel terkekeh geli lalu masuk ke ruang ganti. Beberapa menit kemudian, Daniel keluar dengan sudah memakai pakaian santai. Ia berjalan mendekati istri dan anaknya.


"Hm, belum."


Daniel mengecup pipi putrinya lalu beralih ke pipi istrinya.


"Apa sih?" tanya Zahra cuek.


"Hahahaha, jangan cuek-cuek sayang. Enggak tahan, tau." Daniel berbisik sensual di telinga Zahra membuat wanita itu merinding.


"Ck, jangan begitu, Hubby. Ada Zia di sini."


"Dia kan tidak mengerti apa-apa," kilah Daniel.

__ADS_1


Tampak Zahra menghela nafas panjang lalu menatap dalam suaminya.


"Hubby mau apa?" tanya Zahra.


"Peluk," pinta Daniel.


"Nanti yah, kalau Zia sudah benar-benar tidur."


"Maunya sekarang," pinta Daniel semakin manja.


"Jangan banyak pinta, lihat Zia belum tidur. Nanti kalau kita berpelukan di hadapannya dia akan menjadi gadis mesum," tolak Zahra tegas.


"Hm, yasudahlah. Nanti saja, tapi ada bonus nya yah," ucap Daniel.


"Iya," jawab Zahra pasrah.


Daniel tersenyum penuh kemenangan lalu duduk di samping istrinya, menemani istrinya menyusui putri cantik mereka.


Berharap dan selalu berdoa bahwa kehidupan akan terus berjalan dengan bahagia, meski akan ada rintangan hujan maupun badai nanti, selalu berharap mereka akan melewatinya dengan penuh cinta.


_


_


_


_


_

__ADS_1


Lanjut?


tbc


__ADS_2