Bimbing Aku Istriku

Bimbing Aku Istriku
Rencana jahat.


__ADS_3

Setelah drama menjengkelkan itu selesai, acara pun di mulai dengan semestinya. Semua kembali seperti semula, seperti tidak terjadi apa-apa.


Daniel sudah menyampaikan sepatah dua patah lalu memperkenalkan Zahra sebagai istrinya. Orang-orang ikut senang namun sebagian ada yang iri dan juga dengki. Sama hal nya dengan Ruby. Gadis itu menatap benci ke arah Zahra yang terus saja di tempeli laki-laki yang di cintai nya.


Daripada melihat kemesraan mereka, Ruby memilih keluar untuk mencari udara segar. Ia sangat muak melihat betapa manja nya Daniel di dekat istrinya.


"Apa yang menarik dari wanita kampungan seperti itu?" tanya Ruby kesal pada dirinya sendiri.


"Tentu tidak ada yang menarik darinya," jawab seseorang dari belakang Ruby membuat gadis itu terkejut dan langsung membalikkan badannya.


"Siapa kau?" tanya Ruby penuh selidik pada pria yang berdiri berhadapan dengannya.


"Perkenalkan, namaku Glen. Aku ingin memberikan sebuah penawaran untuk mu," ucap Glen tersenyum menyeringai.


"Aku tidak membutuhkan tawaran dari mu!" tekan Ruby memutar bola matanya.


"Benarkah? Lalu bagaimana jika aku mengatakan bahwa ini bersangkutan dengan istri Daniel?"


Glen mencoba memancing ketertarikan gadis yang ada di hadapannya. Terlihat Ruby menatap Glen dengan serius.


"Apa maksudmu?" tanya Ruby.


"Kau mencintai Daniel, bukan? Maka aku akan membantu mu untuk mendapatkan Daniel, tapi dengan satu syarat."


"Apa syaratnya?"


"Kau harus mau bekerjasama sama dengan ku untuk membawa istri Daniel ke dalam jangkauan ku," jelas Glen membuat Ruby tampak berpikir sejenak.


"Akan kau apakan wanita itu nanti?" tanya Ruby penasaran.


"Itu terserah ku nantinya, kalau kau ingin bergabung juga boleh. Aku akan berlapang dada menerima saran mu tentang bagaimana kita memperlakukan wanita itu nanti," ucap Glen tersenyum menatap intens Ruby.


"Kau menyukainya?" tanya Ruby dan alhasil Glen tertawa dengan sangat lepas.


"Selera ku tidak rendahan, nona. Aku hanya ingin menggunakan wanita itu untuk melepaskan adikku dari jeruji." Ruby tampak semakin penasaran setelah mendengar perkataan Glen.


"Mengapa adik mu bisa masuk jeruji dan apa hubungannya dengan Daniel dan istrinya?"


"Ck, jangan terlalu banyak bertanya, girl. Aku rasa cukup kau menerima tawaran ku saja itu sudah cukup, kita hanya akan bertemu sebagai partner kejahatan selain itu kita tidak saling mengenal."


"Ck, menyebalkan! Lalu kapan kita akan menjalankan rencana itu?" tanya Ruby.


"Menurut mu?" tanya Glen balik.


"Secepatnya!" tekan Ruby.


"Kau cantik tapi bodoh,"ejek Glen dan berhasil menyulut amarah Ruby.


"Jaga ucapan mu, sia..... hmmmppp.."

__ADS_1


Belum selesai Ruby mengumpat, Glen sudah membungkam mulut Ruby dengan ciuman nya.


"Jangan marah-marah, nanti cepat tua." Glen berbisik sensual di telinga gadis itu membuat Ruby semakin marah.


"Rencananya tidak akan secepat itu terlaksanakan. Kita harus menunggu dua insan itu jatuh cinta terlebih dahulu, setelah itu barulah kita memulai rencana kita."


"Menunggu mereka jatuh cinta? Kau gila!" ketus Ruby.


"Yah, aku memang gila tapi setidaknya aku pintar. Jika mereka sudah saling jatuh cinta maka akan sangat menyakitkan bila mereka sampai berpisah. Saat itu aku akan membawa istrinya lalu melakukan penawaran pada Daniel, jika adikku sudah bebas maka kita bisa langsung membunuh istrinya di hadapan suaminya. Saat itu pastinya Daniel akan jatuh terpuruk dalam kesedihan dan pada saat itu adalah kesempatan bagimu untuk masuk dalam kehidupan Daniel," papar Glen membuat Ruby berpikir sejenak lalu tersenyum menyeringai.


"Bagus juga ide mu," puji Ruby.


"Sudah ku bilang aku ini pintar," balas Glen tersenyum bangga.


"Siapa-siapa saja yang akan menjadi rekan kita?" tanya Ruby.


"Kau tahu keluarga yang baru saja membuat drama di ruangan?"


"Iya tahu. Mereka sangat bodoh."


"Mereka akan menjadi rekan kita," jelas Glen membuat Ruby mendengus kesal.


"Orang bodoh tidak perlu dijadikan rekan!" ketus Ruby.


"Tapi, mereka itu sangat berguna. Kau tidak mau bukan jika kita ketahuan lalu masuk penjara."


"Iya aku tidak mau masuk penjara," ucap Ruby.


Gelak tawa dari kedua insan itu terdengar. Semua terasa akan baik-baik saja dan akan berjalan lancar nantinya. Mereka sudah tidak sabar untuk hari itu.


*******


Di sisi lain.


Keluarga Nonik sudah sampai di rumah dengan perasaan kesal. Bagaimana bisa mereka di permalukan di depan banyak orang. Dan apa itu? Zahra adalah menantu keluarga Raymond. Bagaimana bisa?


"Sialan!" teriak Silvi penuh amarah.


"Bagaimana bisa wanita jalang itu menikah dengan putra dari keluarga kaya. Bagaimana bisa!" teriak Silvi.


"Tenanglah sayang," ucap Lia mencoba menenangkan putrinya.


"Bagaimana aku bisa tenang, Bu. Jelas-jelas nasibnya lebih beruntung dari ku. Aku tidak terima akan hal itu!"


"Diamlah, Silvi!" bentak Zaki merasa frustasi atas apa yang terjadi malam ini.


"Kita harus menyingkirkan nya, ayah. Seharusnya aku yang di sana menikah dan bersanding dengan putra dari keluarga Raymond, bukan gadis hina itu." Silvi terduduk lemas di atas sofa sembari memeluk ibunya.


"Apa kita terima saja tawaran laki-laki tadi?" tanya Nonik. Yang di maksud tawaran dari laki-laki tadi adalah tawaran dari Glen. Sebelum mereka pulang laki-laki itu menghampiri mereka dan menawarkan sesuatu yang sangat mereka nantikan.

__ADS_1


"Terima saja, nek. Biar saja gadis hina itu menderita. Aku akan mencakar wajahnya, lalu menendang perutnya dan membuangnya ke atas kasur pria tua!"


"Iya, Bu. Terima saja, aku rasa laki-laki itu punya dendam dengan keluarga Raymond. Kita bisa memanfaatkan situasi ini," saran Lia.


"Tapi yang kita hadapi adalah keluarga Raymond, orang-orang tahu bahwa keluarga itu sangatlah kejam." Zaki menyela.


"Tapi, laki-laki yang tadi itu terlihat seperti orang yang berkuasa juga. Apa salahnya kalau kita mencoba," ucap Lia.


"Hmm, sepertinya harus kita coba."


Ketiga wanita itu tampak tersenyum licik kecuali Zaki yang tampak khawatir dengan tawaran berbahaya itu.


*****


Jika di sisi lain ada orang-orang yang sedang dilanda amarah, maka lain halnya di kamar hotel nomor 13 lantai 13. Sepasang manusia kini tengah melepaskan segala gairah di tubuh mereka lewat pergulatan yang panas.


Deru nafas yang tak beraturan serta erangan memenuhi ruangan.


Daniel menjatuhkan tubuhnya di samping Zahra setelah pertarungan hebat mereka. Bahkan acara belum selesai, tapi laki-laki itu sudah membawa istrinya pergi dan menikmati malam yang hangat.


Di lihatnya istrinya yang tampak memejamkan mata karena mengantuk dan juga lelah. Ia mengecup pipi sang istri lalu menariknya ke dalam pelukan.


"Aku mencintaimu," bisik Daniel pelan.


_


_


_


_


_


_


Maaf yah guys telat.. rencana kagak update aku hari ini sebab lagi bad mood.


Tapi yasudahlah 😌


Oh yah ini udah dekat sama konflik yah manteman. Jadi wajar banyak bener orang jahatnya..macam kehidupan nyata, tetangga aja bisa jadi pelaku antagonis 🤣 eh kok bahas tetangga sih🤭


Namun sebelum konflik kita kasih dulu yang manis-manis, lepastuh yang panas dan sedikit bawang, lepastuh baru yang manis lagi🤣🤣


kayak aku🤭🤣


Jangan lupa like komen dan juga vote serta hadiah yah..


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah

__ADS_1


tbc.


__ADS_2