BiRahi Cinta Milikku

BiRahi Cinta Milikku
Emosi Di Pagi Hari


__ADS_3

Menjelang pagi bumi masih setia dengan suasana gelapnya, apalagi sang kabut juga terlihat menemani menambah hawa dingin hingga mampu menembus sampai ketulang.


Dengan rutinitas wajib seperti biasa membuat dua perempuan yang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya harus rela menggigil saat bertemu si dingin pada pagi ini.


"Gila anjaaaaiii.. ini dingin banget heeemm"


Pekik Mira dengan tangan kanan memegang setir motor dan yang kiri mendekap erat tubuhnya.


Sedangkan penumpang yang berada dibelakangnya nampak biasa saja tanpa perduli pekikan temannya tersebut.


"Kenapa gak pergi naik mobil aja sih,,, ish kalau udah begini jadi pengen begituankan gue"


Begitu mendengar ucapan Mira dengan gerakan cepat Lily membenturkan helm nya kearah depan membuat Mira terkejut hingga sedikit membuat oleng kendaraannya.


Oh shi.t


Umpat Mira.


Haaaasss kenapa harus pakek tenaga banget sih.. aduh kepala gue


Tanpa berani lagi mengeluarkan suaranya Mira mempercepat laju kendaraannya, hingga setengah jam kemudian mereka telah sampai diperusahaan.


Sesaat kemudian Mira dan Lily terlihat berjalan beriringan dengan sesekali membicarakan sesuatu kadang juga mereka saling menjaili satu sama lain.


Hingga tanpa sadar mereka berdua sudah berada didalam lobby perusahaan, dengan terpaksa mereka memisahkan diri dengan Mira yang meyeret langkahnya menujuh arah belakang sedangkan Lily menuju kelantai dua.


Begitu sampai diruangnya, Lily terlihat mengerutkan keningnya saat melihat seseorang tengah duduk dimeja kerjanya sambil fokus menatap layar komputernya.


Dia fikir apa itu orang yang selama ini menggantikan dirinya, tapi kenapa masih disini.


Bukankah seharusnya dia sudah harus dipindahkan karena sekarang dirinya sudah mulai aktif kembali.


Apa dia tidak tahu atau jangan jangan bosnya belum memberi tahu?!.


Iish menyusahkan sekali


"Selamat pagi"


Begitu mendengar sapaan dari dirinya membuat perempuan yang tengah duduk tersebut seketika mengangkat wajahnya.


"Eh mbak Lily... hmmm pagi juga mbak"


Jawab perempuan tersebut sambil beranjak dari duduknya.


"Kamu mengenal saya"


"Iya mbak.. kan saya yang disuruh mengantikan posisi mbak disini, apa ada yang bisa saya bantu atau mbak Lily sedang membutuhkan sesuatu?"


Yah.


Kenapa malah bertanya seperti itu, bukankah ini tempatnya lalu kenapa dirinya seolah olah seperti tamu disini


"Apa bu Ika belum memberitahu kalau aku sudah kembali lagi kesini"


Alih alih menjawab ataupun pindah dari mejanya perempuan itu tampak mengulumkan senyum nya sambil menatap dirinya.


Lily yang melihat itu seketika mengerutkan keningnya untuk beberapa saat.

__ADS_1


"Kenapa harus kembali lagi mbak, kan sekarang mbak Lily sudah menjadi sekretaris pribadi Presdir kan"


Jawab perempuan tersebut.


"Aku fikir kamu salah paham, aku hanya sementara menjadi sekretaris pribadi Presdir sampai..


Kata kata Lily tertahan saat mendengar suara gaduh dari arah belakang yang begitu heboh, bahkan beberapa karyawan sampai terlihat panik untuk berapa saat.


Ada apa sih.?


Begitu Lily mengalihkan pandangannya matanya membulat sempurna saat melihat Arzu bersama beberapa orang dibelakanya dia fikir kenapa dia disini.


Ah Lily begitu bodoh inikan perusahaan miliknya jadi wajar lah kalau dia kesini


Tetapi ini sedikit tidak biasa karna yang sering datang kesini itu Nona Safira adik presdir, bukan laki laki nomer satu ini.


Apa karena masalah pembangunan proyek itu, tapi..


Disaat fikiran nya melalang buana kemana mana, dia sampai tidak menyadari kalau saat ini Arzu berada didepannya dengan sorot mata tajam menatap dirinya.


Bahkan beberapa karyawan tengah berbisik bisik yang entah apa yang mereka ucapakan, apalagi saat ini mereka melihat subuah adegan yang membuat mereka menahan nafas.


Presdir menatap seorang perempuan bahkan sepertinya begitu menikmati wajah perempuan itu,


Apa jangan jangan presdir ada hubungan khusus dengannya


Dan seketika ruangan menjadi sunyi senyap, tidak ada orang yang berani membuka suaranya bahkan bernafaspun mereka begitu hati hati takut kalau nafasnya bisa terdengar ditelinga presdir.


Lily yang masih diam sambil menggigit jarinya itu seolah tidak terganggu dengan semua orang tengah menatap dirinya, bahkan Dikhal sampai berdecak kesal melihat tingkah perempuan itu yang sudah menyulitkan pekerjaannya akhir akhir ini karena perintah tuannya.


"Mbak.."


"Hmmm"


Seolah tidak terganggu Lily masih sibuk dengan fikirannya.


"Mbak Lily.."


"Ada apa?"


Tanya Lily seraya menatap perempuan itu, Alih alih menjawab perempuan itu menggerakan kepalanya kearah depan begitu saja.


Lily yang mencoba memahami apa yang dilakukan perempuan yang berada disampingnya seketika menelan salivanya.


Iya.. dia baru sadar kalau saat ini suasana begitu sepi dan hening, dia fikir apa jangan jangan..?!.


Begitu dirinya melempar pandangannya kedepan dan,


Deg


Ommo..


Hiiii.. suasana macam apa ini, sejak kapan dia berada disitu dan iiish.. kenapa dia selalu menatap seperti itu.. dasar singa


"Sedang apa kamu disini?"


Arzu terlihat sedang menahan diri saat ini, entah kenapa dia juga tidak tahu tapi dia terlihat tidak menyukai saat Lily tidak berada didekatnya seperti biasa.

__ADS_1


Apalagi perasaan aneh yang selalu dia rasakan akhir akir ini saat berhubungan dengan Lily, dia fikir semakin kesini semakin dirinya ingin mengklaim bahwa perempuan didepannya saat ini adalah wanitanya.


"Saya mau bekerja Pak"


Ah sial.. Arzu lupa kalau perempuan inikan bekerja disini


Untuk sesaat Arzu benar benar merutuki dirinya sendiri atas pertanyaan konyol yang dirinya lontarkan.


Tapi secepatnya Arzu menguasai diri lalu kemudian melirik Dikhal yang berada disampingnya seolah berkata bahwa dirinya membutukan bantuannya saat ini.


Dikhal yang paham dengan situasinya saat ini hanya menaikkan ujung bibirnya seraya menggelengkan kepalanya pelan.


Cih, kenapa tiba tiba anda menjadi bodoh seperti ini tuan


"Maksud Presdir kenapa Nona sudah berada disini, bukankah Nona sekretaris pribadi Presdir, seharus Nona selalu berada disamping beliau bukan"


Mendengar ucapan asistenya membuat Arzu menaikkan ujung alisnya seraya tersenyum menyeringai.


Berbeda dengan Lily yang terlihat membulatkan matanya tidak percaya dengan kata kata Dikhal barusan.


Yah.!


Apa apaan dia ini, bukankah kemarin dia bilang pekerjaanya sudah selesai kenapa sekarang seolah olah dirinya yang terlihat salah disini.


Dasar srigala kurang ajar, bisa bisanya dia bicara seperti itu didepan semua orang


Belum sempat menjawab ucapa Dikhal, laki laki itu kembali berbicara lagi.


"Ini peringatan pertama dan terakhir untuk anda, saya ingin kedepanya hal seperti ini tidak akan ada lagi"


Setelah berkata begitu, Dikhal membawa presdir menuju keruangannya meninggalkan Lily yang saat ini tengah menahan emosinya.


Dia merasa kenapa hari ini begitu sial untuk dirinya, bahkan terasa sangat memalukan saat laki laki itu berbicara didepan seluruh karyawan.


Aaaaaaaaa mau ditaruh mana muka ku saat ini


Beberapa detik kemudian terdengar ponselnya berbunyi. Clik


"Hallo.."


"Apa kamu akan diam seperti orang bodoh disitu sampai jam kerja selesai"


Apa.?!


"Masuk keruangan ku sekarang juga"


Dengan perasaan yang tertahan Lily mencoba beberapa kali menarik nafasnya untuk meredam emosi saat ini dan sepersekian detik kemudian dengan cepat Lily menyeret langkahnya menuju ruang presdir.


...----------------...


🍃 Pagi yang panas dapat salam dari Nona cantik...🍃



...Visual Lily / Qee...


Jangan lupa tinggalin LIKE dan VOTE yaa mak.. biar author semangat nulisnya.

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏🙏🙏.....


__ADS_2