
Masih di ruangan. Keempat orang itu terus berusaha membuka pintu yang terkunci dari luar. Sedangkan Daniel semakin dekat dengan mangsanya. "Kemarilah, baby."
Dengan senyuman devil nya, ia terus melangkah dan dapat! Ia mendapatkan mangsanya.
"Kau nenek tua, kau yang membuat keluarga istriku menderita, terutama mertua ku. Oleh karena itu kau pantas mendapatkan hadiah dari ku," ucap Daniel menarik keras rambut Nonik membuat wanita tua itu menjerit kesakitan.
"Lepaskan ibu ku!" bentak Zaki mencoba menolong ibunya, namun dengan kasar Daniel menarik Nonik lalu mendorong membentur Zaki sehingga kedua manusia itu terjatuh ke lantai.
"Ambil ibu mu yang tidak berguna itu, aku tidak akan menyentuhnya dengan pisau kesayangan ku. Itu sangat menjijikan." Daniel beralih pada Lia yang memeluk putrinya, dengan kasar ia menarik Lia lalu menendang wanita itu hingga membentur dinding dengan keras. Darah mengucur deras dari pelipis dan juga hidung Lia.
"Ibu!" teriak Silvi berniat mendekati Lia namun Daniel langsung menarik rambut gadis itu.
"Kau monster! Lepaskan aku!" teriak Silvi. Dengan kasar Daniel menampar wajah Silvi hingga membengkak.
"Tangan mu! Aku akan mematahkan tangan mu!" tekan Daniel menarik tangan Silvi lalu menekan bahkan memutar tangan Silvi membuat gadis itu berteriak kencang karena merasa tangannya sudah patah.
Daniel menarik rambut Silvi lalu membenturkan nya di dinding.
"Rasakan ini, jalang! Kau sangat suka mengatai Istriku jalang, padahal kau sendirilah yang jalang!" teriak Daniel tak henti-hentinya membenturkan kepala Silvi ke dinding.
Lia yang melihat putrinya tersiksa dan mulai hilang kesadaran pun mencoba menolong, begitu juga dengan Nonik dan Zaki.
"Lepaskan anakku!" teriak Zaki ingin memukul kepala Daniel namun Daniel langsung menendang pria itu hingga terjatuh.
"Diam disana, atau aku akan melakukan hal yang tidak pernah kalian bayangkan!" ancam Daniel tertuju paa Nonik dan Lia.
Daniel melepaskan Silvi lalu beralih pada Zaki yang masih tergeletak di lantai, dengan keras ia menginjak perut Zaki membuat pria itu menjerit kesakitan.
Brakkkkk
Braaakkk
Suara pintu di dobrak. Pintu terbuka, datanglah Malik serta teman-teman Daniel.
"Daniel!" teriak Malik berlari mencoba menghentikan putranya yang terlihat ingin menghabisi Zaki.
__ADS_1
"Daniel!"
Malik mencoba memegang putra nya, namun Daniel yang sudah tersulut amarah malah mendorong Malik.
"Menjauhlah!" teriak Daniel kembali menghajar Zaki. "Ini adalah hadiah dari ku untuk para bajingan ini!"
"Pegang dia!" titah Malik. Dion dan Rian pun mencoba memegang Daniel yang masih sangat marah.
"Obatnya," pinta Malik pada dokter Setya.
Dengan sigap dokter itu langsung mengeluarkan sebuah suntik kecil. "Pegang dia erat-erat," ucap Setya.
Daniel yang di pegang pun mencoba melawan, apalagi ketika dokter Setya menyuntikkan obat penenang ke lengan kirinya.
Perlahan pria itu diam dan kesadarannya pun hilang. Malik langsung meminta Dion dan Rian untuk membantunya mengangkat Daniel, sedangkan dokter Setya memerintahkan pada anak buah Raymond untuk membereskan sisanya.
Lalu dimana Zahra dan Saras?
Kedua wanita itu sudah di amankan di rumah sakit, Daniel sudah merencanakannya sedari awal. Ia menyusun strategi agar anak buah nya dapat membawa Zahra dan juga ibunya dengan selamat.
******
Sedangkan Zahra dan Saras masih di rawat di rumah sakit. Untungnya tidak ada cidera yang serius pada dua wanita itu, namun Zahra mengalami trauma yang membuat ia harus mendapatkan perawatan intensif. Terlebih lagi Zahra sedang hamil, trauma yang dialaminya dapat membuat wanita itu stress dan dapat membuat kandungannya keguguran.
Mansion Raymond.
Daniel terbangun dari tidurnya dengan kondisi kepala yang sakit. Ia menatap setiap sudut kamar lalu mengingat kejadian semalam.
Bukankah, ia sudah melanggar janji? Ia sudah melanggar janjinya dengan Zahra. Ia sudah melakukan kejahatan. Ia harus mendapatkan hukuman.
Dimana istrinya?
"Honey," panggil Daniel. Laki-laki itu bahkan tak ingat bahwa istrinya ada di rumah sakit karena terlalu panik.
"Honey!" teriak Daniel keluar dari kamarnya menuju dapur. Malik yang melihat Daniel berteriak pun segera menghampiri Daniel.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Malik.
"Dimana Zahra? Dari tadi Daniel tidak melihatnya, apa dia baik-baik saja? Dia sudah selamat kan?"
"Daniel, tenangkan pikiran mu terlebih dahulu. Ingatlah, kau yang meminta anak buah mu untuk membawa istrimu dan ibunya ke rumah sakit, setelah itu kau mulai menghabisi para bajingan itu dengan bruntal. Tenangkan pikiran mu."
Daniel menghela nafas kasar, ia baru ingat istrinya ada di rumah sakit. Dengan cepat ia berlari keluar dari mansion menuju parkiran.
"Kau mau kemana? Kau belum sarapan, Daniel!" teriak Malik mengejar putranya.
"Daniel ingin kerumah sakit. Daniel ingin melihat Zahra," ucap Daniel masuk ke salah satu mobil.
"Kau harus sarapan dulu, Daniel!" teriak Malik ketika anaknya sudah melajukan mobil keluar dari gerbang.
"Ikuti dia!" titah Malik pada anak buahnya.
"Baik tuan."
_
_
_
_
_
_
Maaf telat dan dikit yah guys..
author lagi buntu, terus mata author sakit😭
mohon di maklumi 🤧
__ADS_1
typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
tbc.