BiRahi Cinta Milikku

BiRahi Cinta Milikku
Bergerak Didalam Perjalanan


__ADS_3

Begitu Lily tiba di Surabaya, masih di kawasan bandara, dengan sikap tenang dirinya memperhati kan keadaan sekitarnya.


Dia fikir kemana mobil yang akan menjemputnya saat ini, disebelah nampak Mira yang sedari tadi tengah fokus menatap layar gadgetnya yang berusaha bertukar pesan dengan seseorang diseberang sana.


Mata cantiknya seketika menatap sesuatu diujung sana, iya mobil jemputnya telah tiba.


Buruh buruh dirinya masuk ke dalam mobil dengan di ikuti Mira disamping nya dan setelahnya lansung bergegas melesat pergi kesuatu tempat.


Rasanya dia sangat terlambat saat ini, sebab tadi pagi dirinya sempat sedikit aduh mulut dengan Arzu.


Laki laki itu ingin dirinya pergi bersama denganya naik penerbangan pribadi miliknya dengan alasan yang cukup membuat dirinya merasa geli.


"Kamu pergi bersama ku, kita naik penerbangan pribadi agar lebih cepat sampai"


Ucap Arzu.


"Tidak perlu Pak, saya bisa sendiri"


Tolak Lily karna dia fikir akan pergi bersama Mira untuk memudahkan menjalankan rencananya.


"Kamu fikir aku suka dibantah, lagi pula ini sudah masuk jam kerja kamu, ingat seratus juta perhari hmmm"


Tapi dirinya tidak menyerah begitu saja, Ia terus mencoba membujuk Arzu kala itu.


Bahkan dia harus memakai jurus murahan miliknya agar laki laki itu mau mengizinkan dirinya pergi sendiri.


"Oh ayolah, izinkan aku pergi sendiri karena ada yang harus aku selesaikan terlebih dahulu hmmm"


Rayu Lily seraya tangannya mengelus lembut dada milik Arzu.


"Hmmm kamu mulai kurang ajar rupanya, singkirkan tangan kamu"


Bentak Arzu tapi alih alih menyuruh nya berhenti Arzu malah semakin menikmati setuhan demi setuhan yang Lily berikan.


Oh sayang.. jangan membuat ku lepas kendali.!


"Sayaaanngg please... ?"


Rengek Lily sambil menatap mata Arzu.


Dan pada akhirnya Dia berhasil di izinkan untuk pergi sendiri bersama dengan Mira.


Walaupun sampai sekarang dirinya masih merutuki perbuatan terlalu beraninya pada laki laki itu.


Tapi saat mengingat tadi malam dirinya tiba tiba mendapatkan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan nya, seketika dirinya harus bergerak lebih dulu.


"Kita sudah mendapatkan nya, hanya tinggal menunggu sang pemiliknya datang"


Ucap seseorang melalui sambungan telpon miliknya.


"Baiklah, Kirim Neo dan Zero besuk pagi, sisanya biar aku yang urus"


Jawab Lily yang masih terlihat fokus menatap sesuatu dilayar laptopnya.


"Jangan bergerak sendiri pastikan Delta bersama mu, kita akan ketemu besuk di tempat Qee"


Setelah menyeselaikan ucapannya terdengar sambungan telpon diputus begitu saja dari seberang sana.


Dan disini lah saat ini dirinya, bangunan besar nan cantik yang selalu membuat dia merasa rindu setiap saat.



Walau nampak begitu menyeramkan bagi orang yang melihat karena dikelilingi begitu banyak pepohonan, tapi dia tidak perduli akan hal itu.


Penilaian orang memang lah seperti itu, melihat hanya pada lapisan luarnya saja, tapi mereka seolah lupa ada sesuatu yang akan membuat mereka tertarik saat melihat bagian dalamnya.


Saat tiba halaman depan rumah seketika dia mengerutkan keningnya, kenapa begitu sepi, apa belum ada yang datang.


Alih alih enggan merasa pusing dia menatap sang supir untuk sesaat.

__ADS_1


"Bergerak lah kesamping, kita masuk lewat sana"


Mira yang sejak tadi hanya fokus pada benda ditangan nya seketika mengangkat wajahnya menatap kearah depan.


"Kita sudah sampai?"


Cih.!


"Menurut lo...?"


Saat mobilnya mulai mendekati area samping rumah dan mulai mencoba mencari posisi parkir yang terbaik, dengan mobil berjalan mundur, seketika dia menarik ujung bibirnya.


Sudah ku duga.!


Batin Lily.



Beberapa mobil yang dominan berwarna merah sudah terparkir sempurna di dalam garasi, rasanya dia benar benar menjadi orang terakhir yang terlambat datang.


Secara perlahan dirinya mulai turun dari mobilnya, melirik sekilas kearah Mira dan mulai berjalan bersama masuk ke dalam.


"Kamu sudah datang"


Tanya seorang gadis yang baru saja keluar dari dalam kamar.


Alih alih menjawab, Mira lansung melesat kearah samping menuju kearah depan, seolah dia tengah diburuh oleh sesuatu.


Lily mencoba menghempas kan tubuhnya di atas sofa, mengistirahat kan dirinya barang sejenak.


Perempuan yang tadi mulai berjalan kearah dapur dan terdengar mencoba membuat sesuatu didalam sana.


"Kamu tidak ingin menemui nya, dia terus saja mencari mu karna ini pertama kalinya kamu pergi terlalu lama?


Tanya gadis itu seraya meletakkan segelas minuman untuk dirinya.


"Iya.. cukup lama menunggu kamu dan Mira datang"


Jawab gadis itu.


"Baiklah.. aku akan membersihkan diri terlebih dahulu setelanya aku akan menyusul ke belakang"


Setelah berkata seperti itu Lily mulai beranjak dari duduknya dan mulai melangkah kan kakinya menjauh menuju tangga di depannya.


Tapi sebelum kakinya menyentuh anak tangga tiba tiba dia berhenti sesaat, menoleh pada gadis yang mulai beranjak dari duduknya juga.


"Niah..


Yah.!


Seketika gadis didepan sana menoleh kearahnya yang sedikit terkejut karna namanya tiba tiba dipanggil.


"Iya Kak..?


"Jangan memberi tahu Bee dulu, karena aku memiliki kejutan untuk dirinya"


Gadis yang di depannya hanya mengangukkan kepalanya pelan.


"Hmmm baiklah"


Mendengar ucapan Niah seketika dirinya melanjutkan langkahnya menuju keatas arah kamarnya.


_________________


Apartemen xxxxxx


Surabaya


"Kenapa dia begitu lama menghubungi ku, Hah.?"

__ADS_1


Gerutu Arzu yang merasa sejak tadi tidak mendapatkan kabar dari Lily.


Diam sesaat, menatap sekilas Dikhal yang sejak tadi hanya diam membisu tapi tangannya masih bekerja didepan layar laptopnya.


"Apa dia menghubungi kamu Kal.?"


Seketika Dikhal mengangkat wajahnya seraya menaikkan ujung alisnya, dia fikir kenapa hari ini tuannya begitu mencemaskan soal Lily.


Bukankah terlihat aneh, saat seseorang biasanya tidak perduli dengan namanya perempuan, bersikap dingin dan enggan.


Tapi kenapa tiba tiba saja seperti ini, apa ada yang tidak dirinya ketahui tentang tuannya.


Hmmmm mencuriga kan.!


Diraih nya handphone miliknya, mencoba melihat riwayat panggilan telponnya menscroll pelan.


Tidak ada...


Melihat tuannya yang juga sama tengah menatapnya, buruh buruh dirinya menggeleng kan kepalanya pelan.


"Hah..


"Dasar bodoh.!"


Rutuk Arzu untuk dirinya sendiri.


Malu.! jelas dirinya begitu malu bisa bisanya kelepasan bersikap seperti itu didepan Dikhal.


Mancemaskan seorang perempuan yang bahkan tidak perna dirinya lakukan sebelumnya kepada perempuan manapun.


Tapi hari ini detik ini juga, pikiran, hati dan perasaanya seolah olah bersekongkol untuk menghianati dirinya.


Mencoba menghancur kan citranya, yang tidak perna mau dan enggan berurusan dengan perempuan.


Tapi mengingat kejadian saat dirinya tiba tiba menyuruh perempuan itu datang ke mansionnya.


Dengan alasan karna ingin berangkat bersama sama pergi ke Surabaya, tapi seketika membuat dia benar benar kehilangan akal sehatnya.


"Hmmm kamu mulai kurang ajar rupanya, singkirkan tangan kamu"


Bentak Arzu tapi alih alih menyuruh nya berhenti Arzu malah semakin menikmati setuhan demi setuhan yang Lily berikan.


Oh sayang.. jangan membuat ku lepas kendali.!


"Sayaaanngg please... ?"


Rengek Lily sambil menatap mata Arzu.


Melihat wajah menggemas milik perempuan itu seketika Arzu mati matian menahan dirinya.


Apalagi gerakkan perempuan itu yang begitu dekat tanpa jarak dengan tubuhnya dan menekan sesuatu yang tiba tiba mulai mengeras dibawah sana membuat dia benar benar ingin berlaku khilaf saat ini juga.


Dengan cepat Arzu meraih pinggang Lily seraya menunduk kan sedikit wajahnya dan langsung melesatkan ciuman untuknya.


Hanya sekedar ciuman bisa karena buruh buruh Lily menahan mulutnya yang akan bergerak mencium untuk kedua kalinya.


"Kamu menginginkan nya?"


Mendengar ucapan perempuan itu membuat dia begitu malu seketika langsung membuang pandangan nya.


"Kita akan melakukannya lagi, tapi beri aku izin untuk pergi sendiri bersama teman perempuan ku hmmm"


Dan bodohnya dirinya menganggukkan kepalanya seolah olah dia ingin merasakan bibir manis itu lagi.


Oh god..!


Aku begitu takluk dengan seorang janda


Batin Arzu.

__ADS_1


__ADS_2