BiRahi Cinta Milikku

BiRahi Cinta Milikku
Dengan Syarat


__ADS_3

Sesuai janjinya, hari ini Lily harus benar benar mengundurkan diri dari perusahaan Arzu.


Pernikahan yang kurang dari seminggu, membuat Lily harus menyiapkan diri untuk menjadi milik orang lain, walau ada rasa sesak dalam hatinya karena sedikit banyak hatinya sudah menetapkan tempat berlabu.


Selama berada di Jakarta dia selalu dalam jangkauan Arzu bahkan dia tidak diijinkan tinggal diluar melainkan harus tinggal di mansion nya, dengan alasan kalau Arzu membutuhkan nya sesuatu sewaktu waktu.


Aneh hukan?!


Begitulah laki laki itu bersikap belakangan ini, cukup perhantian dan sedikit cemas kalau dirinya tidak ada disampingnya.


Dan pernyataan cinta kala itu juga masih abu abu, dalam fikiran Lily dia tidak dapat menyimpulkan bangaimana perasaan laki laki tersebut.


Dia juga merasa bahwa yang dilakukan selama ini telah menghianati keluarganya, tidak seharusnya terlalu dekat bahkan berhubungan dengan keluarga yang telah menghancurkan kehidupan adik dan kedua orang tuanya itu.


Sejenak Lily mematung dipintu ruang kerja Arzu yang berada di masion, sejak tadi pagi berangkat kerja sampai pulang sore ini dia belum mengatakan satu katapun pada laki laki laki itu akan niatnya yang ingin keluar dari perusahaan.


Sekarang dia harus bicara dengan laki laki itu agar besuk dirinya bisa kembali ke Surabaya, secara perlahan tangan nya terulur mengetuk pintu kayu didepan nya.


"Boleh aku masuk?"


"Masuklah"


Begitu tangan lentiknya membuka pintu, nampak Arzu tengah serius dengan beberapa pekerjaan di meja kerjanya dia hanya menatap sekilas kehadirannya setelah itu kembali lagi dengan berkas berkas itu.


"Ada apa, kamu sudah lapar? makan malam lah dulu, nanti aku akan menyusul hmmm"


Alih alih menjawab, Lily menyerahkan sebuah amplop kecil dihadapan Arzu.


Laki laki itu mengerutkan keningnya, menatap dirinya sekilas setelah itu membuka amplop tersebut.


Surat pengunduran diri, kenapa?


Arzu nampak melepas kaca mata baca nya setelah itu mentap Lily dengan pandangan datar.


"Ini begitu tiba tiba, kenapa?.. apa kamu ada masalah"


Tanya Arzu cepat, tapi dalam hati dia tersenyum seringai saat fikiran nya tengah memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Bisa dibilang seperti itu, tapi.."


"Kemarilah.."


Laki laki itu menupuk kedua pahanya, memberi isyarat agar Lily duduk dipangkuan nya.


Lily mencoba mentap Arzu sebentar, ada perasaan sedikit singkuh tapi..


"Kamu tidak mendengarkan ku?"


Saat melihat perempuan itu diam saja sejak tadi.


Secara perlahan Lily mendekat dan memberanikan diri duduk dipangkuan laki laki itu dengan pandangan menunduk.


"Apa yang terjadi hmmm.. kenapa tiba tiba meminta resign"


Arzu berbicara sambil tangan nya mengangkat dagu Lily agar mau menatapnya.


"A..ku.. aku akan segera menikah"


Mendengar ucapan Lily tiba tiba sudut matanya berkedut, pipinya pun terlihat sidikit memerah.


ah, manisnyaaaa


Tapi tunggu.. bagaimana kalau kami laki laki berbeda, aku ingin tahu apa kamu lebih berat dengan ku atau sosok lain?!


"Sepertinya kamu memang sudah mulai lapar, bicara kamu terlihat mulai ngawur hmmm"


Lily menggelengkan kepalanya cepat.


"No, aku serius.. besuk aku sudah harus kembali ke Surabaya, sebab acaranya berlangsung minggu depan"


Degan nada tercekat, Lily mencoba berbicara sambil tetap was was sebab posisinya membuat jantungnya berdetak tidak beraturan.


"Apa kamu sudah gila Hah, bagaimana kamu bisa seberani ini berbicara hal seperti itu didepanku?"


Arzu berbicara sedikit keras, semata mata ingin tahu bagaimana perasaan perempuan ini.

__ADS_1


Lily tersentak mendengar nada bicara Arzu hingga secara refleks dia beranjak dari duduknya dan menjauh beberapa langkah kedepan.


"Ma.. maaf"


"Cih, rupanya kamu hanya ingin bermain dengan perasaan ku begitu, picik sekali ternyata kamu"


"Bukan begitu Ar.. aku tidak bermaksud menyakiti perasaan kamu, hanya saja dari awal aku memang sudah dijodohkan dengan laki laki itu, dan maaf telah membuat kamu kecewa"


Oh sayang maafkan aku..


tapi rasanya lucu juga melihat Quen Qeenan seperti ini


Gumam Arzu dalam hati.


"Tentu.. tentu aku merasa sakit hati, apa kamu lupa beberapa kali kita bercumbu dengan begitu panas bahkan sempat kita melakukannya, tapi kamu seolah bisa menolaknya dengan halus, aku fikir karena kita tidak memiliki ikatan lebih tapi ternyata kamu menyiapkan diri untuk laki laki lain"


Arzu menghela nafas sejenak, sambil mengulum kuat bibirnya agar dia tidak tergelak.


Sumpak demi apapun, Arzu belum perna melakukan drama seperti ini.


"Ar.. maaf.. maafkan aku"


Nampak Lily yang mulai tidak enak dengan perasaan nya kini, apalagi Arzu mulai terlihat beranjak dari duduknya.


"Hah, baiklah aku akan memaafkan kamu dan juga mengijinkan kamu untuk pulang, tapi dengan satu syarat"


Mendengar ucapan Arzu, Lily mengangkat wajahnya sejenak untuk menatap bola mata yang selalu membuat dirinya terenyuh dalam kondisi apapun itu.


"Apa?"


Lily masih menatap bola mata Arzu, tiba tiba ada rasa takut dalam hatinya tapi Ia mencoba menepis hal tersebut.


Arzu berjalan mendekati Lily, meraih pingang perempuan tersebut dengan sedikit mendekatkan mulut ketelinganya dan berkata.


"Aku mau kamu melewatkan malam pertama nya dengan ku, mari menghabiskan malam panjang diatas ranjang ku malam ini sampai pagi"


Cup

__ADS_1


Lily terlihat membulatkan matanya, menatap tak percaya kearah Arzu yang mulai melangkahkan kakinya keluar setelah mencium dirinya.


Apa?!.


__ADS_2