
Disisi Lain...
Masih Di Markas Besar
Black Baal
Lily merasa tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat saat ini, beberapa lautan manusia tengah baku hantam satu dengan yang lainnya, darah segar memenuhi wajah serta tubuh mereka semua.
Bahkan suara senjata api yang begitu keras berbondong memekikan telinga, dia fikir apa ada sesuatu yag tidak Ia ketahui, ini diluar perkiraanya.
Kenapa ada kejadian seperti ini, bukankah beberapa saat yang lalu anak buahnya berkata.
Clear, anda bisa bermain sekarang Queen
Tapi kenapa sekarang ?!.
Secara perlahan Lily menekan benda yang berada ditelinganya, bisa dia dengar suara Red one yang bersembunyi dibeberapa titik sudah mulai berisik membicarakan apa yang terjadi saat ini.
"Bisakah aku mendapatkan penjelasan Green?"
Suara lembut milik Lily membuat semuanya diam seketika, mencoba mendengar penjelasan dari Green salah satu anggota Red One yang dimaksud.
"Sepertinya kita didahului oleh seseorang Qee"
Mendengar jawaban Green membuat Lily mengerutkan keningnya untuk beberapa saat.
"Apa aku bisa menebaknya.
"Sesuai dugaan anda Qee, Arzu dan Yama sudah memulainya"
Alih alih menjawab Lily menganggukan kepalanya pelan seolah Green yang berada diseberang sana tahu apa yang dilakukanya.
"Zero.. tarik semua anak buah kamu, lakukan pembersihan sekarang juga"
Titahnya kepada Caca.
"Tapi Qee.?"
Bagaiman bisa dia disuruh pembesihan lagi, masa iya kali ini dia tidak jadi bermain.
Caca ingin sekali protes perkataan Qee nya, tapi belum sempat Ia melanjutkan perkataannya, Qee nya melanjutkan ucapanya.
"Bergerak lah.."
Dan pada akhirnya Caca hanya bisa menjawab siap lalu kemudian segera menjalankan perintah Qee nya.
Semua terlihat menghela kasar nafasnya, bahkan Nina beberapa kali mengumpat karena acara bermain nya harus gagal lagi kali ini.
Membuat yang lain hanya bisa tergelak sembari menggelengkan kepalanya.
"Please Qee... izinkan aku menghabiskan Isi mainanku satu saja, hmmm"
Rengek Nina.
Dan mereka harus tahu bagaimana raut wajah Lily yang juga menahan ketawanya mendengar ucapan Nina saat ini, bahkan dia harus berdiam untuk beberapa saat sebelum melanjutkan perkataan nya.
"Baiklah Neo.. tapi lakukan dengan rapi dan Red One, tetap berjagalah ditempat, aku akan masuk kedalam untuk melihat"
Ucap Lily seraya mengokong senjata miliknya.
Alih alih perduli dengan perintah Qee nya yang juga teman baiknya itu, Mira hanya menaikan ujung bibirnya dengan tangan terus begerak menyelipkan beberapa senjata dibeberapa bagian tubuhnya sambil berkata
"Bermimpilah Nona.. aku tidak akan kehilangan kesempatan lagi kali ini"
__ADS_1
Secepat kilat Mira mulai berjalan masuk kedalam menyusul Qee nya yang sudah sejak tadi bergerak mendahuluinya.
________________________
Disisi Lain...
Shan terlihat mulai tersengal sengal saat beberapa anggota Black Baal menghantam dirinya dari segala arah, bahkan dia harus beberapa kali memutar dan menghindar agar dia bisa berhenti sejenak untuk mengisi amunisinya.
Begitu dia mendapat sedikit cela, dengan cepat Shan memasukan pelurunya tapi siapa sangkah dari arah samping pintu beberapa tembakan senjata api melesat menghujaminya.
Oh shi.t
Secepat kilat Shan menggokong sejatanya dan mulai membalas.
Dorr
Dorr
Dorr
..........
Dibagian ruangan lainnya Dikhal dengan garangnya menghajar dan menembaki setiap musuh yang menyerang dirinya
Bahkan sekali hentak mereka sudah terlempar dengan darah segar mengalir dari mulut dan hidung mereka.
Dikhal hanya menarik tipis ujung bibirnya, seolah berkata apa yang dilakukan lawannya itu terlihat begitu sia-sia, karena didalam Death Wolf dia mendapat julukan Demon Wolf yang memiliki tubuh sekeras besi.
Cih, dasar lemah
Tapi sepersekian detik tiba tiba dua bom peledak terlempar kearah dirinya.
Oh damn.it
Sreetttt... Bruuukk
Boooommm
Boooommm
Seketika ruangan itu hancur porak poranda, dengan percikan api dibeberapa sisi.
"Are you oke.. love?"
Suara sek.si Mira menyadarkan Dikhal dari keterkejutan nya.
Dengan posisi yang sedikit membuat keuntungan entah untuk Mira ataupun Dikhal, dengan Mira berada diatas tubuh Dikhal dengan pinggang yang dipeluk begitu erat oleh laki laki itu.
Hah.!
Belum juga Dikhal menguasai dirinya, tiba tiba Mira melesatkan ciuman untuk Dikhal.
Ya
"Tunggu lah disini sebentar aku akan mengalikan perhatian mereka, jangan lupa tekan luka tembak kamu hmmm"
Setelah berkata begitu Mira langsung bangun dan melesat pergi meninggalkan Dikhal.
Siapa dia?.. iiisshh ternyata benar, kenapa aku baru sadar kalau perutku tertembak
________________________
Disisi Lain..
__ADS_1
Kembali Ke Arzu dan Gara
Dengan gerakan cepat Gara mengayuhkan kakinya kedepan, menerjang tempat bagian dada Arzu yang membuat laki laki itu terseret mundur kebelakang.
"Apa aku sudah membuat seorang King Black Baal menjadi begitu marah, Oh Daddy maafkan kelakuan ku?"
Arzu terkekeh geli seraya mencoba menegakan tubuhnya, seolah apa yang dilakukan Gara tadi hanya sebuah pijatan untuk tubuhnya.
"Kau.."
Tanpa basa basi Gara langsung menghantam tubuh Arzu yang langsung ditepis olehnya, memutar tubuhnya kearah belakang dan memberi pukulan keras dibagian kepala Gara.
Buukk
Terlihat Arzu tersenyum smirk dan melesat kan tendangan ketubuh Gara hingga laki laki itu tersungkur.
"Apa cuma itu, hmmm"
"Cukup, jangan seperti ini, kalian bersaudara"
Terlihat tuan Ramzeed memohon sambil menahan rasa sakit didadanya.
"Diam"
Pekik Gara.
Gara menggeram merasa sakit dan juga marah karena merasa dibodohkan oleh Arzu, dengan menarik ujung bibirnya Gara menarik pisau kecil dari balik ikat sepatunya dan melesatkan begitu saja kearah Arzu.
Arzu yang dapat membaca pergerakan Gara dengan gerakan cepat mencoba menghindar, tapi siapa sangkah
Jleepp
Oh shi.t
Pisau kecil itu menancap keras kedada kanan atasnya dan darah segar mengalir disana, dengan mengepal kedua tanganya yang tidak terima dengan apa yang Gara lakukan
Arzu mulai berjalan mendekati Gara dan langsung memberi pukulan telak untuknya tapi secepat kilat Gara mebalasnya, kembali melayangkan pukukan dan akhirnya terjadi aksi saling pukul memukul.
Disaat mereka tengah bergulat hebat menunjukan kekuatan dan kekuasaanya, tahu tahu sebuah tembakan melesat kearah meraka berdua secara beruntun.
Dorr
Dorr
Dorr
Gara mencoba melipir karena anak buahnya tengah membantu dirinya yang telihat sudah kesusaha itu, dia tidak mengira bahwa Arzu begitu hebat dalam hal seperti ini.
Dia fikir bagaimana dia tidak mengetahui sepak terjang adik tirinya itu dalam mengasah kemampuan bela dirinya, dan hebatnya lagi dia melakukanya dalam keadaan terluka.
Ah sial
"Habisi dia"
Titah Gara kepada anak buahnya.
Dengan gerakan kasar Gara menarik tangan sang daddy membawah laki laki tua itu untuk pergi dari sana.
Sedangkan Arzu mencoba menghindar sembari melesatkan tembakan juga kearah musuh, tapi ternyata dia kurang beruntung karena tersisa satu senjata api di tanganya saat ini, karena terlalu banyak nya anggota Black Baal yag menyudutkan dirinya.
Oh god, bagaimana ini?
Arzu menatap sekelilingnya apa ada cela untuk dirinya keluar dari ruang itu, tapi yang dia lihat hanya dinding beton yang menjulang tinggi.
__ADS_1
Dimana Serigala bodoh itu, kenapa belum muncul juga, Hah