
🍂 ....!!!!! Episode sedikit panas mak.. yang dibawah umur jangan coba coba !!!!!.....🍂
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arzu mencoba meraih kesadaran nya saat merasakan tangan seseorang tengah menyentuh wajahnya.
Sentuhan yang begitu lembut dipermukaan kulit pipinya, mencoba meraba naik ke alisnya turun ke hidung turun lagi ke bibirnya dan berlama lama disana.
Dia fikir apa dirinya sedang dalam keadaan bermimpi saat ini, tapi rasanya begitu nyata terasa.
Antara sadar dan tidak dirinya mulai memaksa untuk terjaga tapi rasa sentuhan lembut dan hangat itu membuat dirinya ingin berlama lama tenggelam dalam tidurnya.
Tapi begitu mendengar suara lembut yang begitu tidak asing tengah berbisik di balik telinga nya.
Tidak kah kamu ingin bangun..
Sayang... bangun lah...
Secara perlahan Arzu mulai membuka bola matanya mencoba mengerjabkan nya untuk beberapa saat dari biasnya cahaya surya yang nampak menyeruak masuk kedalam melalui jendela kaca disisi sebelah kanan ranjang.
Terlihat dengan jelas seorang perempuan cantik tengah duduk dipinggir ranjang tempat tidurnya, dengan senyum manis yang terus mengembang yang tengah memandangi dirinya.
"Selamat pagi...."
Sapa Lily.
Sembari matanya tidak lepas menatap wajah bantal laki laki dihadapan nya tersebut, dia fikir dalam keadaan bangun tidur seperti inipun laki laki itu masih tetap terlihat tampan dan menggoda.
Tapi begitu melihat Arzu yang hanya diam sambil menatap kembali bola matanya, membuat dirinya menjadi salah tingkah.
Takut kalau kalau laki laki itu marah karna sudah lancang masuk kedalam kamarnya dan dengan berani mengganggu tidurnya.
"Tidak ingin bangun hmmm?"
Lanjutnya lagi seraya mengigig bibir bawahnya saat melihat tatapan tidak biasa milik Arzu.
"Aku fikir itu sebuah tawaran"
Hah.!
Dengan gerakan cepat Arzu menarik tangan Lily hingga masuk dalam pelukannya sampai membuat wajah mereka tak berjarak.
Yaaaakkkk
Tunggu.!
Sepersekian detik tangan kanan Arzu meraih tengkuk lehernya dan kemudian melesatkan ciuman di bibirnya.
Lily yang begitu terkejut dengan gerakan tiba tiba Arzu itu secara refleks tangannya menekan dada bidang laki laki itu mencoba untuk melepaskan ciumannya.
"Pak.. "
Dia fikir dia harus memberi tahu sesuatu hal terlebih dahulu pada laki laki itu, tapi siapa sangkah Arzu terus saja bergerak menggoda dirinya dengan ciuman panas miliknya.
Seolah tidak perduli Arzu terus bergerak mencium nya, sembari terus melum..at dan menye..sap bibir merah manis bak buah plum tersebut.
__ADS_1
Untuk sesaat Lily mulai mencoba menekan kesadaran nya, tapi godaan demi godaan yang di berikan Arzu membuat saraf motorik dirinya melemah begitu saja.
"Hmmm Arzu.. no.!
Pekik Lily.
Sesaat setelah dirinya berhasil melepaskan ciuman nya, bisa Lily lihat bola mata penuh gai..rah milik Arzu tengah menatapnya, seolah berkata bahwa dirinya tidak ingin diganggu kegiatannya.
"Bisa kita tunda dulu.. ada hal yang harus kita bicarakan"
Lily bicara sembari mengatur nafasnya yang masih memburuh.
Alih alih menjawab, laki laki itu tiba tiba membalikkan tubuhnya hingga terjatuh diatas ranjang.
Tanpa basa basi Arzu membawa tubuh sintal perempuan itu masuk kedalam kungkungan nya dan secepat kilat menyambar bibirnya kembali.
Yaaaaakk
Oh god.!
Dan pada akhirnya bibir mereka bergerak saling bertautan dengan begitu sempurna, Arzu begitu pandai menggodanya membawanya terus berlayar lebih jauh membuat dirinya benar benar merasa menggila.
Dia fikir bolehlah dirinya sedikit khilaf melakukan ini, dia begitu menikmati sesi ciuman panas yang di tawarkan laki laki itu.
Aahh.. aku benar benar bisa gila karena laki laki ini
Sepersekian detik bibir laki laki itu mulai bergerak kebagian bawah menyapu lembut mulai dari dagu hingga kulit lehernya, menyes..apnya hingga menimbulkan beberapa tanda merah disana dan lagi lagi dirinya tidak dapat menahan suara des..ahan nya.
"Hmmm.. Arzu.. aakkhh.."
Begitu mendengar des..ahan keluar dari balik bibir perempuan itu seketika Arzu menaikkan ujung bibirnya.
Goda Arzu dibalik telinga Lily sembari mengigit lembut ujung telinganya.
"Sayang.. stop.. itu membuat ku gila"
Arzu hanya mengulum senyum nya mendengar ucapan perempuan itu seperti rengekan manja baginya.
"Tidak sekarang sayang.. kamu milikku pagi ini"
Secara perlahan Arzu melu.mat bibir perempuan itu degan gerak lebih menuntut, menye..sap dan melum..at habis madu miliknya bahkan lidahnya terus bergerak menerobos masuk lebih dalam kerongga mulutnya dia fikir bibir ini benar benar membuat candu.
Dengan nakalnya tangan Arzu juga ikut begerak kemana mana, menyentuh dan merem.as beberapa bagian sensitif tubuhnya membuat Lily mesakan sensasi yang luar bisa tengah mengguncang has.rat bira.hinya.
Apalagi saat yang dibawah terus bergesek bersentuhan seiring gerakan mereka, bisa Lily rasakan sesuatu yang tiba tiba mengeras mencoba menekan miliknya.
Oh shi..t ini berbahaya, belum waktunya untuk melakukannya
Lily mencoba menekan kesadaran nya saat lagi lagi laki laki itu terus mengoda dan membakar gair.ahnya, alih alih perduli Arzu terus memancing nya masuk dan mengikuti permainan.nya
Bahkan saat ini bisa dirinya rasakan kacing kemejanya telah terbuka sempurna membuat pandangan mata lapar Arzu ingin melahap habis buah pualam miliknya.
No Arzu.!
Sepersekian detik Arzu menenggelam kan bibirnya disalah satu buahnya, dengan satu tangan meraup dan merem..as sebelah sisi satunya.
__ADS_1
Oh shi..t
"No sayang.. aakkhhh.."
Alih alih berhenti Arzu semakin melahap habis buah yang akan menjadi kesukaannya sebentar lagi, menye..sap dan mengu..lum pucuk merah mudah itu hingga membuat sang pemilik mengg..erang hebat seraya meremas rambut kepala Arzu menekannya lebih dalam ke da.danya.
Oh god.!
Dia melumpuhkan kelemahan ku..
"Pleasee.. stop.."
Dengan cepat kedua tangan Lily meraih wajah Arzu yang sudah berselimut kabut gai.rah menatapnya dengan penuh permohonan.
"No.. Ar.."
"Baby......."
"Ini terlalu jauh... kita akan sulit mengendalikan nya"
Lily tahu betul Arzu telah berada dipuncak yang siap menyerang nya, terlihat dari senjata tempur laki laki itu berdiri menekan miliknya sejak tadi.
Tapi dirinya jelas tidak mau terlalu jauh untuk bisa melakukan nya itu akan sangat beresiko untuk dirinya sendiri.
"Bukankah kita sama sama menginginkan nya?"
Ucap Arzu di tengah tengah menahan has.ratnya.
"Sayang please.. kita punya banyak waktu untuk itu hmmm, ada sesuatu yang harus kamu ketahui sekarang"
Lily berbicara seraya mengancing kan kembali kemejanya dia fikir sebelum laki laki yang masih berada di atasnya kembali menerjangnya lagi.
Mendengar ucapan Lily membuat Arzu menghela kasar nafasnya sembari meraup pelan wajahnya.
"Tapi bagaimana dengan ini?"
Tanya Arzu menatap pada senjata tempurnya yang masih berdiri mengeras di balik underwear.
"Aku fikir kamu terbisa menggunakan bantuan sabun cair"
Jawab Lily terkekeh geli.
Sontak saja Arzu membulatkan mata mendengar ejekan Lily saat ini, bisa bisa nya dia tidak mau bertanjug jawab.
Sedikit merapatkan tubuhnya pada perempuan yang dibawahnya dan mulai menjatuhkan kepalanya diceruk leher perempuan itu.
"Arzu jangan seperti ini, ini begitu membuat ku kurang nyaman"
Sambil mencoba bergerak mendorong tubuh Arzu agar menyingkir dari atas tubuhnya.
"Baby diam lah jangan bergerak gerak, aku sedang mencoba menahan senjata tempur milikku"
Gerakan Arzu yang mengendus ceruk lehernya yang tiba tiba membuat otaknya gagal berfungsi saat mendengar ucapan laki laki itu.
Senjata tempur
__ADS_1
Milikku...
Eh.!