
Saat itu, ada sebuah hal yang tidak benar.
Tenn yang duduk tenang menatap pergerakan dan gerak-gerik dari Code Name: Mad Hatter. Awalnya terlihat begitu bersahabat. Namun ada hal tidak biasa begitu dia sampai di tempat gadis dengan Code Name: Peter Rabbit
“Tadi siapa namamu?”
“Peter. Namaku di sini Peter Rabbit.”
“Bukan White Rabbit tapi Peter Rabbit?”
“Benar. Aku dari ‘The Tale of Peter Rabbit’. Kamu bisa memanggilku Peter.”
“Hmm~begitu. Ini, silahkan dimakan kuenya. Aku ambilkan yang besar untukmu, Peter.” ucapnya sambil tersenyum.
Di sini, mata merah Tenn menyala.
“Aku yakin dia akan melakukan hal yang sama dengan yang pernah dilakukannya pada Tarzan.” gumamnya dalam hati.
Tidak lama setelah Code Name: Mad Hatter meletakkan kue besar seloyang penuh, dia tersenyum. Sungguh senyuman yang begitu ramah tapi memiliki maksud yang tidak ramah sama sekali.
Dari dalam kue tart besar, ada sebuah akar besar panjang tajam yang langsung menembus leher gadis yang duduk di samping Code Name: Queen of Hearts.
-Jleeb!
-Craaat
Tenn tidak menunjukkan ekspresi terkejut sama sekali. Bagaimanapun juga dia adalah demon lord. Diibaratkan kata kejam adalah nama tengahnya.
Tapi tidak untuk yang lain.
Code Name: Cheshire Cat dan Alice kecil yang duduk berdekatan dengan Tenn langsung terlihat pucat dan saat darah memuncrat ke atas meja makan mengenai beberapa kue, mereka langsung berteriak histeris.
“Kyaaa!!!”
“Tidaaaak!!”
Mereka langsung berdiri sampai kursi dan sebagian taplak meja terseret. Cangkir teh, kue dan mangkuk pecah dan berserakan.
Code Name: Queen of Hearts sendiri awalnya mematung dengan banyak darah yang mencipratinya. Setelah itu, kejutan lain terlihat.
__ADS_1
Akar pohon mulai keluar kembali menancap ke tubuh gadis yang baru saja datang bersamanya beberapa menit lalu.
Seketika tanpa bisa berteriak membuat suara, gadis itu tewas. Dia mati dengan akar yang melubangi semua bagian tubuh atasnya. Mata kiri, leher, jantung, perut, dada sebelah kanan dan beberapa ada yang menancap di dahi dan bahunya.
Sementara itu, Code Name: Mad Hatter tersenyum senang dan dengan bangga dia berkata, “Musuh harus dilenyapkan.”
“Akhirnya selesai juga melakukan pembersihannya!” timpalnya dengan gembira.
Code Name: Queen of Hearts bangkit dari kursinya dengan beberapa pakaian bersimbah darah, namun tubuhnya ditahan oleh sesuatu yang besar. Itu adalah akar bunga yang muncul dari belakang kursinya.
“Oops, maafkan aku Queen. Kau jadi kotor. Sebentar, biar aku bersihkan dulu bajunya sebelum mengobrol dengan Alice ya.”
Akar itu berasal dari bunga yang pernah muncul di belakang kursi Tenn. Bunga itu mengeluarkan cairan air yang langsung membersihkan pakaian pemuda itu. Tentu saja hal itu membuatnya basah, namun yang ini langsung bisa mengering sendiri. Sungguh ajaib.
“Selesai~” katanya dengan senang.
Code Name: Queen of Hearts memperhatikan tempat duduk Code Name: Peter Rabbit dan dilihatnya sebuah kue tart dengan lapisan strawberry dan coklat bertabur banyak gula meses dan permen.
Kue itu setinggi 4 tingkat dan darah yang menciprat di sekitar meja dan kue juga langsung hilang berganti butiran permen yang terbungkus. Itu seperti permen tersebut adalah representasi dari darah yang dikeluarkan oleh gadis malang itu.
Keringat dingin dikeluarkan oleh Code Name: Queen of Hearts. Namun karena perawakannya yang cukup dewasa dan tenang, dia hampir bisa mengendalikan dirinya.
Dengan nada serius dan tombak senjata yang ada di tangannya, dia mulai bertanya pada Tenn yang duduk tenang di hadapannya.
“Oi, yang membunuhnya itu dia, bukan aku.”
“Tapi dia adalah rekanmu juga, kan?”
“Mana mungkin aku mau satu tim dengan yandere. Asal kamu tau ya, dia itu memang punya kelainan jiwa. Kamu dengar sendiri dia berkata apa saat kamu datang, kan?”
“Aku sudah muak dengan semua ini.”
“Kebetulan, aku juga sama muaknya denganmu jadi kita selesaikan ini dengan cepat. Duduk sekarang.”
“...” Code Name: Queen of Hearts tidak mau mendengarkan dan menatap tajam Tenn. Dia sempat melirik bunga besar yang tiba-tiba mengecil lalu menghilang serta melihat kedua gadis yang ada di tanah.
“Mereka ketakutan. Ini adalah kali pertama hal ini terjadi rupanya.” gumamnya. Walaupun yang benar itu baru pertama kali ditunjukkan Code Name: Mad Hatter pada mereka.
Sementara itu, Code Name: Mad Hatter mulai bicara.
__ADS_1
“Queen, jangan salah paham. Aku hanya membersihkan musuh.”
“Musuh katamu? Dia datang bersamaku dan aku sudah bekerjasama dengannya sejauh ini. Bagaimana bisa dia dianggap musuh?”
“Dia bukan dari dongeng yang sama dengan kita. Itu artinya dia musuh.”
-Deg
Sekarang, Code Name: Queen of Hearts melihat sekelilingnya. “Dongeng yang sama itu maksudnya dari ‘Alice in Wonderland’? Dia benar-benar. Tidak, tunggu dulu.”
Code Name: Queen of Hearts berkata, “Tapi kalian membunuh The Flamingo yang jelas ada di dalam cerita.”
“Aku yang bunuh karena dia mencoba kabur membawa kartunya.” celetuk Tenn.
Saat Code Name: Queen of Hearts melihat Tenn, ada banyak kartu klondike di tangannya.
“Sekarang aku sudah tidak mau membuang waktuku. Kita mulai bisnis dan kesepakatannya. Aku akan berikan anak kecil itu dan kamu harus memberitauku informasi mengenai kartumu.”
“Mungkin aku memiliki kartu yang aku butuhkan atau mungkin kita bisa saling memahami satu sama lain.”
Situasi cukup tidak bersahabat. Tapi, ada yang masih santai di sana yaitu Code Name: Mad Hatter yang sedang meracik teh dan memotong kue tart di kursi yang semula diduduki oleh mendiang Code Name: Peter Rabbit.
“Ehehe, kuenya tercipta sempurna. Akhirnya ada kue dengan taburan gula dan meses di sini.”
Kembali ke bisnis semula, Tenn terlihat tidak main-main dengan niatnya.
“Aku tau dia memiliki sesuatu tapi aku tidak bisa menanyakan hal ini pada sistem tsundere itu.”
“Meminta bantuan sistem secara perlahan akan membuatnya sadar bahwa aku tidak benar-benar percaya padanya. [Lie Detector] adalah satu-satunya yang bisa aku pakai.”
“Apapun itu, manusia ini tidak akan bisa berbohong padaku.”
Perhatian Code Name: Queen of Hearts akhirnya berhasil teralih. Tidak lagi memikirkan rekannya yang mati, dia memutuskan untuk duduk tepat di kursi yang berhadapan langsung dengan Tenn dan mulai mengeluarkan kartu miliknya.
Sambil meletakkannya di atas meja, pemuda itu berkata.
“Ini adalah kartuku. Suit yang hampir lengkap adalah “Diamonds” dan suit cadangan yang aku pegang adalah “Spades”. Di tangan Code Name: Peter Rabbit, dia memiliki dua kartu suit “Clovers” yang baru kami dapatkan di kastil hati.”
Tenn dan Code Name: Mad Hatter terbelalak melihat salah satu kartu di meja.
__ADS_1
“Mustahil, ada di sini?!”
*****