
Di tempat lain.....
Apartemen Shan
Surabaya
Shan beberapa kali melihat berkas yang berada di tangannya, membolak balik kan seakan tidak percaya dia fikir kenapa bisa seperti ini bukan kah seharusnya berjalan sesuai rencana.
Bahkan semua dana sudah terbilang sangat cukup, bahkan barang barang material sudah disiap kan jauh jauh hari sebelumnya.
Seketika dirinya langsung menoleh ke laki laki yang berdiri disamping nya yang sejak tadi menunduk kan kepalanya.
"Apa ada masalah, aku fikir ada sesuatu yang tidak aku ketahui"
Tanya Shan pada laki laki disamping nya.
"Kami masih menyelidiki nya Tuan, tapi ini bisa dipastikan kalau sudah mendapatkan persetujuan dari Tuan Arzu"
Mendengar ucapan laki laki itu membuat Shan menghela kasar nafasnya, seraya menaikkan ujung bibirnya.
Seperti dugaan nya kalau hal ini akan terjadi dan akan sedikit menjadi bermasalah kedepannya.
Dan dirinya benar benar harus bergerak kali ini, memastikan sesuai dengan apa yang Ia harapkan.
"Aku rasa ini sudah saatnya, jalankan rencana nya pastikan kamu berhasil kali ini
Titahnya pada laki laki itu.
"Baik Tuan"
Jawab cepat laki laki itu setelahnya mulai berbalik berjalan melesat pergi menjauh, melihat asisten nya mulai menjauh Shan mencoba memijat kedua pelipisnya.
Dia fiki kali ini tidak akan perna melepaskan nya lagi, cukup di masalalu dirinya mengalah dan memilih diam begitu saja.
Tapi saat ini tidak akan lagi, dia harus bergerak menyelesai kan apa yang tengah mereka rencana kan pada saat malam itu.
"Kamu harus bisa menggagal kan proses pembangunan nya disaat yang tepat Zeus"
Ucapnya pada laki laki yang dipanggil Zeus.
"Apa kamu yakin, laki laki bodoh itu juga masuk kedalam nya, dan dia akan akan ikut bergerak kalau terjadi sesuatu pada pembangun nya"
Jawab Zeus cepat.
"Bukan masalah, aku akan meminta gadis itu melakukan tugasnya lagi, memastikan agar sesuai dengan yang kita inginkan"
Ucap laki laki itu lagi.
Dan pada malam itu Shan yang sedang mengambil kunci mobilnya yang tertinggal, tidak sengaja mendengar percakapan antara dua laki laki yang ada di ruang kerja papanya.
Dia fikir apa mereka akan melakukan nya lagi, dulu dia tidak cukup bukti untuk mengungkap kejahatan mereka, yang berujung pernikahan antara dirinya dengan Monic sang istri.
Walaupun papanya terlibat dalam hal ini, dirinya akan tetap melakukan hal yang menurutnya benar.
Apalagi saat ini seseorang yang perna ada di masalalu nya juga ikut dalam pembangunan proyek ini.
Dan dia tidak ingin gadis itu terluka kedua kalinya akibat rencana yang papanya buat.
_______________________
Kantor AR Grup
Jakarta xxxxx
"Lo yakin dengan ini, kenapa perasaan gue jadi gak enak yaa"
Sembari membetulkan makeup nya di dalam toilet perusahaan, Mira bertanya pada Lily sebelum jam kerja dimulai.
"Hmmm iya gitu lah, lagian juga gue gak rugi rugi amat"
Jawab santai Lily seraya mengerling kan sebelah matanya ke Mira.
Bagaimana bisa dirinya menolak kalau laki laki berkuasa itu selalu bisa menjawab penolakan enggan darinya.
Bahkan saat dirinya memberi syarat yang menurutnya begitu gila, dengan tegasnya laki laki itu berkata,
__ADS_1
"Bukan masalah, imbalan dengan nominal sebesar itu tidak akan membuat aku jatuh miskin dalam sehari"
Jawab Arzu dengan tegasnya.
Sesaat setelah dia mulai kehilangan akal untuk menolak ke inginan presdirnya, bibir mungilnya berkata kalau dirinya mau di bayar satu harinya seratus juta.
Tapi saat mendengar jawaban laki laki itu membuat dirinya tidak bisa berkata lagi, dan mau tidak mau dia mulai menyetujui perjanjian kontraknya.
Cih.!
"Kali ini lo harus hati hati, lo jauh dari Zero apalagi besuk gue sudah harus balik ke Surabaya"
Raut wajah cemas milik Mira begitu jelas terlihat, apalagi ini kali pertamanya dirinya akan berjauhan dengan temannya.
Dia fikir kenapa Lily yang harus dipindah tugaskan, bukankah ini sangat kebetulan sekali.
Hmmm mencuriga kan
Batin Mira
"It's oke hanya kurang dari dua minggu, dan gue janji akan baik baik saja hmmm"
Jawab Lily.
"Oke gue pengang janji lo"
"Hmm come, kita selesaikan pekerjaan hari ini"
Serunya ke Mira seraya menggandeng tangannya keluar dari toilet menuju meja kerjanya.
__________________
Disisi lain...
Ruang Presdir AR Grup
Mata tajam bak elang milik Arzu tengah sibuk memperhati kan laptop dihadapannya, kali ini dia benar benar dalam masalah besar.
Tiba tiba saja pagi ini harga saham mulai menurun secara drastis, bahkan dia beberapa kali mencoba menghubungi seseorang yang berada diluar sana namun tidak ada jawaban sama sekali.
Tanyanya pada Dikhal.
"Belum ada perkembangan sampai saat ini Tuan"
Jawab Dikhal seraya menggelengkan pelan kepalanya.
Arzu yang mendengar itu seketika memijat ujung pelipisnya, kepalanya begitu berdenyut bagai di hantam ribuan batu.
Lagi lagi dirinya dua langkah lebih cepat dari orang itu, begitu sempurna fikirnya dalam memainkan permainan ini.
Tapi dirinya juga harus bergerak lebih cepat mengejarnya, karna Ia tidak mau memberi peluang kepada orang itu untuk menghancur kan miliknya.
Saat fikiranya mulai jauh melalang buana, tiba tiba seorang perempuan menyeruak masuk begitu saja, dan menduduk kan diri didepannya.
"Sepertinya kita memang menbuang buang banyak waktu karena berada disini Pak"
Begitu mendengar ucapan perempuan itu seketika Arzu mulai menegakkan tubuhnya, menatap wajah cantik yang berada dihadapan nya.
"Maksudnya..?"
Tanya Arzu.
"Disini tidak ada apa apa selain tikus tikut kecil yang begitu menjijikan itu"
Alih alih menjawab, Dikhal yang sejak tadi menyimak ucapan Lily mencoba mendekat kearahnya seraya berkata.
"Bukankah itu lebih bagus, kita bisa menjadikan tikus itu umpan untuk menangkap indukannya"
Ahh, kenapa dia bodoh sekali menjadi seorang asisten
"Hah.. itu istilah lama Tuan asisten, tidakkah anda tahu kalau mereka juga akan berfikiran hal yang sama dengan anda, sekarang apa yang kalian dapatkan saat diam menunggu, saham milik kita turun drastis yes"
Mendengar ucapan Lily membuat Arzu menarik ujung bibirnya, setelah di fikir dirinya membenar kan ucapan perempuan ini.
Memang akhir akhir ini dirinya kurang fokus pikirannya sedang kalut dan tidak baik baik saja, masalah perusahaan, pembangunan proyek baru dan,
__ADS_1
Dan kamu selalu mengusik fikiran ku, Baby
Guman Arzu dalam hati.
"Lalu rencana kamu?"
Tanya Arzu seraya bangkit dari duduknya berjalan disisi meja tepat dihadapan Lily yang tengah terduduk manis.
Gerakkan Arzu yang terlihat mengoda dirinya seolah meminta disambut seketika Lily tersenyum seringai.
Kita lihat, apa kamu akan menolak pesona janda ini
Batin Liliy.
Secara perlahan dirinya mulai beranjak dari duduknya, diam sesaat, belum mau bergerak seraya berkata.
"Tikus kecil itu hanya umpan untuk mengalihkan perhatian semua orang sedangkan kalian lupa bahwa induknya sedang bekerja saat ini tapi kabar buruknya dia bekerja dalam pengawasan seekor kucing "
"Bukankah sebagai induk akan lebih rela anaknya dalam pengawasan kalian dari pada setiap saat harus bertaruh nyawa menjadi santapan sang kucing"
"Sampai disini apa kamu faham maksud ku?"
Arzu hanya menaikkan ujung alisnya, masih diam, masih mendengar kan.
Merasa sikapnya tidak mendapat penolakan, Lily mencoba mulai lebih mendekat bahkan tubuhnya hampir bersentuhan.
Diam lagi, apa dia akan dianggap kurang ajar, tapi sampai beberapa detik laki laki itu hanya diam dan,
Binggo.!
Dengan berani dirinya mulai menggerak kan tangannya meraih dasi Arzu dan sedikit membetulkan nya.
"Aku fikir dari pada pusing memikirkan tikus menjijikan itu lebih baik kita menjerat si kucing dengan begitu sang pemilik kucing akan keluar dengan sendirinya hmmm"
Ucap Lily seraya menepuk pundak Arzu pertanda kalau laki laki dihadapan nya sudah rapi dengan penampilan nya.
Bahkan Arzu beberapa kali menelan salivanya saat dirinya hanya fokus dengan gerakkan bibir Lily.
Begitu Lily mengangkat wajahnya menatap dalam bola mata miliknya seketika akal sehatnya mulai membeku.
Apalagi sentuhan tangan halus Lily bergerak naik turun di pundaknya, seketika membuat gejolak kelelakian nya mulai datang seketika.
Oh shi.t
"Kamu sudah tampan.. bersiaplah besuk kita akan bergerak menangkap si kucing beserta pemiliknya"
Ucap lirih Lily hampir seperti des.ahan dibalik telinganya.
Dengan gerakan cepat Lily membalik kan tubuhnya melesat menjauh keluar ruangan.
Gila.!
______________________
EPILOG
Dalam toilet..
Tutt.. Tutt..
"Angel.."
Kata Lily saat sambungan telpon nya di angkat.
"Yes Mom"
Jawab perempuan diseberang sana.
"Bagaimana?"
"Semua sudah aku kirim lewat Email dan kabar baiknya kita akan bekerja di track milik sendiri"
Ujar perempuan itu.
"Hmmm itu bagus.. lakukan eksekusi secepatnya, aku akan pulang besok bersama Delta"
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban, Lily langsung memutus kan sambungan nya, menatap pantulan bayangan nya di cermin untuk sesaat.