
Kembali Ke Masa Kemarin...
Saat Arzu dan Lily baru tiba di mansion utama Arbianzu...
Begitu Arzu mendapatkan jam istirahatnya, dia secepatnya bangun dari tidur, membiarkan Lily lebih dulu untuk membersihkan diri, sedangkan dirinya pergi keluar untuk menemui Dikhal.
Saat sampai dilantai bahwa ternyata Dikhal sudah lebih dulu menunggu kedatangan nya dan mereka berdua akhirnya masuk kedalam ruang kerja Arzu.
"Apa yang kamu dapat?"
Laki laki itu sudah mendudukan tubuhnya diatas kursi sofa, didepan nya Dikhal juga ikut duduk sambil mengeluarkan sesuatu dari amplop coklat yang Ia bawah.
"Hanya ini petunjuk yang saat ini kita punya Tuan"
Arzu mencoba melihat apa yang tengah diberikan Dikhal.
Sesaat dia hanya mengerutkan dahinya begitu melihat foto seorang gadis bersama adiknya, Safira.
"Apa aku mengenalnya?"
Dikhal hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata.
"Tidak.. tapi gadis itu berteman cukup baik dengan nona Safira, bahkan dia yang biasa membantu nona dalam masa sulit yang dia dapat diluar nalar.
Seketika Arzu menatap sulit kearah Dikhal, dia fikir kenapa ucapan laki laki itu sedikit membuatnya bingung.
"Langsung pada poin nya Kal"
"Mungkin foto yang kedua ini bisa membuat Tuan lebih faham lagi"
Nampak Arzu terkejut saat melihat foto yang kedua itu, dia mentap Dikhal sebentar dan kembali memandangi foto ditangannya itu.
Maksudnya apa ini?!
kenapa ada orang ini, ada hubungan apa antara gadis ini dengan laki laki iblis itu..
Oh shi.t
Apa sebenarnya..??
"Kal..?"
"Iya Tuan, itu benar.. gadis itu adalah anggota Red Seamon, kalau memang nona Safira bersama gadis itu, berarti itulah alasannya kenapa kita sulit mencari tahu keberadaan nona sampai saat ini"
Jelas Dikhal sambil menatap bola mata yang menukik tajam didepannya saat ini.
"Lalu kenapa kamu tidak membawah gadis itu kemari?"
__ADS_1
Dikhal yang ditanya hanya diam sebentar kemudian menatap sang tuan yang sudah menunggu jawaban darinya.
"Itu tidak bisa Tuan.. karena dia mendapat perlindungan khusus oleh laki laki iblis itu dan terlebih sulit lagi ternyata gadis itu salah satu anggota bayangan milik Queen Qeenan"
"Hah, jadi dia Red One yang sulit disentuh itu, ini akan menjadi sulit untuk kamu membawah kembali Safira Kal"
Ucap Arzu sembari mengusap kasar wajahnya.
"Baiklah hentikan saja pencarian Safira, biarkan dulu dia ada bersama Red Seamon, setelah acara pernikahan nanti sedikit demi sedikit aku akan mencari tahu melalui istriku".
Lanjut Arzu lagi.
"Hmmm, baik Tuan"
Jawab Dikhal cepat.
...----------------...
Kembali Ke Masa Sekarang...
Mansion Arbianzu
Sejak tadi Lily terus mondar mandir didalam kamarnya, kata kata Arzu jelas membuat Ia ketar ketir saat ini.
Bagaimana laki laki itu bisa dengan gampangnya ingin melawatkan malam pertama dengan dirinya, bahkan laki laki sekelas Arzu mau membawa perempuan seperti dirinya naik ke atas ranjangnya.
Bukankah dia bisa memilih seorang gadis yang masih fress, cantik dan virgin tentunya, yang tidak seperti dirinya yang berstatus janda ( hanya status yaa maakkk ).
Yaa.. walaupun Lily juga masih ting ting, tapikan semua orang tahunya dia janda.
kalau dia bertanya untung dan rugi?! jelas dia rugi laahhhh..
Masak iya dia malam pertama dengan orang yang bukan suaminya,
tapi dia mencintai laki laki itu.
Lalu bagaimana dengan Azlan?
bukankah laki laki itu juga meminta hak nya sebagai imbalan nyawa Gara.
Aaaaaaa
Gimana ini, kalau laki laki itu benar akan...
Oh god.!
apa aku lari saja dari sini?!
__ADS_1
Saat kepanikan yang terus Lily rasakan, tiba tiba dari arah pintu kamar Arzu terlihat masuk dengan santainya.
dan memeluk Lily dari belakang.
"Apa kamu sudah siap Baby?"
Arzu mengulum senyumnya, melihat perempuan yang beberapa saat lagi akan menjadi miliknya itu terlihat panik dan gelisah.
Bahkan tubuh Lily terasa tegang dan gemetar saat Arzu mulai mendekap, seperti saat ini.
"Mari menciptakan moment indah kita berdua malam ini, bukankah kamu juga sudah lama tidak melakukan itu?"
Lily tidak menjawab, dia hanya memejamkan mata menikmati aroma mint yang keluar dari mulut Arzu yang berhembus dibalik telinganya.
"Arzu.."
"Hmmmm"
Saat tangan nakal laki laki itu mulai bergerak dibalik baju tidurnya, mengusap lembut bagian perut hingga naik keatas sana.
Manemukan sesuatu benda berharganya yang menjadi titik terlemah seorang Lily, bahkan dia berusaha menahan tangan Arzu agar mau berhenti memainkan kedua buah da.danya.
"Aku.. mohon.. jangan hmmm.. seperti ini"
Suara Lily tertahan, saat laki laki ini terus bergerak menggodanya.
"Kenapa hmm..?"
Awwww
Lily merasakan bibir kenyal laki laki itu menghi.sap kuat tengkuk lehernya.
Oh god
Bagaimana bisa aku menekan kesadaranku kalau laki laki ini begitu pandai bergerak menggoda seperti ini
"Aku sebentar lagi akan menikah, jangan seperti ini"
Dengan sederuh nafas yang mulai tidak beraturan Lily mencoba berbicara dengan Arzu.
"Tidak masalah, suamimu tidak akan tahu bukan sebab kamupun juga sudah perna melakukannya"
Hah.!
Matanya membulat sempurna saat mendengar ucapan tanpa dosa keluar dari mulut laki laki itu.
Arzh secara perlahan membawah Lily kearah kursi sofa, mendudukan nya tepat diatas pangkuannya.
__ADS_1