BiRahi Cinta Milikku

BiRahi Cinta Milikku
I Love You


__ADS_3

🍂 Yang Panas.. Yang Panas.. Dilarang Baper Yaa Makkkk....🍂


...----------------...


Seketika Arzu mengembangkan senyumnya saat gadis itu berkata bahwa dia akan memikirkan panggilan yang sesuai untuk dirinya.


Laki laki itu kemudian menatap kedua bola mata indah perempuan yang berada didepannya tersebut, indra penciumannya pun merasai aroma wangi sabun yang menguar dari balik tubuh perempuan itu.


Dia fikir berapa hari lagi untuk dirinya melebeli perempuan ini sebagai miliknya?!


dan Arzu sudah tidak sabar menantikan hari tersebut.


"Bisa aku mendengarnya sekarang"


Laki laki itu berbicara sambil sebelah tangannya meraih pinggang Lily dan yang satu dibiarkan menjuntai di samping paha putih milik perempuan itu.


"A..apa?"


Lily terlihat gelagapan saat Arzu merapatkan tubuhnya lebih dekat hingga kulit lembut nan dingin nya bersentuhan langsung dengan kulit Arzu.


"Panggilan itu?"


Dengan lembut Arzu mengusap punggung paha perempuan itu.


"A..aku hmmm..


Lily merasa tubuhnya meramang seketika.


"Aku apa hmmm?"


Terlihat seringai licik dibalik bibir Arzu, saat melihat perempuan didepannya sudah terpancing oleh pebuatannya.


Laki laki itu semakin mengerakan tangannya keatas kebawah memberi sensasi usapan begitu lembut dan hangat.


Bahkan sedikit lagi rasanya tangan kokoh itu menyentuh bongkahan indah area belakang milik perempuan tersebut.


Lily menggigit kuat kuat bibir bawahnya, saat merasakan tubuhnya tiba tiba meremang oleh sapuan lembut yang Arzu berikan, bahkan sikunya sampai menahan di kedua pundak laki laki itu sebab Ia sudah tidak dapat menahan gejolak yang saat ini menyerang tubuhnya.

__ADS_1


"Hmmm..."


Gumam Lily saat tangan Arzu merem.as kuat bokongnya untuk beberapa waktu.


"Say it, Baby.."


Bisik Arzu dibalik telinganya sambil memberikan gigitan kecil disana.


"Ar..zu... hmmm"


"Yes Baby... keep saying"


"Arzu.."


Suara lembut milik Lily yang terdengar lembut di indra pendengarannya membuat Arzu tidak dapat berkompromi lagi dengan keadaan.


Laki laki itu langsung menggendong Lily membawanya keatas ranjang begitu saja.


Dan tanpa basa basi Arzu langsung bergerak menyerang perempuan itu, menyentuh dan mencumb.unya dengan begitu menggebu gebu.


Apa dirinya sudah tidak dapat menahan bira.hinya hingga hari itu tiba?!


Oh god


Ini rasanya begitu sayang untuk dilewatkan bukan.?!


Sejenak Arzu menatap perempuan yang berada dalam kungkungan nya itu, dia terlihat mengatur nafasnya yang naik turun sejak tadi.


Sepertinya keadaan perempuan itu juga sama dengan dirinya, ingin melepaskan has.rat tapi hati kecilnya masih tersimpan keraguan.


Bahkan bisa dibuktikan kalau saat ini senjata tempur miliknya sudah menunjukan tanda tanda kehidupan saat menyentu bagian sensitif yang telah polos tanpa penghalan itu.


Arzu fikir kalau sampai gagal menembak kali ini bisa dipastikan kepalanya akan berdenyut pusing hingga berhari hari seperti yang sudah sudah.


"Baby hmmm, I want you?"


Suara berat Arzu menandakan dia akan menuntaskan malam ini juga.

__ADS_1


"Hmmm"


Lily yang masih dipenuhi has.rat itu hanya bergumam pelan tanpa tahu apa yang dikatakan Arzu saat ini.


Tapi begitu gumaman itu keluar mendadak dia terkejut saat bathrobe nya tersingkap dan tahu tahu kepala Arzu sudah tenggelam dalam kenikmatan surga.


Oh shi.t


eeeessstthh... hmmm... dia begitu gila saat seperti ini


Oh.. sayang..


Batin Lily dengan mengulum bibirnya dengan kuat, menahan agar suara des.ahan nya tidak keluar begitu saja.


Hingga tahu tahu Arzu sudah bergerak turun kebawah dan menenggelam kan kepalanya didalam sana, membuat Lily secara refleks memundurkan tubuhnya, tapi seketika Arzu langsung menahannya.


"Oh.. Arzu.. aakkh


Suara desa.han Lily keluar begitu saja, dia merasakan bahwa tubuhnya bergetar hebat karena baru pertama kali merasakan sensasi luar biasa dibawah sana.


Bahkan dia fikir gerakan Arzu dibawah sana semakin lama semakin merasa ada jutaan kupu kupu yang terus mengelitik dirinya.


Hingga beberapa saat kemudian Lily merasa ada sesuatu yang akan keluar dari dalam sana, Lily menatap Arzu sebentar dengan nafas yang tertahan.


"Sayang... aku.."


Arzu menatap wajah Lily sebentar, seolah tahu apa yang di perempuan itu, dia semakin mengerakan lidahnya keluar masuk didalam sana dan sepersekian detik kemudian sesuatu benar benar tumpah dibawah sana, Lily telah mencapai pada pelep.asan pertamanya.


Arzu tersenyum lembut menatap bahagia wajah berselimut bira.hi tersebut, secara berlahan Arzu merangkak naik diatas tubuh Lily melesatkan ciuman dikeningnya dan berkata.


"I love you.."


...----------------...


Lanjut... apa gak.. hehe..


Mau amboxing sekarang apa pas halal nih.. kasih koment dan like yaa makkk...

__ADS_1


__ADS_2