
Dengan sisa sisa rasa peluh akan kenikmatan yang Lily rasakan beberapa saat tadi, Lily menatap wajah Arzu untuk beberapa waktu.
mendengar panggilan itu jelas Lily semakin dilanda penasaran bahkan saat laki laki itu melakukan penyatuannya tadi, dia merasa Arzu seolah tahu bahwa dirinya masih virgin.
Alih alih terlihat perduli dengan rasa ke terkejutaan nya, laki laki itu mendekapnya begitu erat dengan sesekali menyiciumi pucuk kepala Lily.
Apa aku salah mendengar.. dia memanggil nama ku apa tadi?
"Ar.."
"Hmmm"
Arzu samakin mengencangkan pelukannya.
"Apa aku salah dengar, kamu memanggil aku apa tadi"
Seru Lily begitu penasaran.
"Memang apa hmmm? tidurlah"
Laki laki itu bicara dengan masih memejamkan mata sembari mengusap punggung Lily yang masih polos didalam selimut.
"Ar.. jangan tidur, jawab dulu pertanyaanku"
Rengek Lily yang menguncang tubuhnya dalam pelukan Arzu.
Laki laki itu hanya bergeming dengan nafas yang tiba tiba mulai terasa berat kembali.
"Sayang jangan begerak seperti itu, nanti kamu akan menyesalinya"
Ish, apa sih nih orang..
kenapa jadi gak nyambung seperti ini, ditanya apa malah dijawabnya apa?
"Ar.. tapi kamu tadi.."
Ucapan Lily tenggelam seketika saat Arzu membuka kedua bola matanya, menatap wajah Lily dengan pandangan aneh.
apalagi saat dia merasa sesuatu mulai terjaga kembali dibawah sana membuat Lily menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
Dan sialnya apa yang dilakukan Lily itu memancing has.rat Arzu kembali hingga secara berlahan laki laki itu mulai bergerak naik keatas tubuh perempuan tersebut.
"Ar kamu mau apa?"
Tanya Lily yang mulai waspada dengan apa yang selanjutnya dilakukan Arzu.
"Bukankah aku sudah meminta kamu untuk tidur, tapi malah kamu ingin aku terjaga.
Aku fikir kamu juga bisa merasakan lion missilenya kembali bangun hmm"
Setelah berkata begitu Arzu langsung menyerukan kepalanya dileher Lily bergerak serta menciumi dibagian sana.
Yang mana membuat Lily memejamkan matanya sebentar saat merasakan sentuhan hangat milik Arzu kembali.
"Arzu.."
"Hmmm"
"Katakan? hmmm.. aku ingin mendengarkan nya"
Lily semakin mengencangkan genggamannya diatas seprei saat laki laki yang menguasai tubuhnya saat ini terus menulusuri kulit lembut miliknya.
Mendengar ucapan Lily seketika Arzu berhenti sesaat sambil matanya memandangi wajah sensual yang berada dibawahnya, hingga keduanya sama sama menatap satu sama lain.
Apa sebenarnya yang kamu sembunyikan?
tidakah kamu merasa bahwa aku sudah menyerahkan banyak hal untuk kamu...
tanpa menyisahkan apapun hingga tidak memperdulikan masalah yang lain...
Kenapa sulit sekali hati ini untuk menjaga agar tidak sampai kelepasan hingga hari itu tiba
Oh sayang...
kamu begitu membuat aku tidak bisa berkata tidak saat ini
"Ar aku.."
Perkataan Lily terhenti saat Arzu menyambar bibirnya begitu cepat, melu.mat dan menye.sap nya begitu lembut untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Gai.rah yang kembali mulai bergejolak membuat has.rat kelelakianya menuntun bergerak untuk melakukan kembali penyatuan.
hingga secara perlahan tangannya meraup kedua buah sintal nan ranum milik Lily, merem.as dan memainkan pelan pucuk kecil diatas sana.
Arzu mencoba memancing has.rat Lily sekali lagi agar perempuan itu kembali menerima serangan darinya, sebab lion missile milik Arzu sudah mulai candu dengan rumah barunya.
Bibir Arzu secara perlahan bergerak turun kebawah, menyapu lembut dagu leher hingga berakhir didua mainan barunya.
laki laki itu begitu menyukai bentuk buah da.da yang ranum tersebut hingga begitu lama menenggelamkan bibirnya didalam sana.
"Oh Ar.. please say it?"
Rengekan yang lebih mirip sebuah desa.han itu terus keluar, menjadi irama merdu didalam kamar yang mulai terasa memanas kembali, membuat laki laki yang sedang menikmati kedua sumber madu tersebut semakin bersemangat untuk bergerak lebih.
Bahkan satu tangan Arzu mulai bergerak turun kebawah tepat dikedua belah pahanya, dan bermain dengan benda kecil bagian inti perempuan itu membuat sang empu bak terkena ribuaan sengatan alus listrik hingga mengge.li.jang hebat.
"Eeuugghh..."
Tangan Lily meremas rambut kepala Arzu yang sedikit menekanya hingga tenggelam lebih dalam lagi kedadanya.
sentuhan Arzu membuat kesadarannya mulai terkikis dan melupakan sejanak apa yang tadi sempat Lily tanyakan.
Maaf sayang...
kamu akan tahu sendiri nanti jawabanya setelah kita menikah
Dan pada akhirnya pernyatuanpun tidak dapat dihindari lagi, keduanya telah tenggelam didasar lautan panas api asmara.
Arzu yang bengitu pandai memancing sang lawan sebab laki laki itu tidak bisa mengendalikan atas dirinya sendiri hingga melakukannya penyatuan beberapa kali.
Sebab sang gadis yang telah disempurnakan menjadi perempuan tersebut, memang perempuan yang diinginkan Arzu sejak awal.
pertemuan pertama saat diperusahaan hingga membawah perempuan itu masuk dalam bagian menjalankan tugas khusus telah membuat hati seorang arzu ditumbuhi benih benih cinta tapi dirinya terus menyangkal.
Hingga berakhir membawah dirinya mengetahui suatu kenyataan bahwa perempuan itu, Lily adalah tunangannya sendiri.
membuat Arzu seketika berani bergerak lebih terhadap Lily karena memang perempuan itu adalah masa depanya.
Sesaat Arzu mengulas tipis senyumnya saat melihat Lily nampak kelelahan hingga tertidur begitu pulas, sungguh dia tidak ada niat seperti itu tapi mengingat kalau Arzu harus ditanya banyak hal tentang siapa dirinya, dia belum siap untuk berkata jujur.
__ADS_1
Dia fikir akan ada baiknya Lily mengetahui saat hari pernikahannya nanti sebab masih ada banyak hal lain yang belum bisa Arzu katakan.
Tunggulah sebentar sayang.. kamu akan mengetahuinya nanti