BiRahi Cinta Milikku

BiRahi Cinta Milikku
Siasat Baru


__ADS_3

Beberapa Waktu Sebelumnya...


Sebelum Kebakaran Gedung Merah


Disuatu tempat..


Gara tengah duduk dengan gaya bertumpang kaki begitu angkuhnya, tangan kanan memegang gelas minuman sedangkan tangan kirinya menjepit rokok yang sejak tadi terus dia hisap.


Didepan dirinya nampak uncle Zeus dan uncle Yori yang terlihat sibuk berkutat dengan beberapa sejata api miliknya diatas meja, memastikan apa senjata itu berfingsi dengan begitu baik nantinya.


"Kamu yakin dengan rencana gila ini Gara"


Tanya Zeus yang tanpa mengalihkan pandanganya dari pistol pistol tersebut.


"Walaupun Arzu tidak bisa menebak pergerakan kita tapi uncle yakin dia akan memanggil seluruh Death Wolf untuk datang kesini"


Lanjut laki laki paru baya itu lagi.


Mendengar ucapan dari sang uncle Gara hanya tergelak penuh arti seraya memainkan asap rokok miliknya.


"Apa uncle masih belum bisa menebak, keuntungan apa yang kita dapatkan dari rencana baru yang tengah kita kerjakan saat ini"


Seru Gara seraya menatap wajah bingung para uncle nya.


Tapi sepersekian detik kemudian terlihat Zeus dan Yori saling pandang seperti tengah memikirkan suatu hal yang sama dan membuat kedua laki laki paru baya itu langsung menatap Gara dengan sorot mata tidak percaya.


"Uncle berharap apa yang kita berdua fikirkan kali ini sebuah kesalahan"


Yori terlihat takut akan tindakan sang keponakan kali ini diluar batasanya, mengingat rencana awalnya sudah tercium oleh Arzu yang dengan begitu terang terangannya memberi sebuah ancaman lewat Zeus kala bertandang kerumahnya pada saat itu.


Dan sepertinya Gara tidak ada kata menyerah dan mundur, sang keponakan justru telihat semakin begitu berani menantang dan siap mengibarkan bendera perangnya.


Alih alih menjawab, Gara hanya mengangkat bahunya acuh seolah enggan perduli dengan presepsi kedua uncle nya.


"Jadi benar kamu akan melakukannya?"


Tanya Yori sekali lagi.


"Hmmm iya.. bukankah itu rencana yang bagus dan begitu sempurna"


"Kamu tahu Gara ketika kita membakar Gedung Merah itu tidak akan ada tempat bagi kita untuk berlari bahkan disaat itu juga kita akan berhadapan langsung dengan Death Wolf"


Seru Yori.


"Bukan masalah, aku sudah menyiapkan segalanya bahkan dari hal paling buruk sekalipun, bukan begitu Sayang?"


Ucap Gara yang ditunjukan pada seorang perempuan yang baru masuk itu sembari tersenyum untuknya.


"Hmmm iya.. kamu memang yang terhebat"


Jawab perempuan tersebut.


Secara perlahan perempuan itu mendekati kedua laki laki paruh baya disebalah kananya itu dan melesatkan pelukan kerinduan yang saat ini dia rasakan.


"Apa laki laki arogan itu menyusahkan Papa"

__ADS_1


Ucap perempuan itu sesaat setelah melepaskan pelukannya.


"Bukankah kamu tahu, bagaimana sifat dari laki laki penguasa itu"


Jawab Yori yang begitu senang melihat kedatangan putrinya.


"Apa tidak ada pelukan untuk laki laki tua ini juga hmmm?"


Perempuan itu mengulum senyumnya sembari memeluk Zeus juga untuk beberapa saat.


"Cih.. dia begitu cemburu rupanya"


Pekik Yori seraya mendengus kesal.


Ck.. hubungan keluarga yang begitu kompleks


Dan sesaat kemudian Gara memberi beberapa waktu, membiarkan perempuan itu dan kedua laki laki paru baya tersebut saling melepas rindu dan bertukar kabar.


Lalu Sepersekian detik mereka berempat mulai terlihat begitu fokus membahas rencana besar yang telah mereka rencanakan.


"Jadi.. kapan kita akan bergerak"


Tanya perempuan itu.


"Kita akan lakukan ditengah hari, pastikan anak buah kamu siap dalam posisinya"


Mendengar jawaban dari Gara nampak perempuan itu menganggukan kepalanya.


"Lalu bagaimana perusahaan yang di London, apa kita langsung bergerak kesana"


Jawab Gara.


"Itu bagus.. Black Baal juga sudah terlalu lama bersembunyi, kini saatnya mereka mulai pemanasannya"


Zeus dan Yori hanya diam dan mendengar kan kedua pasangan penguasa dari Black Baal tersebut, dia fikir bukankah mereka begitu serasi saat berperan seperti ini.


Bahkan tidak perna mereka bayangkan bahwa kedua orang ini yang dulu begitu lembut dan penyanyang seketika berubah menjadi iblis yang mengerikan.


"Monic.. bagaimana dengan Shan"


Tanya Zeus sesaat dia teringat akan sang putra.


Nampak semua orang terdiam menatap perempuan itu sembari menunggu dia menjawab.


"Aku fikir dia telah meminum obatnya saat aku pergi melakukan tugasku waktu itu, tapi ternyata aku salah.. diam diam dia keluar dari rumah dan sampai saat ini belum juga aku menemukanya"


Jawab Monic cepat.


"Hah.. suami kamu begitu membuat pusing saja, aku fikir dia pasti berontak dan akan ikut bergabung bersama Arzu saat ini.


Ucap Yori papa kandung Monic.


"Biarkan saja dia.. begitu semua ini selesai kita tarik dia dan langsung membawanya pergi ke Jepang, sesuai seperti keinginan kita bukan"


Terlihat semua diam sembari menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Begitu dengan Monic yang saat ini sudah menjatuhkan keyakinanya untuk membuat sang suami melupakan segalanya dan memulainya dari awal.


Monic fikir tujuh tahun waktu yang lebih dari cukup membuat air matanya terkuras habis akan penolakan sang suami, Shan


Dan kali ini dia bertekad akan merubah kehidupanya.


Sebentar lagi sayang, kita akan selalu bersama sama dalam buaian cinta


________________________


Kembali Ke Masa Sekarang...


Villa Qee house


Lily menatap satu persatu orang yang berada dihadapannya saat ini, rasa geram dan begitu kesal nampak jelas tersirat dari raut wajah mereka semua seolah berkata bahwa apa yang dirinya lakukan saat ini telah mengganggu kesenangnya.


Dia fikir bukankah itu terlihat lucu saat kita sedang dalam keadaan marah pada seseorang tapi tidak bisa menunjukan didepan orang tersebut.


Dan itu yang tengah terjadi dihadapannya saat ini, membuat Lily yang sejak tadi mencoba mengulum bibirnya kuat kuat menahan ketawa.


Mereka begitu menggemaskan saat seperti ini.. Oh serigala serigala manisku..


Dari arah belakang terlihat Green berjalan mendekat kearah dirinya sambil membawah sesuatu ditangan kananya.


Begitu sampai dihadapanya di memberikan barang tersebut kepada dirinya sambil berkata.


"Kamu selalu tepat dalam membaca sesuatu Qee.. laki laki itu memang benar dia, Yama"


Mendengar ucapan Green membuat semua orang menatap kearah gadis itu, yang dibalas acuh olehnya seraya mendudukan diri disebalah Qee nya.


"Apa Yama yang dimaksud adalah laki laki yang dicintai Niah"


Seru Caca dengan antusias.


"Iya.. dan dia sedang berusaha bergerak dibelakang kita saat ini, tapi aku masih belum memastikan untuk apa dia melakukanya"


Jawab Lily sembari bola matanya memindahi satu persatu kertas yang ada ditanganya.


"Aku fikir dia bergerak membantu salah satu dari kedua bersaudara itu, bukan untuk Niahku, sebab kita tahu bahwa seluruh data asli milik Niah sudah terhapus kan"


Ujar Nilam.


"Tapi untuk apa dia melakukanya, apa keuntungan Yama membantu salah satu dari mereka?"


Balas Nina.


Sementara Lily, mira dan Cifer tengah berfikir dan mencerna kemungkinan kemungkinan yang bisa terjadi dan saling berhubungan.


Tapi beberapa saat kemudian angin segar telihat berhembus begitu sejuk memenuhi fikiran Lily seolah dia tengah mendapatkan kiriman suatu hadiah.


Sepersekian detik kemudian dia melirik Mira dan Cifer yang tengah duduk bersebelahan itu, sembari menarik tipis sudut bibirnya.


"Apa kamu sudah mendapatkan jawabanya Delta?"


Mira menatap sang Alpha dengan tersenyum sambil mengedipkan kedua matanya.

__ADS_1


Done.!


__ADS_2