BiRahi Cinta Milikku

BiRahi Cinta Milikku
Perasaan Aneh


__ADS_3

Kantor AR Grup


Jakarta xxxxxxx


Jam makan siang........


Kejadian di dalam ruang meeting yang benar benar mengguras tenaga dan fikiran, membuat dua perempuan yang di landa rasa lapar tengah asik melahap menu makan siang tanpa terganggu sedikitpun.


Apalagi Lily yang hampir satu jam lebih harus berdekatan dengan presdir hanya untuk menjelaskan isi dari laporannya.


Membuat dirinya gila dan hampir kehilangan akal sehatnya untuk beberapa waktu.


"Bagaimana rasanya Nona berdekatan langsung dengan Presdir hmmm ?"


Tanya Mira sambil tangannya terus menyuapkan makanan kedalam mulut.


"Lo tahu, sedikit lama lagi gue bisa lepas kontrol padanya"


Jawab Lily cepat setelah meneguk habis minumnya dan mengakhiri acara makannya.


"Ck, lo mah beruntung presdir gak marah sama lo ?"


"Marah kenapa? gue gak merasa melakukan kesalahan"


Sanggah Lily seraya melipat kedua tangannya di atas meja.


"Lo fikir mana ada yang lancang duduk di samping presdir, bahkan lo satu satunya orang yang bersikap berani seperti itu"


Ujar Mira seraya melirik kanan kirinya memastikan sesuatu.


"Oh iya, masa sih.. kok gue gak sadar iya"


"Ck lo kebiasaan, kalau udah lihat mata laki laki bikin otak lo gagal berfungsi"


Cecar Mira yang masih sibuk mengawasi keadaan sekitar mereka.


Melihat kelakuan temannya seketika membuat Lily mengerutkan keningnya.


Kenapa sih nih anak


Batin Lily.


"Iiiiiisshh.. tatapannya bukan lagi hmmm.. sampai si pink kenceng kedutnya, bahkan tadi lo sampai bilang gak bisa nahan"


"Ish bukan Presdir yang bikin gue gak bisa tahan"


Jawab Mira cepat.


Laahh terus siapa?


Lagi lagi dirinya salah menebak isi hati sama otak temennya satu ini.


Apalagi menyangkut laki laki, dia begitu memiliki fantasi berbeda dari perempuan pada umumnya.


Lily fikir saking banyaknya temen rasa enak yang perna di ajak kencan Mira, membuat temannya memiliki gangguan mental sepertinya.


"Tapi laki laki yang di samping Presdir, asistennya itu"


Hah.!


Kenapa kebetulan sekali, tahu saja nih anak kalau ada serigala jantan


Batin Lily seraya menggelengkan kepalanya pelan.


Tiba tiba dirinya merasa geram melihat tingkah mira sejak tadi yang terus memperhatikan keadaan di sekitarnya.


"Yaaa.. gue lempar pakek piring iya, dari tadi celigak celiguk begitu, diam kenapa ?"


Alih alih menjawab ucapan temanya Mira hanya menyengir kuda seraya mengusap tengkuk lehernya.


"Cari tempat yuk, mulut gue pahit ini"

__ADS_1


Mendengar jawaban Mira setika membuat Lily menghela kasar nafasnya.


Dirinya baru paham apa yang sejak tadi Mira inginkan.


Pantesan.!


Bubuh buruh tangannya di tarik Mira melangkah keluar menjauh dari gedung kantor.


_________________


Disisi lain..


Ruang Presdir


Setelah makan siang...


"Apa ada sesuatu yang harus aku selesaikan hari ini Kal"


Tanya nya Arzu pada asisten pribadinya.


"Untuk hari ini tidak ada Tuan, semua sudah saya bereskan"


Jawab Dikhal cepat seraya memperhatikan tuannya yang terlihat aneh semenjak keluar dari ruang meeting.


"Hmmm baiklah, kamu boleh keluar"


Alih alih perduli dengan perkataan tuannya, Dikhal mencoba melangkah mendekati tuannya seraya berkata.


"Apa Tuan baik baik saja ?"


Karena melihat tuannya dalam posisi bersandar di sofa dengan mata yang terpejam seraya satu tangannya menutupi sebagian wajah.


Membuat Dikhal merasa cemas kalau kalau tuannya sedang dalam keadaan tidak baik baik saja.


"Hmmm...... "


"Apa Tuan memerlukan sesuatu ?"


Tanya nya lagi.


"Hmm baik Tuan"


Buruh buruh Dikhal keluar dari ruangan tuannya yang masih menyisahkan jutaan pertanyaan yang ada di dalam benaknya.


Melihat Dikhal keluar dari ruangannya nampak Arzu menghela kasar nafasnya seraya melonggarkan sedikit dasinya.


Arzu fikir apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, kenapa rasanya begitu aneh seperti ini.


Saat dirinya mengingat jelas bola mata milik perempuan itu dan seketika dia seperti laki laki bodoh yang terus melihatnya sampai tidak memperhatikan dimana dirinya saat itu.


Oh astaga


Aku pasti sudah gila, bisa bisanya memikirkan perempuan itu


Gumam Arzu lirih.


Apalagi saat dirinya tidak menolak perempuan itu duduk disebelahnya bahkan dengan jarak yang begitu dekat yang membuat Arzu kehilangan fokusnya beberapa kali.


Bahkan dengan gila dirinya begitu menikmati aroma parfum yang menguar dari tubuh perempuan itu yang seketika membuat hasra.t laki lakinya muncul begitu tiba tiba.


Oh shi.t


Aku memang pasti sudah benar benar gila


Batin Arzu.


__________________


Sebelumnya....


Bandara Surabaya

__ADS_1


Pukul 11.00


Terlihat seorang gadis yang baru turun dari pesawat, merasakan udara yang sudah mulai menghangat, dia rasa itu karena sudah menjelang tengah hari.


Diliriknya seorang gadis yang tengah menyeret dua koper besar yang dominan berwarna hitam dan sebuah tas branded bertengger cantik di bahu kirinya Ia hanya tersenyum seraya menggelengkan pelan kepalanya.


Dia sama sekali tidak mengeluh


Terkekeh dalam hati, merasa dirinya tidak salah memilih asisten pribadi.


Dari jauh terlihat seorang laki laki dengan setelan khas supir, berdiri disamping pintu mobil yang di yakini itu adalah jemputan untuk dirinya.


"Selamat siang Nona, selamat datang di Surabaya?"


Sapa laki laki tersebut seraya menundukkan kepalanya.


"Hmmm iya.... "


Jawab gadis itu.


Gadis satunya lagi menyerahkan separuh bawahannya ke arah laki laki itu, dan mulai memasukkan nya dalam mobil.


"Apa kita langsung ke kantor Anna?"


Tanya gadis itu pada gadis satunya.


"Tidak Nona, sebaiknya kita pergi ke apartemen dulu setelah mendapatkan makan siang baru kita pergi ke kantor"


Jawab Anna sesaat setelah memeriksa notebooknya.


"Baiklah"


Saat gadis itu akan masuk ke dalam mobil tiba tiba dari arah belakang terdengar seseorang yang tengah memanggilnya.


"Safira.... "


Seketika gadis yang bernama Safira mengalihkan pandangannya ke asal suara.


"Uncle Shan.. "


Safira begitu terkejut melihat laki laki itu Ia fikir kenapa dia ada di sini.


Bukankah ini terlihat begitu kebetulan, apa dirinya dan laki laki di depannya saat ini naik penerbangan yang sama.


Apa benar yang dikatakan kakaknya kemarin, apa dirinya harus berhati hati dengan laki laki ini.


Seketika ribuan pertanyaan terus menyelimuti fikirannya, dan artinya mulai saat ini dia harus bergerak dengan sangat hati hati.


"Uncle tidak tahu kalau kamu ke Surabaya juga hari ini, kamu bilang akan kesini minggu depan ?"


Tanya Shan seraya menatap ke arah Safira yang masih terdiam karena ke terkejutan nya.


"Hmm aku fikir ingin menghabiskan waktu lebih dulu disini, Kalau Uncle sendiri bagaimana bukankah ini terlalu awal datang kemari ?"


Alih alih menjawab Shan malah menggulum senyumnya seraya mengetik sesuatu di dalam ponselnya.


"Uncle mau mencari tempat tinggal dulu disini"


Jawab Shan.


Mendengar jawaban uncle Shan membuat Safira mengerutkan keningnya.


"Hmmm Safira... bolehkah Uncle pergi bersama kamu, jemputan uncle tidak bisa datang karena tengah terjadi sesuatu, pecah ban?"


Tanya Shan seraya mengangkat wajahnya menatap Safira untuk meminta jawaban.


"Uncle fikir kamu akan ke apartemen dulu baru pergi ke kantor hmmm"


Safira yang di tanya seperti itu seketika menatap ke arah asistennya seolah meminta pendapat dirinya.


Dan seolah tahu apa yang tengah di fikirkan Nonanya, Anna hanya mengendikkan bahunya pelan.

__ADS_1


"Iya tentu.. Uncle bisa pergi bersamaku"


Dan tak lama terlihat mobil mereka mulai melaju menjauh kearah kota dengan menyisahkan perasaan begitu pelik dalam hati Safira.


__ADS_2