
“Kamu…sama jahatnya seperti mereka itu ya!”
“Mereka yang membunuh Queen of Hearts dan semua penghuni kastil hati!”
Kalimat dari gadis itu membuat ketiga pemain sedikit tersentak. Sebuah hal yang bisa menjadi petunjuk dan babak baru.
“Kastil…hati katamu?” tanya Tenn.
Alice kecil mundur perlahan dan terlihat takut.
“Aku…aku tidak tau apa yang kamu maksud, tapi kamu pasti sama seperti dua orang yang membunuh ratu dan raja hati tadi! Mereka membawa senjata dan gerakannya persis seperti yang kamu lakukan!”
Sebenarnya itu berbeda. Dua orang yang dimaksud oleh gadis kecil itu tidak memiliki hal yang sama, tapi di mata tokoh dongeng itu mereka adalah sekumpulan orang asing.
***
Ini terjadi saat gadis dari dongeng itu, Alice Liddell, melihat dua orang menerobos ke lapangan kriket milik ratu hati, Queen of Hearts.
Seorang pria tinggi menyerang dan membunuh para prajurit tanpa menyisahkan siapapun. Queen of Hearts dan King of Hearts melarikan diri, namu sang raja terbunuh.
Ratu berteriak saat itu sehingga gadis kecil yang masih memegang burung flamingo di tangannya mundur dengan wajah pucat.
Saat dua orang yang menyusup itu membunuh semuanya, Alice kecil diam-diam berlari ke dalam hutan.
Di hutan, dia terlihat begitu takut sampai tidak mengerti lagi dengan perjalanan aneh yang dilakukannya sekarang.
“Apa itu? Siapa mereka?! Kenapa mereka bisa membawa senjata dan membunuh ratu yang kejam itu?”
“Memang ratu itu pantas dihukum karena sering memenggal kepala orang lain tapi…”
Alice Liddell, tokoh utama dari dongeng ‘Alice in Wonderland’ yang berhasil melarikan diri dari kastil hati.
Saat dirinya merasa lelah, dia tidak menyadari bahwa burung flamingo yang dipegangnya itu ikut berlari di belakangnya.
Yang dia tau adalah dia harus pergi sejauh mungkin dari tempat itu.
“Aku tidak boleh bertemu mereka. Aku tidak tau apa yang mereka incar dari sang ratu yang kejam itu, tapi melihat mereka membunuh pasangan itu membuatku yakin dua orang tadi lebih jahat daripada ratu dan raja.”
“Selain itu, kemana kucing menyeramkan itu pergi? Seenaknya saja dia meninggalkanku setelah pesta di tempat Mad Hatter!” gerutu Alice.
Alice melihat sekeliling dan berjalan kembali sampai akhirnya dia mencium aroma manis di depannya.
“Aroma…gula? Kue? Pie apel dan sirup raspberry?”
Alice kecil berjalan. Di belakangnya sudah ada makhluk lain yang mengikuti tapi tidak disadari oleh Alice kecil.
Ketika sampai, dia mengendap-endap dan melihat ada tiga orang yang sedang menikmati kue-kue lezat.
“Huwaa~apa itu? Kelihatan lezat! Sama seperti di pesta Mad Hatter beberapa waktu lalu.” seru gadis itu dengan senang.
Saat berjalan, dia mendengar mereka seperti bicara. Kemudian ada kalimat yang terdengar begitu jelas di telinganya.
__ADS_1
“Sudah begitu, kamu juga tidak bisa bertarung yang artinya kata-kataku soal beban tim itu tidak salah. Kamu hanya akan menyusahkan saja.”
-Deg
Kalimat menyusahkan dan beban tim itu adalah hal yang sangat mengerikan untuk gadis kecil itu.
Dia menatap seorang pemuda yang mengatakan hal itu dari belakang dan melepaskan salah satu sepatunya.
“Orang yang jahat seperti dia adalah musuh perempuan!”
-Whooosh
Tanpa pikir panjang, gadis itu melemparkan sepatu miliknya ke arah pemuda itu. Namun pemuda itu bisa menghindarinya dengan mudah.
Setelah tersulut emosi, Alice kecil berjalan menghampiri pemuda itu dan membentaknya.
Itulah awal pertemuan dirinya dengan ketiga orang yang ada di meja pesta minum teh itu.
Sekarang, melihat kenyataan yang ada, Alice kecil melihat seorang pemuda yang memiliki mata merah bagaikan iblis.
Mata dingin mengerikan yang mirip dengan mata orang yang menyerang kastil hati.
Mereka tidak sama tapi mereka jelas memiliki kemampuan membunuh dan Alice kecil melihatnya sendiri.
Alice kecil bertemu dengan pemuda bernama Alice yang merupakan pemuda super jahat yang nyaris jadi korban sepatu terbangnya.
Kini, Alice dewasa itu melemparkan pisau ke arahnya. Kemudian melemparkan garpu sambil menatap dingin dirinya.
Kartu aneh yang dipegangnya menjadi sumber penentu apakah dia akan hidup atau tidak setelah ini.
Tapi Alice kecil sama sekali tidak tau apapun dan berusaha membela dirinya.
“Kamu…sama jahatnya seperti mereka itu ya!”
“Mereka yang membunuh Queen of Hearts dan semua penghuni kastil hati!”
“Aku…aku tidak tau apa yang kamu maksud, tapi kamu pasti sama seperti dua orang yang membunuh ratu dan raja hati tadi! Mereka membawa senjata dan gerakannya persis seperti yang kamu lakukan!”
Itulah yang dikatakan oleh Alice kecil kepada mereka bertiga.
***
Kembali ke posisi dimana Tenn menatap dingin gadis kecil itu. Demon lord itu bertanya pada gadis kecil malang itu.
“Kastil hati katamu, ada dimana kastil itu?”
“...” Alice tidak menjawab. Dan sepertinya Tenn masih tidak terima jawaban itu.
Dia mengambil pisau lainnya dan kali ini dia melemparnya tepat ke arah wajah gadis itu.
-Whoosh
__ADS_1
-Sreet
“Eh?”
Ada sebuah goresan tipis di pipi gadis kecil itu bersamaan dengan darah yang keluar sedikit, Code Name: Cheshire Cat berteriak.
“Apa yang kamu lakukan padanya, Alice?!” teriaknya.
Itu adalah teriakan yang ditujukan kepada Tenn. Code Name: Cheshire Cat terlihat marah sekali pada Tenn dan hendak membentaknya kembali sampai akhirnya mendarat tiga buah garpu di depan gadis itu.
Semua adalah hasil lemparan Tenn.
“Diam dan jangan berisik. Aku tidak mau bicara denganmu.”
Ucapan dingin itu membuat Code Name: Cheshire Cat syok dan pucat. Dia tidak menyangka bahwa Tenn bisa sedingin dan sekejam itu.
“Apa…ini? Apakah Code Name: Alice itu memang orang yang kejam?” tanya Code Name: Cheshire Cat dalam hatinya.
Tenn mengambil pisau makan lain dan berjalan ke tempat gadis kecil itu berdiri. Dengan sebuah kartu di tangan dan sebuah pisau lainnya, Tenn yang kini berdiri di hadapan gadis itu bertanya kembali.
“Aku tidak akan membiarkanmu hidup kali ini jika tidak menjawab pertanyaanku dan akan kuingatkan bahwa aku bukanlah orang yang lembut.”
“Katakan, apakah kartu seperti ini ada padamu atau tidak?”
Gadis kecil itu menjadi pucat tanpa bisa bergerak. Napas yang sulit diatur dan hanya satu kalimat dalam benaknya.
“Dia…iblis.”
Saat Alice kecil ingin mengatakan sesuatu, burung flamingo itu bergerak dan mencoba melarikan diri dari tempat itu.
-Whooosh
-Craaat
“Koook!”
-Bruuuk
“...!”
Tenn melemparkan pisau di tangannya dan tepat mengenai belakang kepala sang burung yang langsung membunuhnya di tempat.
Darah keluar cukup banyak dan itu membuat Alice kecil terjatuh hingga mengeluarkan air mata.
“A…aa…”
Tenn mendapatkan notifikasi dari sistemnya.
[Perhatian. Kartu “Ace of Spades” terdeteksi]
*****
__ADS_1