BiRahi Cinta Milikku

BiRahi Cinta Milikku
Pendekatan


__ADS_3

Setelah beberapa waktu, pada akhirnya Lily dan Arzu sampai lah di jakarta, walau sempat ada sedikit perdebatan dari keluarganya, tapi Lily mampu menyakinkan meraka kalau ini adalah perjalanan terahkhir dan setelah itu dia akan keluar dari perusahaan AR Grup.


Begitu mobil jemputannya tiba, Lily dan Arzu segera saja masuk dan melaju pergi keluar bandara.


"Apa kamu sudah mendapat kabarnya lagi"


Tanyanya pada Dikhal.


Iya.. sang asisten setia dari pemilik AR Grup, Dikhal Bagandi


Mereka berdua memang sulit untuk dipisahkan bak sepasang sandal dimana ada sebelah kiri disitu juga ada sebelah sisi kanan.


"Belum Tuan, tapi kita telah mendapatkan sesuatu mungkin nanti bisa tuan lihat sendiri"


"Kamu harus cepat menemukannya Kal, aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padanya"


Lily yang sejak tadi mendengar obrolan kedua laki laki tersebut, membuat dia menyadari soal sesuatu.


Apa sejak tadi yang mereka bahas soal gadis itu, Safira


Ah, iya aku lupa menanyakan kabar gadis itu pada cifer.. semoga laki laki mengerikan itu tidak berbuat sesuatu diluar akal sehatnya


"Kita langsung ke mansion utama"


"Baik tuan"


Mendengar mansion utama dari mulut Arzu, dengan segera Lily melemparkan pandangan nya pada laki laki tersebut.


Yah


Kenapa ke mansion utama, lalu aku bagaimana?


Sebenarnya kenapa aku harus ikut, memang ada hal penting apa sampai membawaku juga kesini.?!...


"Pak"


Cih, lagi lagi dia memanggilku seperti itu


"Sebenarnya kenapa saya harus ikut, kan sudah ada pak Dikhal, jadi Bapak tidak membutuhkan saya bukan?"


Tanya Lily ragu ragu.


Alih alih menjawab Arzu memilih memejamkan matanya barang sejenak.


"Pak kenapa.."


"Diam.. dan jangan banyak bertanya"


Laki laki ini kenapa sih?


tadi bersikap manis saat masih berdua, sekarang jadi ketus lagi begini


Cih, dasar Singa gila


Dan pada akhirnya Lily mengulum bibirnya kuat kuat, dia sudah lelah menghadapi sikap bunglon yang Arzu miliki.

__ADS_1


Lebih baik dirinya mengiyakan perintah laki laki itu, hmmm sepertinya memang benar, tidur adalah suatu hal yang lebih baik dari pada harus berdebat dengan laki laki singa.


Begitu mobil Arzu masuk kedalam mansion utamanya, Dikhal mulai bergerak turun mobil lebih dulu setelah itu membukakan pintu untuk Arzu.


"Silakan tuan"


"Hmmm"


Begitu Arzu turun Dikhal melirik sebentar keara perempuan yang sejak tadi tidak terusik didalam mimpinya.


"Jaga pandangan mu, bodoh"


Pekik Arzu yang seketika membuat Dikhal menciut dan menundukkan kepalanya.


"Apa perlu saya bangunkan tuan"


"Tidak perlu biarkan saja dia"


Seolah mengerti yang diucapkan tuannya, Dikhal mendunundukan tubuh dengan niat hati ingin menggendong perempuan tersebut.


Tapi siapa sangkah tiba tiba kera jasnya ditarik begitu keras hingga membuat Dikhal hampir terjungkal kebelakang.


"Kamu mau mati, Hah... minggir"


Kenapa anda jadi overprotektif seperti ini, apa anda sudah menjadi buncin dengan nona Lily


"Maaf tuan"


Arzu bergerak cepat meraih tubuh Lily dan membawanya menuju kamar pribadinya.


Sedangkan Dikhal hanya menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya.


Secara perlahan Arzu membaringkan tubuh Lily diatas ranjang king size miliknya tersebut, ini baru pertama kali dia membiarkan seseorang menyentuh dan menggunakan kasur tidurnya.


Arzu fikir memang saat ini benar benar sudah gila, bahkan begitu gila hingga mengilai sosok perempuan cantik yang berada dihadapannya saat ini.


Alih alih membiarkan Lily mendapatkan jam istirahatnya, Arzu malah enggan beranjak dari sana, dia merasa memandangi wajah cantik perempuan ini membuat lelahnya hilang seketika.


Kamu tahu sayang.. tadir memang sulit untuk ditebak


Ternyata kalau memang jodoh, kita akan dipertemukan dengan cara yang begitu tidak terduga


Dan pada akhirnya Arzu memutuskan merebahkan tubuhnya disamping Lily dengan memeluknya perempuan itu begitu erat.


Hingga untuk sesaat Lily mengeliat pelan tapi tidak terbangun, kemudian Lily merapatkan tubuhnya dan masuk lebih dalam dalam dekapan Arzu.


Hingga keduanya sama sama masuk kedalam peraduan mimpi yang begitu indah.


Beberapa waktu kemudian Lily membuka matanya pelan, rasanya ada sesuatu yang berat menimpah dirinya.


Lily fikir bukankah tadi dia sedang tidur tapi kenapa...


Hah.! Kenapa ada tangan dan..


Lily menatap disekelilingnya.

__ADS_1


Kamar.!


Tapi kenapa disini?


Eh.. tunggu dulu (kembali ketangan)..


ini tangan siapa dan..???


Begitu Lily membalikan tubuhnya seketika matanya terbelalak.


Hah.! Arzu


Tidur.. disebelahku.. bersamaku..


tapi bagaimana bisa?


"Pak"


Menusuk pipi Arzu.


"Bapak bangun"


Yang masih menusuk pipi laki laki itu.


Nampak Arzu mengeliat pelan, tapi dia masih tetap tidur.


Lily mulai tidak sabar, karena merasa kantong kemihnya yang sudah begitu penuh dan saat ini dia membutuhkan kamar mandi dengan segera.


"Pak bangun saya sudah gak tahan ini?"


Mendengar ucapan Lily seketika Arzu membuka matanya cepat.


"Tidak tahan?"


Dengan mata yang memicing.


"Hmmmm"


Lily menganggukan kepalanya pelan.


Seolah sedang terkena hipnotis Arzu mempererat pelukanya dan menyerukan kepalanya ke dalam leher jenjang Lily.


Yah


Kenapa semakin erat begini sih, aduh aduh iissshh


"Pak"


"Apa kamu begitu tidak sabar hmmm"


"Hah.. maksudnya?"


Seru Lily yang terlihat bingung dengan ucapan Arzu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


🍂Maafkan Author Yang Gagal Fokus Hari ini Yaa Makk..... Tapi Mohon Dukungannya Selalu🍂


💙💙💙 Untu Para Readres


__ADS_2