BiRahi Cinta Milikku

BiRahi Cinta Milikku
Melepas Cinta


__ADS_3

Lily hanya bisa memejamkan mata saat merasakan belaian hangat dari tangan Arzu untuk dirinya, bahkan beberapa kali dia harus mengatur deruh nafasnya yang sudah mulai terbakar gair.ah itu.


"Bisakah kamu tidak melakukannya, aku fikir hmmm..."


Tangan Lily mencengkram kuat lengan Arzu, saat lagi lagi dia memberikan tanda kepemilikan dibagian tubuhnya bahkan bibir itu terus bergerak menyapu dan mengecup lembut dari bibir leher hingga kebahu membuat dia menengang seketika.


Bahkan tangan laki laki itu terus saja bergerak, dimana tangan kirinya mengusap punggung mulus miliknya, sedangkan yang kanan mulai membuka satu persatu kacing baju tidurnya.



Lily terlihat mulai masuk dalam permainan Arzu yang terus bergerak memancingnya, bahkan posisi tubuhnya saat ini tepat berhadapan dengan laki laki itu dengan tangan yang perlahan mengalung dibalik leher Arzu.


"Arzu.. aakhh"


Suara des.ahan Lily lolos seketika saat sapuhan bibir laki laki itu bergerak diatas kedua benda sintalnya, menye.sap lembut niple pink yang mulai mene.gang itu, membuat Lily mengger.ang beberapa waktu merasakan sesasi begitu luar biasa yang Arzu berikan.


Bahkan tanpa dia sadari bagian atasnya kini sudah polos seketika membuat Arzu bisa dengan leluasa bergerak semakin nakal dan begitu liar, dia fikir laki laki ini memang tidak perlu diragukan lagi dalam hal seperti ini.


Apalagi bisa Lily rasakan sesuatu yang dibawah sudah mulai bangun dan mengeras hingga menekan miliknya, lagi lagi pikiran Lily sudah mulai hilang kendali atas kesadarannya.


Tiba tiba Arzu berhenti sejenak menatap wajah perempuan itu, ah bukan.. Arzu fikir Lily masih gadis karena dia sudah tahu siapa dia sebenarnya.


Laki laki itu menarik sudut bibirnya saat melihat Lily sudah diselimuti gair.ah itu, yang juga sama seperti dirinya.


"Sayang.. I want you right now"


Ujar Arzu begitu lembut, dengan sorot mata menghibah didepan gadis itu.


Alih alih menunggu jawaban sang gadis, Arzu mengangkat Lily ala bridal style menuju keatas kasur tanpa ada penolakan.


Dengan gerakan cepat Arzu melepas seluruh pakaiannya begitu saja menyisakan underwear yang membuat Lily seketika menelan kasar salivanya hingga memaku untuk beberapa waktu.


"Apa kamu menyukainya?"


Tanpa sadar dia mengangukan kepalanya.


bentuk tubuh yang bagus tanpa lemak dengan perut bak roti sobek itu, bohong jika Lily mengatakan tidak menyukainya.


Bahkan dihari pertama bertemu dengan Arzupun saat itu sudah membuat hormon kewanitaanya meningkat secara tiba tiba.


Arzu hanya mengulumkan senyumnya saat Lily nampak menatapnya tanpa berkedip seraya merangkak naik keatas tubuh gadis itu.


"Kamu akan lebih menyukai Lion Missile nya saat sudah mendarat ketempat kamu"


Sepersekian detik Arzu langsung melesatkan kembali ciumannya, bergerak penuh penekanan seolah dia sudah tidak bisa menahannya lagi.


Masa bodoh fikirnya saat dia harus meminta haknya sebelum mengikat gadis itu, dia harus bisa menjadiakan Lily seorang perempuan yang sebenarnya saat ini juga.


Pergejolakan has.rat yang Arzu rasakan sudah tidak bisa dia tahan lagi berharap saat Lily tahu nanti dia tidak akan marah.


Ah, bagaimana dia bisa marah kalau yang mengambil mahkotanya adalah calon suaminya sendiri.


Begitu Arzu berhasil melepaskan penutup terakhir bagian bawah Lily, secara perlahan dia mulai merayap menyapu hingga kebagian bawah, menemukan lembah lembab berwana pink yang beberapa waktu yang lalu perna Ia temui walau sekedar menyapa dengan lidahnya itu, dan dengan cepat menenggelam kan bibirnya kedalam sana.

__ADS_1


"Oh sayang.. aaakhh"


Lily tidak bisa menahan era.nggan nya lagi, saat Arzu menye.sap begitu kuat bagian pusat sensitifnya, dimana dengan secara refleks tubuhnya terangkat dengan satu tangan meremas rambut hitam laki laki itu.


Oh shi.t


aku tidak bisa melepaskan laki laki ini, dia sudah begitu lihai menguasai tubuhku


Hmmmm... ssseeeetthh...


Dan bisa Lily rasakan jutakan kupu kupu terus mengelitik dirinya saat laki laki itu bermain dibawah sana hingga membuat dia terus mengeluarkan suara des.ahanya, hingga beberapa saat kemudian sesuatu yang akan meledak kembali menghantam perempuan itu.


"Ar.. aku.."


Seolah tahu apa yang dirasakan Lily, Arzu terus menggerakan lidahnya begitu cepat didalam sana hingga beberapa detik kemudian sesuatu yang ditunggu akhirnya keluar juga.


Arzu menatap kembali raut puas atas pelepasan yang terpancar dari wajah Lily itu, memberikan kecupan singkat dibibirnya.


"Sayang.."


Mendengar suara parauh laki laki yang berada diatasnya ini membuat hati Lily begetar seketika.


Hingga tahu tahu dia sudah merasakan sesuatu yang bergesek lembut dibagian pusatnya, dan kali ini Lily dibuat menggila karena itu.


Hmmmm..


Oh god


kenapa harus memainkannya seperti itu


Lily hanya menganggukan kepalanya, sambil mencengkram kuat bahu Arzu.


"Kamu menjadi orang yang pertama merasakan kehebatannya"


Dia hanya diam sambil menatap dalam bola mata Arzu.


Laki laki itu tahu bagaimana saat ini perasaan gadisnya, dia membelai lembut wajahnya sambil berkata.


"Aku akan begerak pelan, hmmm"


Ya


"Ar kamu tahu aku.. Aaaakkkhhh..."


Pekik keras Lily hingga mengencangkan cengkraman nya pada punggung Arzu, saat laki laki itu tahu tahu memaksa lion missile nya masuk kedalam pusat tubuhnya.


Bisa Lily rasakan rasanya begitu sakit dan perih tapi juga begitu sesak dan penuh.


Ini gila.?!


dia baru pertama kali merasakan hal seperti ini


apalagi dengan ukuran yang luar biasa seperti itu, membuat Lily menahan beberapa kali nafasnya.

__ADS_1


Dan sesaat kemudian air matanya tumpah begitu saja


pada akhirnya dia harus menjadikan Arzu laki laki yang menerima penghormatan atas apa yang selama ini Ia jaga.


"Arzu.. kamu.."


Ucap Lily dengan sedikit tertahan.


"Maaf, aku sudah tidak bisa menahannya lagi, apa sakit?"


Arzu berbicara seraya mengecup lembut kedua mata Lily setelah sebelumnya menghapus air mata perempuan itu.


Arzu juga mencoba menahan gejolaknya yang terbakar dengan sempurna saat merasakan lion missilenya benar benar masuk dan mengoyak sesuatu didalam sana hingga sesuatu hangat dirasa mengalir keluar.


Lily hanya menganggukan kepalanya pelan.


Cup


"Aku akan bergerak, mungkin sedikit sakit tapi lama lama rasa sakitnya akan menghilang, hmmm"


Cup


Lily hanya terlihat pasrah dan lagi lagi menganggukan kepalanya.


Dia sudah pasrah, bergerak mundurpun rasanya percuma saat dia sudah kehilangan sesuatu yang sudah dia jaga selama ini.


Secara perlahan Arzu mulai bergerak keluar masuk dibawah sana, membawa miliknya merasakan kenikmatan yang baru Ia rasakan.


Lion missilenya dijepit dan dicengkram kuat didalam sana membuat rasa haus akan erang.gan yang keluar begitu saja dari mulutnya, karena lion missile benar benar mendapatkan kenikmatan yang sesungguhnya dari gadis yang sudah sempurna menjadi perempuan itu.


"Ar.. hmmm.."


"Yes baby, apa masih sakit?"


Bisik Arzu ditengah tengah permainannya.


Lily hanya menggeleng kepalanya sambil mendekap kuat tubuh yang berada diatasnya tersebut.


Pompahan demi pompahan itu semakin lama semakin cepat, hentakan yang diberikan Arzu membuat bibir perempuan yang berada dalam kungkungannya itu tidak berhenti mende.sah dan mengg.erang kenikmatan.


"Sayang.. aku"


Lily merasakan kembali sesuatu yang akan meledak dari dalam tubuhnya, mencari cari sesuatu untuk ia pengang.


Seolah tahu Lily akan mendapatkan pelepasnya kembali, seketika Arzu menyambar kuat tangan perempuan itu menggenggamnya begitu kuat sembari menambah lebih cepat pompahannya



Dan benar saja sepersekian detik kemudian sesuatu benar benar tumpah dibawah sana hingga membuat milik Arzu dicengkram kuat dan sesaat kemudian dia juga ikut menyusul, menekan dengan kuat lion missile nya yang meledak menumpahkan isinya didalam inti perempuan itu.


Satu ciuman Arzu berikan untuk mengakhiri sesi panasnya dengan Lily, sembari berkata.


"I love you Qee"

__ADS_1


Alih alih menjawab Lily hanya menganggukan kepalannya yang terlihat masih mengatur nafasnya itu, tapi sesaat kemudian dia membulatkan matanya untuk beberapa waktu.


Apa?!


__ADS_2