
Seketika Lily tertegun mendengar ucapan Arzu, disaat dirinya masih mengatur deruh nafasnya akibat pelepasannya tadi, laki laki itu menyatakan cinta.
Yah
Yang benar saja, apa tidak ada tempat lain atau bahkan dalam kondisi seperti ini, iish..
Lily fikir bukankah ini begitu memalukan menyatakan cinta disaat dalam keadaan seperti ini, bahkan dia merasa singku karena laki laki itu menjadi yang pertama melihat tubuh polosnya.
Oh god, ini begitu gila
Usapan lembut Lily rasakan dari tangan kokoh Arzu, bola matanya menatap tajam penuh has.rat seolah oleh dia begitu siap melahap habis dirinya dan hal itu semakin membuat Lily gugup.
"Istirahat lah sebentar, aku pergi kekamar mandi dulu hmmm"
Cup
Arzu mencium bibir Lily sekilas kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh polos perempuan itu setelah itu dengan cepat pergi kekamar mandi.
Iya.. dia harus menuntaskan hasr.atnya, Arzu fikir dia tidak mungkin sebaji.ngan itu yang harus melakukan hal itu sebelum pernikahan.
Walau dia sudah tahu kalau meraka adalah perempuan yang sama, hmmm Quen Qeenan adalah Lily kinanti keterunan Red Seamon, tunangannya.
Iya karena kejadian malam itu dia pada akhirnya menyadari sesuatu, hingga memutuskan tanggal pernikahannya dengan cepat.
Tapi dia masih belum tahu kenapa perempuan itu memakai identitas seperti itu.
Apa dia sedang menghindari sesuatu atau apa jangan jangan..
Ah.. entah lah ini masih menjadi tanda tanya, Dan sepertinya kali ini menjadi PR baru untuk dirinya, mencari tahu apa yang telah terjadi dengan perempuan tersebut.
Apa yang tengah kamu sembunyikan sayang?!
Qeenaannn... aaaaakkhhhh...
Begitu berhasil mengeluarkan timah panas dari senjata tempurnya, Arzu langsung mulai membersihkan tubuh, membiakan kepala hingga keujung kakinya terkena kucuran air dibawah shower untuk beberapa waktu.
Sesaat kemudian Arzu telah menyeselaikan sesi mandinya, hanya memakai celana pendek dan handuk putih bertengger dikepalanya yang sesekali tangan kokoh itu begerak mengusap, secara perlahan Arzu mendekati tempat tidur dimana ada Lily berada disana.
Tapi tiba tiba dia menggulum senyum nya melihat perempuan itu ternyata tertidur dia fikir apa perempuan itu begitu lelah bahkan perempuan itu tidur sebelum mendapatkan sarapan paginya.
__ADS_1
Ah, biarkan saja lah..dia tidur sebentar, hmmm dia begitu cantik saat seperti ini
Arzu meraih telpon rumah diatas nakas mencoba menghubungi seseorang diluar sana.
"Iya Tuan.."
Jawab seseorang dibalik telepon.
"Siap kan sarapannya dan antar segera ke kamar utama"
Titah Arzu pada orang itu.
"Baik Tuan"
Begitu sambungan telpon Ia matikan, Arzu mulai mendekati pinggiran tempat tidur.. mendudukan dirinya disana sambil menatap wajah perempuan yang tengah tidur itu.
Pantas saja dari awal seperti aku perna melihat kamu dari balik mata indah itu
Dan sekarang aku tahu bagaimana satu wajah dibalik topeng itu sekarang
Tangan Arzu bergerak mengusap pipi lembut itu membuat sang empu refleks membuka matanya.
Perempuan itu menggeleng pelan, kemudian dia berusaha merubah posisinya menjadi duduk dengan menggulung selimutnya hingga menutupi bagian dada.
"Kamu sudah selesai mandi"
"Hmmm"
Arzu berdehem sembari tersenyum, tapi senyuman nya memiliki arti.
"Bisa geser sedikit, aku juga ingin pergi kekamar mandi"
Laki laki itu hanya tersenyum tanpa mau menjawab maupun mengikuti perintah perempuan itu.
"Ish, malah senyum terus.. cepet geser"
Dan pada akhirnya Arzu menggeser tubuhnya, membiarkan perempuan itu turun dan dia melesat berlari kecil menuju kamar mandi.
Ternyata seorang Queen Red Seamon begitu menggemaskan seperti ini
__ADS_1
Ah, iya.. apa tadi aku begitu gila ingin menerkamnya?!
hingga begitu banyak tanda cinta ku bersarang dileher sampai kebawah hihi
______________________
Castle Red Seamon
Tempat Tersembunyi...
Seorang gadis nampak meringkuk diatas kasur dalam ruang kamar dua kali dua itu, memang terlihat tidak layak disebut kamar mengigat pintunya terbuat dari besi baja dan sedikit lubang persegi di tengah tengah pintunya.
Safira, gadis itu sudah lebih dari semingu berdiam diri disini, dia tidak tahu dimana Ia saat ini dan entah siapa yang membawah dan menakap dirinya dan Anna sang asisten.
Tapi kejadian itu begitu cepat dan tepat, seolah timing seperti sudah direncanakan sebelumnya.
Saat dimana dia dalam keadaan panik karena mendapat kabar bahwa Gedung Merah kebakaran secepat kilat Ia dan Anna bergegas pergi kesana.
Tapi saat menanti sang supir tidak kunjung datang datang dan bertepatan ada sebuah taksi yang habis mengantar penumpangnya, tanpa basa basi safira menarik anna dan masuk begitu saja kedalam taksi tersebut.
Tapi siapa sangkah selang beberapa menit semuanya menjadi ricu, mendadak taksi itu berhenti kemudian ada dua orang bertubuh besar bertopeng membuka pintu sisi kiri dan kanan lalu tahu tahu membekap mulutnya dan Anna setelah itu dia sudah tidak tahu lagi setelahnya.
Begitu sudah sadar dia sudah berada disini dan hingga sampai sekarang dia tidak tahu siapa dan ada urusan apa pada dirinya.
"An.. sampai kapan kita disini?"
Tanya Safira pada gadia yang tengah duduk berselonjor.
"Saya juga tidak tahu Nona, maaf"
Sesal Anna saat mengalami kejadian ini
"Hah.! aku akan membunuh orang yang telah membawah kita kemari"
Seru Safira kemudian
"As you wish, sayang..."
Tiba tiba suara dari seseorang yang begitu Ia kenali beberapa hari ini mengejutkan dirinya.
__ADS_1