
Kembali Ke Masa Lalu....
10 Tahun Yang Lalu
Begitu mendengar kabar kalau kedua orang tuanya telah meninggal dunia, secepat kilat Lily bergegas meninggalkan halaman kampus tempat dia menempuh pendidikannya.
Bibi nya berkata kalau kedua orang tuanya meninggal karna kecelakan beruntun yang menewaskan kurang lebih 10 orang termasuk mama dan papanya.
Mengabaikan jam kelas mata kuliah yang akan segera di mulai, dengan dosen yang cukup terkenal killernya itu benar benar tidak Lily perdulikan, yang difikirannya saat ini hanya bagaimana dia bisa sampai ke Surabaya secepat mungkin.
Dengan tubuh yang bergetar dan jutaan rasa yang tidak bisa diungkapkan, dia masuk ke dalam mobil trevelnya dan sepersekian detik kemudian mobil itu mulai bergerak meninggalkan terminal giwangan yogyakarta menuju kota Surabaya.
Perjalan yang cukup memakan waktu hampir kurang lebih 8jam akhirnya bisa dia lewati dengan hati yang benar banar hancur dan terluka.
Baginya ini seperti mimpi, baru minggu yang lalu dirinya bertukar kabar dengan kedua orang tuanya, bahkan dalam waktu tiga hari kedepan dia berencana akan pulang karna sudah begitu rindu dengan mereka termasuk si bungsu kesayangan nya.
Tapi malah kini dia harus pulang dengan situasi dan kondisi seperti ini, bukankah ini begitu menyakitkan untuknya, kedua orang tuanya secara bersaman meniggalkan dirinya dan si bungsu.
Bagamana bisa, apa ini nyata untuk dirinya bahkan dirinya tidak mempunyai firasat buruk sedikitpun akan hal ini.
Begitu Lily masuk kedalam rumah sakit dia langsung menuju dimana tempat kedua orang tuanya berada.
Dari kejauhan nampak sang bibi tengah berdiri menatap dirinya yang telah mengetahui kedatangannya, dengan derai air mata sang bibi merentangkan tangannya meminta agar dirinya masuk kedalam pelukannya.
Sepersekian detik tangisannya pecah begitu saja dalam dekapan sang bibi, mengeluarkan semua air matanya yang sejak tadi dirinya tahan.
Seolah pelukan ini menjadi penguat satu sama lain dan berharap saat dirinya akan bertemu dengan kedua orang tuanya dalam kondisi yang sudah tidak bernafas dia sudah dalam keadaan lebih baik.
"Sayang.. hidup dan mati adalah miliknya kamu harus bisa mengikhlas kan semuanya hmmm"
Sesaat setelah menumpahkan semua air matanya, secara perlahan Lily mulai masuk kedalam ruangan dominan berwarna putih tersebut, bisa dilihat dua orang yang begitu dirinya cintai sudah dalam keadaan tertidur dengan damainya diatas bangkar.
Dan lagi lagi air matanya kembali keluar begitu saja.
Mama.. Papa.. Kakak pulang.. apa tidak ada pelukan selamat datang hmmm
Seolah menolak percaya apa yang saat ini dirinya lihat, tapi kenyataannya dua orang yang dalam keadaan tertidur itu memang wajah kedua orang tuanya.
Sejenak dia memejamkan kedua bola matanya dengan beberapa kali menarik nafas panjangnya
Baiklah dia harus mulai mencoba menerima keadaan dan menguatkan diri.
Dia fikir iya dia harus kuat... karna dia seorang kakak dan pastinya si bungsu pun akan jauh lebih terluka dari dirinya dengan kejadian ini.
__ADS_1
Dia harus bisa.. harus..
"Apa pemakaman nya sudah siap semua Bibi?"
Tanya nya pada Bibi Rani (adik dari ayahnya) yang sejak tadi berdiri dibelakang dirinya.
"Semua sudah dipersiapkan oleh Nilam (anak bibi Rani)"
Jawabnya.
"Dimana Niah.. apa dia baik baik saja?"
"Hmmm i..itu..
Mendengar ucapan ragu dari bibi Raninya membuat Lily mengerutkan keningnya untuk beberapa saat.
"Kenapa.. apa ada sesuatu?"
Tanya Lily seraya menelisik bola mata sang bibi yang seperti menyimpan sesuatu didalam sana.
"Bibi tidak bisa mengatakan nya.. kamu bisa melihat sendiri bagaimana nanti keadaannya"
Jawabnya dengan jantung yang berdegub dengan kencang.
Bibi harap kamu tidak akan menjadi seperti mendiang ayahmu setelah mengetahui semuanya Qee
Masih Di Masa Lalu...
Setelah Pemakaman selesai
Apartemen Bibi Rani
Surabaya
Setelah mendengar penjelasan dari bibi Rani nya seketika membuat Lily membeku, begitu kaku, bahkan rasanya ingin seluruh dunia ini mengigil kedinginan dengan apa yang dia rasakan saat ini.
Adik kamu hamil karna diperkosa, mama dan papa kamu tahu akan hal itu, tapi mereka berdua tidak mau memberi tahu kamu karna tidak ingin mengganggu perkuliahan kamu.
Kejadian itu membuat mental adik kamu hancur psikisnya rusak dan itu membuat pukulan telak untuk kedua orang tuamu
Diam diam papa kamu mencari tahu siapa orangnya tapi dia begitu kesulitan karna sepertinya orang itu mempunyai akses yang begitu tinggi, butuh waktu yang cukup lama untuk papa kamu mengetahui siapa laki laki itu.
Dan sampai akhirnya papa kamu berhasil mengetahui nya walaupun sedikit dengan bermain.
__ADS_1
Tapi naasnya papa kamu tidak tahu dengan siapa dia tengah bermain sehingga pada akhirnya hari duka ini harus terjadi.
Sejenak dia memejamkan kedua bola matanya untuk beberapa waktu mencoba memberi tekanan pada kedua pelipisnya.
Pusing.!
Dia bingung harus bersikap seperti apa, ini begitu diluar pemikirannya, dalam waktu kurang dari sehari dia sudah mendapat informasi begitu luar bisa yang tidak perna dia duga.
Bahkan selama ini hidup nya begitu tenang lurus dan lempeng lempeng saja, tapi kenyataannya berbanding terbalik seperti yang dia rasakan.
Oh god
Ini benar benar tidak dapat diterima oleh akal sehat ku
Secara perlahan dia mulai memperbaiki duduknya, menatap sang bibi yang sejak tadi menunggu apa yang selanjutnya mereka lakukan.
"Baiklah.. pertama tama kita harus mengembalikan kondisi Niah sampai pulih dan pastikan baby nya dalam keadaan baik baik saja"
ucap Lily serius.
"Kamu yakin.. Bibi fikir itu tidak akan berhasil mengingat dia beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya"
Dia tahu betul seperti apa kondisi keponakannya karna dalam beberapa minggu ini dirinya lah yang disuruh mendiang sang kakak untuk mengawasi secara intensif.
"Bibi tidak perlu khawatir.. aku mempunyai teman psikolog yang bisa membantu nya, nanti aku akan menyuruhnya untuk tinggal di mansion utama"
"Hmmm baiklah tapi bagaimana dengan laki laki itu"
Ucap bibi Rani.
"Kita lihat saja sampai dimana laki laki sampah itu berulah asal tidak mengganggu aku fikir bukan masalah"
Alih alih menjawab bibi Rani hanya mengangguk kan kepalanya pelan.
"Dan yang kedua.. aku minta hapus seluruh data diriku dan Niah dari mata dunia.. begitu baby nya lahir aku akan keluar dengan identitas yang baru"
Sorot mata keyakinan nampak jelas menyelimuti pandangan Lily, sudah cukup menurutnya dengan semua beban berat yang dirasakan oleh adik kesayangannya.
Untuk masa depan dan selanjutnya dirinya lah yang akan menjadi perisai untuk sang adik demi meraih semua mimpinya.
"Begitu aku muncul keluar aku harap tidak ada yang manggil aku Qee lagi"
Begitu menyeselaikan ucapannya Lily langsung melesat pergi meninggal kan bibi Rani seorang diri dengan berbagai macam perintah dari sang keponakan.
__ADS_1
Bisa dilihat ucapannya selama ini benar adanya bahwa keponakannya akan berubah menjadi pribadi seperti kakak nya.
Walau sedikit ada rakut tapi dirinya yakin sisi tenang dalam menghadapi semua permasalahan yang dilihat dari keponakannya, sudah menjadi angin sejuk untuk dirinya, itu berarti keponakannya juga mewarisi sifat lemah lembut dari kakak iparnya.