
Selama Safira dan Anna berada disini, suara itulah yang setiap hari mengunjungi nya, apalagi dia selalu mengatakan hal hal yang tidak perna Ia mengerti akan maksud dari ucapanya itu.
"Kau, breng.sek.. lepaskan aku dari sini, hadapi aku kalau kamu memang laki laki, Hah!"
Ucap Safira dari balik pintu.
"Eeeesstthh.. kamu tahu sayang, aku begitu suka dengan gadis seperti kamu"
Jawab laki laki itu.
"Tapi sayang sekali.. belum saatnya kita bertemu meskipun aku ingin, jadi bersabarlah sebentar.. tapi satu hal yang harus kamu tahu begitu kita bertemu kamu sudah menjadi milikku"
Lanjut laki laki itu kembali.
"Iya.. bajing.an jangan bermimpi aku mau menjadi milikmu, keluarkan aku dari sini"
Laki laki itu hanya menarik ujung bibir sekilas setelah itu berlalu dari sana, tapi sebelum melewati pintu keluar dia berhenti sejenak, sembari berkata.
"Apa kamu sudah mendapat surat kuasanya, Sattan?"
"Sudah Tuan"
Jawab laki laki bernama Sattan.
"Hmmm.. siapkan acaranya besuk pagi dan pastikan jangan sampai gagal"
Ucap laki laki itu.
"Tapi tuan, bagaimana dengan Qee.. apa kita harus memberi tahunya"
"Tidak perlu.! ini menjadi rahasia antara kita berdua, lagi pula Qee sebentar lagi juga akan menikah, biar dia bisa fokus dengan pernikahan nya nanti"
"Baik tuan"
Laki laki melirik kearah Sattan sebentar, setelah itu berlalu dari sana meninggalkan laki laki itu dengan perasaan tidak menentu.
Kamu terlalu diselimuti dendam Cifer, bagaimana kalau Qee tahu rencana kamu?!
Kita bisa habis ditangan nya...
Sattan terdiam untuk beberapa waktu sambil sesekali memijat ujung pelipisnya setelah itu dia juga ikut berlalu dari ruangan tersebut.
......................
Ke Esokan Harinya..
Masih Di Castle Red Seamon
Pukuk 09.00
__ADS_1
Terlihat dua orang pelayan sedang memakaikan setelan jas pada laki laki yang menjadi tuan nya itu, nampak gagah dan tampan setiap mata memandang nya.
Tapi yakinlah semua penghuni tempat itu tidak mampu menatap tuan nya hingga lima detik, karena di detik berikutnya dia akan menjelma sebagai iblis yang begitu menakutkan.
Iya seperti namanya, Lucifer.!!
Kaki tangan dari Red Seamon, orang kedua yang mereka takuti setelah Quen Qeenan nya, mereka semua begitu tunduk dengan laki laki ini sebab siapapun yang membuat dia marah tanduk iblisnya akan keluar dan dia akan siap melahap habis orang yang telah membuatnya marah.
Laki laki itu memang begitu mengerikan bahkan tidak perna sekalipun anak buahnya melihat laki laki itu tersenyum, tapi saat mendapat kabar bahwa laki laki itu akan menikah hari ini, seketika membuat semua anak buahnya tercengang tidak percaya.
Bagaimana bisa iblis nomer satu di Red Seamon menikah, apa laki laki itu baik baik saja
Lalu siapa??.. siapa perempuan yang akan dinikahi tuan nya itu.
Beberapa pertanyaan itu membuat anak buahnya saling melempar pandangan tapi cukup dalam hati mereka sebab kembali lagi mereka tidak ingin tanduk iblis itu keluar dan melahap habis orang yang terlalu ikut campur sedengan urusannya.
"Selamat pagi tuan"
Sapa Sattan yang tiba tiba menyeruak masuk kedalam kamar pribadi tuannya itu.
Alih alih perduli dengan sapaan Sattan, Cifer malah berbalik bertanya.
"Bagaimana?
Iya.. Sattan tahu kalau tuan nya tidak menyukai basa basi, sejenak Sattan menghela nafasnya sambil menjawab.
"Semua sudah siap tuan, mereka sudah menunggu kedatangan anda"
"Dia sudah dipindahkan ke kamar sebelah tuan, sesuai dengan keinginan anda"
"Kerja bagus, pastikan semua menutup mulutnya.. bukan hanya dengan Qee tapi juga dengan Red One"
Ucap Cifer cepat.
"Baik tuan"
"Begitu acara selesai aku akan menemui Albi sebentar setelah itu aku akan menemui gadis itu, dan ingat saat itu terjadi jangan perna ada lagi yang menganggu urusan ku"
Kata Cifer dengan penuh penekanan.
"Iya, baik tuan"
Setelah itu Cifer mulai melangkahkan kakinya menuju salah satu ruangan yang telah disiapkan sebelumnya oleh Sattan atas permintaan dirinya.
Begitu masuk ruangan tersebut, nampak beberapa orang yang sejak tadi telah menunggunya, walau merasa sedikit kesal karena begitu lama menunggu tapi mereka hanya mampu berdiam tanpa berani membuka mulutnya.
Terlihat Cifer sudah berdiri didepan seseorang, dan siap untuk melakukan sesuatu ritual yang akan mengubah status kehidupannya kedepan.
Maafkan aku yang harus memilih jalan ini, semoga ada laki laki baik yang bisa menjaga kamu kedepan nya
__ADS_1
________________________
Disisi Lain....
Bola mata Lily menukik tajam menatap kearah Arzu sambil tangan nya tidak berhenti bergerak diatas kaki laki laki itu.
"Ar.. sudah yaa aku capek"
Baigamana tidak capek, kalau sejak tadi pekerjaan Lily hanya memijat kaki Arzu.
Alih alih mengerjakan sesuatu urusan perusahaan Arzu malah memintanya mengerjakan sesuatu yang bukan bukan.
Ish, menyebalkan.!
"Hm, lanjutkan pekerjaan kamu, perusahaan masih mentrasfer seratus juta perhari ke rekening kamu jadi terima saja dan turuti perintah dari aku"
Lily mencebik kesal hingga memukul keras kaki Arzu, laki laki itu hanya diam.
Dia hanya milik sekilas sambil menarik ujung bibirnya.
Kalau kamu perempuan lain sudah pasti aku akan pura pura kesakitan
Tapi sepertinya itu bukan tenaga asli kamu
Ah.. jadi ingin tahu bagaimana rasanya melawan pasangan sendiri.?
"Aku sudah tidak membutuhkan lagi gaji sebesar itu, lebih baik kembalikan saja seperti sebelumnya"
Pekik Lily kesal, bahkan Arzu berbicara tanpa mau menatapnya, laki laki itu sibuk dengan sebuah labtop dipangkuannya saat ini.
"Mana bisa seperti itu, ingat kamu sudah menandatangani kontraknya"
Cih, kontrak melulu dari kemarin alasannya, kalau begitu lebih baik aku musnahkan itu kertas kontraknya..
Seketika Lily berdiri dari duduknya membuat kaki Arzu yang berada dipangkuan Lily jatuh begitu saja hingga laki laki itu terkejut.
"Hei, mau kemana kamu?"
Lily tidak menjawab, di melangkahkan kakinya kemeja kerja Arzu.
"Sayang, kamu cari apa?"
Tanya Arzu saat melihat perempuan itu mengobrak abrik laci meja kerjanya.
Cih, Sayang..
Sejak kapan kamu meminta ku jadi kekasih kamu?
"Kamu harus tanya ke Dikhal kalau yang kamu cari kontrak kerja itu"
__ADS_1
Ucap Arzu kemudian.
Ah Sial.. bagaimana dia bisa tahu