
Villa Qee House
Tempat Tersembunyi....
Mira terus melangkahkan kaki jenjangnya lurus kearah depan, dengan menenteng sebuah paper bag ditangannya berjalan melewati lorong dan beberapa pintu kayu disamping kiri kanannya.
Dari kejauhan bisa dirinya lihat sebuah pintu besar dengan aksen modern, berada tepat diujung lorong, dengan disertai sebuah tombol login code yang tidak sembarang orang diizinkan masuk didalamnya.
Jari lentiknya mulai menekan beberapa kode angka didalam sana dengan disertai sensor untuk kelima sidik jari tangannya dan,
Clik
Kkrreeeessstt....
Seketika pintu mulai terbuka, secara perlahan nampak menampilkan sebuah ruangan yang sudah begitu lama tidak dirinya kunjungi.
Seperti sebuah istilah dimana saja kamu berlayar disini lah tempat kamu berlabu.
Diliriknya dua perempuan yang tengah fokus menatap layar lebar disana, sesekali jari tangan nya mengetikkan sesuatu di tombol keyboard.
Alih alih menyapa Mira terus melangkah kan kakinya masuk lebih dalam, menghempas kan tubuhnya diatas sofa seraya memejamkan matanya barang sejenak.
"Hei.. aku fikir kamu tidak jadi datang"
Seru perempuan berhijab yang tengah menatap sinis kearah Mira.
Perempuan itu cukup merasa kesal, karena ke terlambatan Mira membuat pekerjaannya sedikit tertunda.
"Mungkin ada yang membuat dirinya begitu terlambat sayang hmmm"
Ucap perempuan satunya sambil menaik turunkan alisnya.
Cih.!
"Bisakah kalian fokus saja dengan pekerjaannya"
Serunya pada perempuan tadi, yang tetap fokus menatap layar komputer berada tepat didepan nya.
Alih alih menjawab perempuan itu tergelak cukup keras mendengar ucapan dari Mira.
"Ish.. dimana Angel?"
Tanya Mira yang tiba tiba langsung beranjak dari duduknya.
"Ada diruangan sebelah, kalian sudah di tunggu sejak tadi"
Jawab perempuan berhijab itu dengan mengangkat dagunya menunjuk ke sebuah ruangan.
Seketika Mira berjalan cepat kesebuah ruangan yang berada disisi kanannya, tapi tiba tiba dia mendadak menghentikan langkahnya karena teringat oleh sesuatu.
Dirinya kembali berbalik dan menatap kearah dua perempuan yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya.
"Hmmm bukankah kalian ada tugas dari Qee"
Ya
Apa?
Seketika kedua perempuan itu membulatkan kedua bola matanya, menoleh kearah Mira sembari menaikkan ujung alisnya merasa cemas.
Tugas apa? bahkan mereka baru tiba dari luar negeri
__ADS_1
Melihat wajah bingung kedua perempuan itu seketika Mira tersenyum seringai, sembari melipat kedua tangannya didada dia mulai melanjutkan kata katanya.
"Kalau tidak salah dengar, kalian harus pergi ke Jakarta pagi ini, tapi kenapa kalian masih disini?"
Lanjutnya lagi.
"Oh ya.. tapi kenapa Angel diam saja, apa Angel ada bilang ke kamu Neo"
Tanyanya pada perempuan berhijab yang bernama Neo.
"Dia tidak bilang apa apa, tapi tadi malem Angel ada sambungan telpon dari Qee sih"
Jawab Neo.
Seketika mereka mulai terdiam sambil melirik Mira.
Hening sesaat.!
Mira mulai menarik ujung bibirnya, bersikap acuh sambil mengangkat bahunya pelan.
"Sebentar lagi Qee akan turun, dan hmmm persiapkan diri kalian"
Tanpa menunggu jawaban mereka, Mira memilih berbalik dan mulai berjalan keruangan sebelah.
Samar samar dirinya mendengar teriakkan dan kegaduhan dari kedua perempuan tadi, dimana dirinya telah berhasil menjahili mereka berdua.
Senyum licik nampak jelas dibibir Mira.
Gotcha..!!!
_________________
Disisi lain...
Seorang perempuan yang sudah nampak rapi dengan setelan santainya, keluar dari kamarnya begegas menuju area belakang rumah.
Dengan anggun dia mulai melangkah kan kakinya, dia fikir akan menemui seseorang dulu sebelum nanti sibuk dengan pekerjaan.
Bertemu dengan laki laki yang begitu dirinya rindukan selama tiga hari ini, laki laki yang menjadi tujuan hidup untuknya.
Di dekat pintu terlihat beberapa orang pelayan nampak menyambut kedatangan nya, berdiri tegap sikap sempurna seraya menundukkan kepalanya saat dirinya sudah berhenti tepat dihadapan nya.
"Selamat siang Nona?"
Sapa salah satu pelayan bernama bibi nur yang sudah lama menjadi pelayan pribadinya.
"Siang Bibi.. apa mereka ada didalam?"
Tanyanya pada bibi nur sembari pandangan nya melihat lurus kedepan, yang nampak bangunan besar yang berada tepat didepan nya.
Istana ku.!
"Iya Nona.. Nyonya besar dan Tuan muda ada didalam"
Jawab bibi nur seraya memberi paper bag ketangannya
"Hmmm baiklah"
Bubuh buruh perempuan itu mengayuhkan kakinya membawa jutaan rasa rindu yang hampir penuh berada di hatinya, untuk seseorang yang berada didalam bangunan besar itu.
Secara perlahan dirinya mulai masuk kedalam rumah, bergerak dengan begitu hati hatinya karena ingin membuat sedikit kejutan untuk sang tuan rumah.
__ADS_1
Bisa dia dengar samar samar suara celotehan khas anak kecil yang begitu familiar di telinganya, secepat kilat dirinya menuju ke asal suara.
"Haaa.. Nenek curang.. aku gak suka"
Dengan rasa kesal bocah laki laki berusia 10 tahun itu merajuk karana kalah dalam permainan.
"Ish.. kenapa tiba tiba marah, kan memang kamu yang kalah Bee"
Ucao Wanita yang dipanggil nenek.
"No, bukan begitu mainya, kalau yang main Mommy pasti langsung di ganti"
Serunya dengan kesal, dia fikir kenapa tidak ada yang bisa main seperti mommy nya, dan seseru mommy.
Hah
Tiba tiba dia begitu bertambah kesal saat teringat dengan mommy nya, baru kali ini mommy nya pergi bekerja terlalu lama meninggalkan dirinya.
Bahkan mommy nya tidak memberikan kabar sama sekali, bukankah mommy begitu jahat.
Ish menyebalkan
"Iya kan itu Nenek, bukan Mommy sayang"
Perempuan itu bicara pada anak laki laki yang tengah merajuk dengan posisi yang mem belakanginya.
Seketika kedua orang didepan sana begitu terkejut melihat kedatanganya.
"Mommy....
Dengan gerakkan cepat anak laki laki itu berlari menghambur ke dalam pelukkan dirinya.
"Oh sayang... Mommy begitu rindu"
Ujar perempuan seraya mempererat pelukkan nya.
Sulit sekali berjauhan dengan kamu sayang.
Dengan posisi masih memeluk putranya dia menatap wanita paruh baya yang tengah berdiri itu untuk beberapa saat, saling membagi senyum manis yang mereka miliki.
Dalam hati kecilnya dia begitu beruntung memiliki wanita luar biasa sepertinya, yang selalu ada disetiap saat Ia butuhkan.
Bahkan dititik terendahnya sekalipun wanita itu selalu memberikan kekuatan, merangkul dan memeluknya begitu erat.
Seketika dirinya mencoba mengurai pelukkan nya menatap dalam wajah putranya sesaat sembari mengelus pipi gembulnya.
"Jangan seperti itu.. Nenek hanya tidak tahu cara permainan nya hmmm"
Hanya dijawab anggukkan oleh anak laki laki itu, melihat itu seketika dirinya tersenyum seraya mengusap rambut putranya.
"Apa kamu baik baik saja Qee, kenapa begitu cepat kembali?"
Alih alih menjawab menjawab perempuan yang dipanggil Qee itu mencoba berdiri dari posisinya dan memberikan pelukkan untuk wanita itu.
"Ish.. itu terdengar seperti sebuah sidiran, Mama jahat sekali"
Dari arah dalam nampak bibi nur berjalan menuju kemari sembari berkata,
"Makan siang sudah siap Nona"
"Ah terimah kasih Bi"
Jawab mama Qee seraya melepaskan pelukkannya.
__ADS_1
"Oke Bee.. kita harus makan siang dulu setelah itu Mommy akan temani kamu bermain"
Dan terdengar sorak surai dari bibir kecil anak laki laki itu dengan cepat meraih tangan mommynya mengajaknya menuju ruang makan berada.