
Beberapa bulan kemudian.
Kandungan Zahra sudah mendekati waktunya untuk melahirkan. Hari-hari bahkan bulannya terlewat begitu menyenangkan. Daniel dengan sifat penurut nya dan Zahra dengan sifat tegas namun manja nya.
Kini Zahra sudah berada di rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika tiba-tiba Zahra merasakan kontraksi, jadi ada dokter yang siap menangani.
Sudah dua hari Zahra berada di rumah sakit, wanita itu sering mengeluh sakit. Hal itu membuat Daniel selalu was-was.
Kini Zahra tengah berbaring di atas ranjang di temani Daniel yang tertidur di sampingnya.
"Sayang," bisik Zahra sembari mengelus-elus rambut Daniel.
"Sayang," bisik Zahra sekali lagi. Bukannya bangun, Daniel malah memperbaiki posisi tidurnya lalu kembali terlelap.
"Hubby," panggil Zahra sedikit keras.
Daniel pun langsung membuka matanya dan langsung duduk. Ia mengusap wajahnya lalu menatap Zahra yang tampak cekikikan.
Melihat istrinya yang cekikikan, Daniel pun ikut cekikikan seperti orang kurang waras.
"Ada apa, sayang?" tanya Daniel sembari mengelus perut besar istrinya.
"Sudah waktunya shalat zhuhur, pergi shalat sana."
"Siap ibu komandan."
Daniel pun mengecup perut Zahra lalu beralih ke wajah istrinya. Setelah itu, ia pergi keluar untuk shalat di mesjid yang ada di rumah sakit. Sebelum pergi, ia sudah meminta agar beberapa perawat berada di ruangan begitu juga dengan pengawasan ketat di luar ruangan.
Abi dan Umi nya tidak bisa menemani hari ini, karena memang mereka butuh istirahat. Mereka sudah berjaga semalaman di rumah sakit. Begitu juga dengan ibu Zahra.
Beberapa menit kemudian.
Daniel sudah selesai shalat zhuhur, begitu juga dengan Zahra. Meski sedikit kesusahan dan terkadang harus naik kursi roda. Wanita itu tidak pernah meninggalkan shalatnya. Bukankah shalat adalah amalan yang pertama kali akan di hisab. Sudah sebaiknya kita sebagai seorang muslim dan muslimah agar selalu menunaikan shalat 5 waktu serta Sunnah nya.
Daniel sudah kembali berada di ruangan, di lihatnya istrinya yang tengah makan makanan yang di sediakan oleh perawat.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum, sayang."
"Wa'alaikumusalam."
"Makan apa?" tanya Daniel mendekat lalu duduk di pinggir ranjang.
"Bubur," jawab Zahra sembari menikmati bubur tanpa rasa itu.
"Enak?" tanya Daniel menatap masam ke arah bubur yang tampaknya hambar.
"Enak."
"Hubby mau?" tawar Zahra dan langsung mendapat penolakan dari Daniel.
"Honey saja yang makan, aku tidak suka bubur."
"Hm, yaudin apa boleh baut," sahut Zahra sembari cekikikan.
"Bahasa apa itu?" tanya Daniel kebingungan.
"Entah."
"Setelah makan, kita jalan-jalan di taman rumah sakit, mau?" tawar Daniel.
"Mau, tapi tidak mau jalan kaki. Capek."
"Yah, honey naik kursi roda. Biar Hubby yang mendorong."
"Yea, terimakasih."
"Apapun untukmu sayang."
Setelah selesai makan, Zahra kini tengah memakai pakaiannya di bantu suaminya. Memakai lipstik yang menggoda membuat Daniel hanya bisa mendengus kesal.
Yah, inilah kebiasaan istrinya semenjak kehamilannya masuk usia 4 bulan. Istrinya sangat suka berdandan, walau hanya memakai lipstik dan juga bedak bayi. Tapi, Daniel tidak rela. Namun, untuk menegur istrinya ia sudah tidak berani karena pernah di usir dari kamar akibat ia mengatakan bahwa ia tak suka Zahra berdandan cantik.
__ADS_1
Perkiraan dokter dari hasil USG, Daniel akan memiliki anak perempuan. Tapi, semuanya bisa saja berubah. Namun, melihat tingkah Zahra yang sangat suka kecantikan dan juga keindahan secara mendadak. Besar kemungkinan bahwa anaknya perempuan.
"Sayang, sudah cantik kah?" tanya Zahra sembari tersenyum manis dengan bibir merona nya.
"Tanpa lipstik pun sudah cantik, sayang. Jadi......"
"Shuuutttt, diamlah." Zahra menutup mulut suaminya lalu mengedipkan matanya sebelah.
Mengapa dia sangat centil?. batin Daniel geli melihat istrinya yang berubah 180°.
Semoga anak ku tidak centil seperti ibunya. Aamiin.
_
_
_
_
_
Wah, author lama up nya yah..
maaf yah guys, ini kan awal mula masuk kuliah jadi banyak kali yang harus di urus.
Kadang author punya waktu, tapi author gunakan untuk tidur agar tubuh dan otak author bisa beristirahat.
Terimakasih sudah menunggu 💪
Ada yang rindu Gamian gak?
Udah mau nongol loh cerita Abang Gamian yang paling membedakan kasta😅
Jangan lupa di tunggu yah.
__ADS_1
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
tbc.