Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 11. Card Selection


__ADS_3

Waktu istirahat sudah hampir habis dan Tenn benar-benar bangun 15 menit sebelum waktu istirahat selesai.


[Perhatian. Waktu tidur sudah selesai. Alarm akan segera dibunyikan]


[Membunyikan alarm]


[Kriing! Kriiing! Kriing! Kr–]


“Berhenti sekarang, aku sudah bangun.”


[Mematikan alarm. Selamat pagi, Code Name: Alice]


“Iya iya, pagi. Terima kasih.” Tenn melakukan sedikit peregangan otot. “Bilangnya ingin tidur tapi aku tidak benar-benar tidur. Pada akhirnya, demon lord tetap saja demon lord.”


-Sniif…sniif


Tenn mengendus sesuatu, “Aroma yang tidak asing…” gumamnya pelan. Setelah memakai sepatu dan memegang syal hitam yang telah diambil sebelumnya, dia berjalan menuju pintu.


Karena penasaran, Tenn bertanya pada sistem.


“Sistem, aku mau memastikan lagi…kamu tidak akan mendapatkan notifikasi permainan sebelum permainan dimulai kan?”


[Sistem tidak akan mendapatkan notifikasi permainan sebelum permainan dimulai]


“Lalu kenapa aku mencium aroma ini? Ini jelas bukan aroma biasa karena aku sudah terbiasa membunuh di masa lalu. Ini aroma mayat.”


“Sudah begitu jumlahnya tidak main-main. Jelaskan padaku.”


[Memeriksa keadaan]


[Saat ini, Admin Wonder sedang membangun area permainan]


“Membangun area permainan? Bagaimana bisa? Jangan bilang dia ingin aku bertemu dengan zombie”


[Sistem tidak bisa menjawab. Informasi dibatasi]


-Creek…creeek


Tenn mencoba membuka pintu kamarnya dan benar saja, pintunya terkunci. Jelas kunci kamar itu masih ada di pintu dan dia tidak merasa menguncinya saat masuk.


“Terkunci? Kenapa?” tanya Tenn dalam hati. “Mungkinkah karena area permainan belum selesai dibuat?”


Tenn menyilangkan tangannya ke dada sambil menggerutu, “Tapi kan tidak ada peraturan kita tidak boleh keluar kamar? Admin tidak jelas itu kan hanya meminta kita untuk beristirahat selama dua jam.”

__ADS_1


“Harusnya aku bisa keluar sekarang. Dasar orang yang tidak punya pendirian!” gerutuan itu diakhiri dengan umpatan. Sekarang, Tenn hanya bisa menunggu pintunya terbuka dengan keajaiban dari sang penguasa game, Wonder.


Selama waktu yang tersisa, demon lord itu hanya berdiri sambil terlihat kesal. Sampai akhirnya sisa waktu yang ada hampir berakhir.


“Sistem, sudah belum?” tanya Tenn dengan wajah cemberut.


[Memeriksa keadaan]


[Area permainan telah siap. Pintu akan terbuka]


-Creeek


“Waa, terbuka sungguhan!” Tenn langsung membuka pintunya dan dia melihat seluruh lorong itu. Semua sisinya telah berubah seperti sebuah istana yang tidak berpenghuni ratusan tahun.


“Apa yang terjadi? Ini arenanya? Jelek sekali seleranya.” ejeknya.


Sebuah notifikasi terdengar dari langit.


[Welcome to the Murder Land]


[Kepada para pemain Code Name, senang bertemu dengan kalian. Perkenalkan, aku adalah administrasi di tempat ini, namaku Wonder]


Tenn berteriak ke atas langit-langit, “Sudah tau, sudah kenal! Jangan lama-lama ya, cepat beritau dimana letak pintu keluarnya!”


[...]


[Code Name: Alice tidak boleh jahat pada Wonder. Aku bisa menangis nanti]


“Bukan urusanku!”


[Baiklah. Dalam permainan ini, kalian akan diminta untuk melakukan sebuah permainan yaitu “Card Selections”, dimana ada 312 kartu yang tersebar di seluruh area ini]


[Syarat kemenangan dari “Card Selections” ini hanya kombinasi kartu “Royal Straight Flush” dimana hanya ada 4 kombinasi suit yang bisa tercipta]


“4 kombinasi suit? Maksudmu satu kombinasi dari suit kartu “Hearts”, “Spades”, “Clovers” dan “Diamonds”, benar kan?”


[Tidak perlu semua suit kartu. Hanya perlu salah satu dari keempatnya. Jika sudah tercipta kombinasi kartu “Royal Straight Flush” maka Code Name: User akan masuk ke level permainan selanjutnya]


[Total peserta yang ada di sini adalah 120 orang. Namun dalam permainan ini, hanya akan memilih 24 orang sebagai pemenang]


[Kalian bebas melakukan semua cara untuk mendapatkan kartu yang harus dikumpulkan, termasuk membunuh mereka]


[Tidak ada batasan waktu dalam permainan ini]

__ADS_1


[Apabila sudah ada Code Name: User yang berhasil mengumpulkan kombinasi kartu yang menjadi syarat kemenangan, Wonder akan mengumumkannya kepada semua]


[Secara otomatis, pemain tersebut keluar dari permainan]


[Dan apabila masih ada pemain yang gagal mengumpulkan kombinasi kartu tetapi dia masih hidup, maka Wonder sendiri yang akan membunuhnya]


[Selamat bersenang-senang. Wonder akan menunggu kalian di level berikutnya]


Seketika hening. Tenn terdiam dan masih tidak mengerti jalan pikiran dari admin itu.


“Hmm, Royal Straight Flush ya…sepertinya dia senang sekali meminta orang membunuh orang lain.”


“Hanya ada 24 orang yang hidup katanya…jelas saja akan jadi seperti itu!”


“Dari 312 kartu, tiap suit hanya ada masing-masing 6 kombinasi jadi hanya bisa menciptakan 24 “Royal Straight Flush” dari tiap kombinasi suit.”


“Dia benar-benar mau memangkas jumlah manusia di bumi ya?”


Tenn mulai mengintip ke kamar yang baru saja ditempatinya selama menunggu dan kamar itu sudah berubah menjadi puing-puing bangunan.


“Dia bahkan tidak memberitauku harus aku cari dimana kartu-kartu itu. Menyebalkan.”


“Ini alasannya aku tidak suka ikut game atau kuis tidak jelas di sekolah. Karena informasi yang diberikan selalu ada saja yang kurang.”


[Perhatian. Permainan sudah dimulai]


[Code Name: Alice diharapkan untuk maju ke depan]


“Sekarang sistem sudah bisa memerintahku juga rupanya. Padahal niatnya aku bereinkarnasi menjadi manusia itu untuk mengikuti perintah kedua orang tua manusiaku dan melawan perintah orang lain.”


“Sepertinya aku gagal mewujudkan niatku itu.”


Tenn berjalan seperti arahan sistem. Sejauh ini dia tidak melihat hal aneh, tapi semakin ke depan dia berjalan, semakin kuat aroma busuk yang diciumnya.


Sampai akhirnya dia melihat tangga yang dia naikki sebelumnya dan ada banyak pemandangan baru.


-Grooaar


-Raaar


-Groooaaar


Sekumpulan mayat sudah siap menyambutnya dengan ucapan selamat pagi. Demon lord yang satu ini langsung menepuk jidatnya sendiri sambil bergumam dengan ekspresi kecewa.

__ADS_1


“Tau begini…aku akan tinggal di pesta lebih lama. Aku benci permainan ini.”


*****


__ADS_2