
"Apa.?"
Tanya Nina yang begitu penasaran.
Mira yang melihat ekspresi teman nya hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Kalian masih mengingat nama panjang Yama"
Tanya Mira.
Mendengar ucapan Mira seketika membuat semua orang terdiam sembari menekan ingatanya.
" Shan R Yamada"
Jawab Nilam.
Iya, Nilam mengigat dengan baik nama itu karna sang adik selalu bercerita tentang laki laki itu ketika mereka bertemu.
Dimana adiknya selalu berkata bahwa disaat Ia dewasa nanti, dia akan menikah dengan laki laki itu, walau sempat tidak merestui lantaran usianya begitu jauh.
Tapi sang adik begitu yakin dan percaya bahwa laki laki itu yang nanti akan menjaga dan bisa melindunginya.
Bahkan laki laki itu diam diam membangun istana yang akan mereka tempati saat sudah bersatu nanti, yang begitu membuat hati si bungsu semakin dalam mencintai laki laki tersebut.
Tapi apalah daya realitanya tidak bisa seperti apa yang dia inginkan, semua mimpi indah sang adik bersama kekasihnya harus berubah menjadi mimpi buruk dalam satu malam.
Saat dimana sang bungsu diam diam keluar dari rumah karena ingin menemui sang kekasih, tapi dia malah terjebak dengan seorang laki laki gila yang mabuk hingga berujung kejadian terkutuk tersebut.
Bahkan saat dipagi harinya dia meminta laki laki sampah itu bertanggung jawab, sang adik hanya ditertawakan dan dilemparinya banyak uang, seolah sang adik adalah wanita bayaranya.
"Masih belum tahu singkatan dari huruf R itu, mau tahu kepanjanganya?"
"Cih lama sekali.. memang kita punya banyak waktu untuk memikirkan hal itu"
Pekik Nina tidak sabaran.
"Shan Ramzeed Yamada, that's his name"
Ujar Mira seraya menatap Nilam dan Caca, dia tahu sebentar lagi kedua wanita itu akan bereaksi.
"What, apa kamu bilang.. Ramzeed"
Pekik Caca.
Mira.. kamu begitu berani membangunkan serigala sedang pura pura tidur
"Jadi sebenarnya..?"
Seru Nilam menatap dalam bola mata sang kakak.
"Arbianzu Ramzeed, Safira Ramzeed dan Argara Ramzeed mereka saudara kadung keturunan keluarga besar Black Baal"
Ujar Lily.
"Dan Shan Ramzeed Yamada adalah sepupu mereka, itu sebabnya kamu begitu sulit mencari tahu
Lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Apa Yama tahu kalau Niah dilecehkan oleh Gara hingga hamil"
Tanya Nilam dengan bola mata yang sudah berkaca kaca, saat fikiranya tertujuh dengan sang adik.
"No, Yama tidak mengetahuinya karena Gara bergerak dengan cepat bersama anggota Black Baal, sesaat dia tahu bahwa gadis itu adalah kekasih adik sepupunya.
Jawab Cifer yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan yang semakin serius ini.
"Bahkan Gara merencanakan pembunuhan King dan Queen Seamon dengan begitu rapi seolah seperti sebuah kecelakaan, yang dia fikir orang tua Niah itu orang biasa
Lanjutnya lagi.
"Hah, ini gila.. apa kita harus diam seperti ini, tangan ku sudah rindu dengan mainanku"
Pekik Nina dengan nafas yang naik turun.
Dan seketika semua orang menatap Lily seolah siap dengan perintah selanjutnya.
"Dimana gadis kecil milik Ramzeed Black Baal itu?"
"Dia berada di Red Castle, penjara bawah tanah dan dalam pengawasan Sattan"
Jawab Cifer cepat
Oh god
Kenapa menjadi serumit ini.. apa aku harus menyakiti gadis itu juga
"Persiapkan mainan kalian, kita akan bergerak tengah malam nanti"
Mendengar ucapan sang Alpha membuat semuanya saling pandang seraya tersenyum senang.
Lily mengalihkan pandangannya menatap laki laki yang menjadi tangan kanan nya didalam Red Seamon saat ini.
"Hmmm pergi lah.. antar Albi sekarang juga ke Red Castle dan pastikan dia melewati masa pelatihanya dengan baik"
Ucapnya pada Cifer yang dijawab anggukan oleh laki laki tersebut, walaupun masih tersimpan keraguan dalam diri laki laki itu tentang apa yang akan terjadi nanti malam, tapi dia tidak mungkin melewati batas pada sang pemimpinya.
"Dan kamu.. temui lah Albi sebentar walaupun kamu tidak perna menyukainya, setidaknya dia akan merasa senang saat Mamanya berada disana"
Nilam yang ditembak oleh ucapan sang kakak seperti itu hanya bisa diam seraya mengelah kasar nafasnya.
Kali ini dia tidak dapat berkata tidak didepan kakaknya, sebab dia sudah berjanji saat Albi akan pergi untuk pelatihanya, dia akan mengucapkan salam perpisahan pada anak laki laki tersebut.
Dan pada akhirnya dia hanya bisa menganggukan kepalanya pelan saat kakaknya terus menatap dirinya.
Lily menarik tipis ujung bibirnya kemudian secara perlahan dia beranjak dari duduknya, menatap sebentar semua anak buahnya yang sudah seperti saudara baginya itu.
"Berhati hatilah kali ini hmmm"
Seketika semua menatap sang alpha dengan hati bergetar, meraka merasa bahwa ini pertama kali Qee nya berkata seperti itu.
Dengan sorot mata tajam sedikit berembun itu, mereka menganggukan kepalanya bersamaan.
"God.. bergerak lah..."
Dan seperti bisa, kata keramat itu seolah menjadi pengantar bagi semuanya untuk memulai permainan nya.
__ADS_1
Senyum simpul tercetak jelas dibibir para anggota Red One, julukan untuk kelima perempuan yang berada dibawah komando dari Putri Qeenanti pewaris dari Red Seamon, Nilam(Angel), Caca(Zero), Mira(Delta), Nina(Neo), Cita(Green).
________________________
Markas Besar
King Azlan
Shan berjalan dengan begitu tergesa gesa terus kearah depan, tidak diperdulikan lagi bahu yang terluka akibat benturan hebat yang dia alami beberapa saat yang lalu, dia terus melangkahkan kakinya dengan cepat.
Begitu melihat pintu ruangan yang menjadi tempat tujuanya, dengan sekali hentakan pintu itu langsung terbuka.
Bola mata Shan menatap semua orang yang mendominasi laki laki itu, secara perlahan dia menyeret langkahnya mendekati seorang laki laki yang tengah duduk di kursi single paling ujung tersebut.
"Azlan..."
Ujar Shan seraya menundukan kepalanya.
"Hah, kamu begitu terlambat, bahkan kamu datang dari arah pintu berbeda"
Pekik Arzu.
"Maaf.."
"Aku tidak tertarik dengan kata menjijikan itu, bicaralah apa yang ingin telinga ku dengar..."
Arzu sudah tidak dapat menahan amarahnya kali ini, baginya mereka sudah cukup bermain main dibelakagnya.
"Hmmm dari awal Gara memang hanya ingin bermain main dengan AR Grup karena ingin membuat kamu dalam kesulitan bukan, rasa dendam dimasa lalu membutakan mata hatinya, jadi kita salah menilai kalau Gara ingin memiliki semua aset AR Grup, melainkan dia ingin menghancurkan semua tanpa sisa"
Kata Shan.
"Tapi ternyata kamu begitu tenang dan hanya menganggap itu permainan perusahaan yang seolah menjadi hal kecil dimata kamu yang seketika membuat Gara begitu tidak terima dan murka karena usahanya begitu sia-sia"
"Tapi saat Gara bergerak bersama Black Baal, dia mendapatkan sesuatu hal yang bisa menekan kamu.."
Shan menatap kearah Arzu sebentar sebelum melanjutkan kalimatnya.
"Kenapa dia membakar Gedung Merah itu, karena dia tahu alasan kamu membangunya.."
Mendengar kalimat akhir yang dikatakan Shan membuat Arzu melempar pandangannya menatap laki laki itu.
"What.?!"
"Bukankah kamu membangun Gedung Merah untuk perempuan itu, calon istri kamu hmmm"
Yah
Bagaimana dia bisa tahu?.
Arzu merasa kalau dia sama sekali tidak perna mengatakan hal itu pada siapapun.
Bahkan Dikhal yang 24jam bersama dirinya dan orang yang diperintahkan mengurus pembangunan nya tidak tahu apa apa.
Tapi kenapa bajing.an itu bisa mengetahuinya?!.
Arzu mencoba mengingat ingat lagi, apa dirinya perna kelepasan bicara tapi rasanya tidak perna kecuali,.
__ADS_1
Gadis itu.?!