
"Dimana Safira?"
Arzu memang sudah beberapa hari tidak bertemu dengan sang adik, tapi dia masih tetap bertukar kabar dengan gadis itu.
Tapi sejak tadi pagi sampai sekarang dia belum mendapat kabar darinya, bahkan saat ini fikiranya mulai tidak bisa berfikir dengan baik.
Takut jika Safira akan dijadikan alat berikutnya oleh Black Baal untuk menekan dirinya.
Dikhal yang mendengar pertanyaan dari King nya seketika menyadari sesuatu.
Ash.. Sial, kenapa aku bisa melupakan gadis kecil itu
Dengan cepat Dikhal meraih ponselnya, mencoba menghubungi seseorang disana, sebelum king nya menyadari bahwa dirinya juga belum mengetahui dimana gadis itu.
Satu kali
Dua kali
Tiga kali
Masih belum tersambung juga, dan sialnya disambungan berikutnya tidak ada respon sama sekali dari ponselnya.
Oh shi.t, dimana kalian?
"Kal..?"
"Maaf King.. masih dalam pencarian saya"
Arzu mendengus kesal dan menatap tidak percaya pada laki laki kepercayaan nya itu, bagaimana dia bisa menjadi sebodoh itu akhir akhir ini.
Dua kali Dikhal kehilangan fokus saat memprediksi situasi dan itu membuat dirinya begitu kecewa dan sekarang.
Hah.! sepertinya setelah masalah ini selesai kamu harus cuti Kal
"Kalian.. cari Safira sekarang juga, aku mau gadis itu berada disini sebelum matahari muncul"
Pekiknya kepada ketiga laki laki bawahan nya yang berada diruangan tersebut.
"Baik King"
Dan ketiga nya langsung melangkah keluar ruangan begitu saja setelah sebelumnya menundukan kepalanya kepada Arzu.
Dengan tubuh yang masih dikuasai dengan aura negatif, Arzu menatap Dikhal begitu geram bahkan kedua bola matanya seperti sanggup menembus jantung Dikhal saat ini juga.
"Kal pastikan kali ini tidak ada kebodohan untuk ketiga kalinya, atau aku akan membunuhmu"
Kata Arzu dengan penuh penekanan.
"Maaf King"
Dikhal hanya mampu menundukan kepalanya.
"Cih buang kata menjijikan itu, Hah.!"
Pekik Arzu tidak suka.
"Aku ingin membuat kunjungan ketempat Black Baal, jadi persiapkan segalanya"
__ADS_1
Lanjutnya lagi, yang dijawab anggukan oleh Dikhal yang langsung melesat menjalankan perintah tuannya.
Shan seketika menatap tidak percaya pada ucapan sepupunya itu, apa ini waktunya, Gila.
"Apa kamu yakin mau bergerak sekarang Azlan"
" Aku hanya ingin berkunjung Yama, kenapa kamu begitu panik seperti itu"
Ujar Arzu dengan begitu santai, secara perlahan dia menyesap minuman miliknya.
"Yah.. seperti aku tidak tahu saja definisi kunjungan menurut King Azlan Luches itu seperti apa?"
Seketika Arzu tergelak cukup keras sampai mendonggakan kepalanya.
"Hahaha.. kamu terlalu berburuk sangkah, tapi itu bagus juga bukan, sudah saatnya kamu menunjukan taring kamu, Paman?"
Ujar Arzu semabari menaikkan ujung alisnya.
"Cih, berhenti dengan panggilan menjijikan itu, aku bukan Paman kamu"
Memang tidak ada yang salah sebetulnya dengan panggilan itu, hanya saja Shan tidak terbiasa sebab sejak kecil mereka tumbuh bersama sama, walau silsilah keluarga mengatakan bahwa dia memang paman Arzu, tapi Shan lebih suka dianggap saudara olehnya.
Tapi saat satu kenyataan yang Arzu terima saat dirinya menginjak masa remaja, bahwa dia bukan anak kandung dari uncle Ramzeed, seolah membuka jalan badai besar menghantam keluarga besar Clan Black Baal.
Karena meraka tidak mau menyimpan seonggok daging yang didalamnya tidak mengalir darah dari keturunan Black Baal.
Yang seketika membuat perpecahan antara ketua clan Black Baal yaitu King Ramzeed dengan para anggotanya.
Dan pada akhirnya King Ramzeed harus turun tahta dan di gantikan oleh Gara hingga sampai saat ini.
Arzu menatap dalam laki laki yang selalu menjadi patner itu yang sama sama menatap dirinya dan sepersekian detik mereka mulai melangkahkan kakinya untuk bersiap bermain.
______________________
Markas Besar
Black Baal
Pukul 00.10
Wajah geram penuh amarah milik tuan Ramzeed ketika berhadapan dengan sang putra, Gara.
Dia tidak habis fikir bagaimana dia bisa menghancurkan semua aset milik keluarganya untuk kedua kalinya tanpa belas kasihan.
Bahkan putranya juga tidak segan segan menyabotase semua aset milik saudara tirinya sendiri, kenapa Gara bisa sampai sejahat itu.
"Apa masih belum cukup, Hah... 10 tahun yang lalu kamu hancurkan bisnis Daddy dengan cara yang begitu licik?"
"Dan sekarang.. oh shi.t "
Tuan Ramzeed tahu kalau putra pertamanya ini begitu membenci dirinya atas kematian sang istri, ibu dari Gara.
Dia mencoba memahami perasaan Gara 10 tahun yang lalu, tapi dia tidak habis fikir kalau Gara akan melakukannya kembali kali ini.
Bukankah ini sudah begitu keterlaluan, dulu di saat perusahaan nya hancur dia tidak bisa berbuat apa apa karena ingin melihat putranya puas melampiaskan rasa sakit hatinya, tapi kali ini dia tidak bisa lagi, dia harus bertindak karna Arzu tidak ada sangkut pahutnya dengan kejadian dimasa lalu.
"Daddy jangan terlalu marah seperti ini, itu bisa membuat kesehatan Daddy semakin memburuk"
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu Gara tergelak cukup keras sambil menatap Daddy nya.
"Arzu tidak bersalah Gara tapi Daddy.. jadi tolong kamu hentikan kegilaan kamu ini"
Pekik Tuan Ramzeed, seraya tangan kanan nya memegangi dada kirinya.
"Daddy tidak perlu khawatir semua sudah selesai hari ini hmmm, tapi aku sedikit memerlukan hidangan penutup untuk mengakhiri semuanya"
Secara perlahan Gara mendekat kearah daddy nya, meraih tangan keriput laki laki tua itu dan menuntunya untuk duduk dikursi sofa single yang berada ditengah tegah ruangan gelap tersebut.
"Apa Daddy mengenal tunangan Arzu disaat dia masih kanak kanak?"
"Apa.. ba..bagaimana kamu tahu kalau Arzu memiliki tunangan"
Ujar tuan Ramzeed.
"Ah, ternyata benar kabar itu?
Mendengar ucapan sang putra, tuan Ramzeed tiba tiba menghela kasar nafasnya seraya mengepalkan kedua tangannya.
"Kamu menjebak Daddy?"
"No, aku hanya memastikan saja dan perkataan daddy menjawab semuanya hmmm"
Jawab Gara.
"Kamu jangan macam macam Gara, jangan Gila kamu"
Gara hanya tersenyum sesaat kemudian gara mulai menjongkokan tubuhnya dengan satu kaki menekuk menyentuh lantai.
"Hahaha... Daddy tahu aku merasa tiba tiba saja begitu tertarik untuk merebut tunangan adik tiriku itu, Bagaimana, bolehkan Dad?"
Ujar gara sambil tersenyum licik.
Tapi tiba tiba dari arah belakang suara bariton milik seseorang mengejutkan tuan Ramzeed dan Gara.
"Ambil saja kalau kamu begitu tertarik.."
Bisa dilihat Arzu berjalan begitu santainya menghampiri dimana sang daddy dan kakaknya berada.
Dengan kedua tangan yang dimasukan kedalam saku celana, Arzu menatap tajam kearah kedua laki laki tersebut dengan senyum penuh arti.
"Ternyata seorang King Black Baal selalu menyukai sesuatu milik orang lain rupanya, Cih.. itu memalukan bagi seseorang bergelar sebagai King"
Ucap telak Arzu seketika membuat Gara menegakan tubuhnya dan menatap tajam kearah Arzu.
"But it's oke.. bukan masalah kalau kamu tertarik dengan tunangan ku, tapi hanya saja apa wanitaku juga tertarik dengan kamu?"
Lanjutnya lagi.
Cih, gampang sekali membuat laki laki ini marah, kamu memang tidak perna berubah Gara selalu bisa terpancing
Sesaat ruangan gelap itu tiba tiba menjadi begitu panas dan sesak, sama sama dalam keadaan marah dan juga emosi, begitupun yang terjadi diluar, Black Baal dan Death Wolf bahkan sudah saling menunjukan taring mereka satu sama lain.
......................
BAGI LIKE, VOTE DAN JUGA DI FAVORIT YA MAKK.... 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1