
“Graaa!!”
Dari arah depan keduanya, muncul sekawanan zombie. Bukan hanya satu atau sepuluh tapi lebih dari itu.
“Zombie?!” teriak Code Name: Tarzan.
“Cih!” Tenn melihat ke sisi kanan dan kirinya, “Kita terjebak.”
“Apa yang…” Code Name: Tarzan melihat sekelilingnya dan dia mengerti apa yang dimaksud Tenn.
Sekarang mereka harus menerima kenyataan bahwa situasi aman yang baru saja mereka rasakan berakhir menjadi survival game.
Tenn sendiri terlihat tidak senang dengan situasi ini.
“Aku bisa saja bertarung seperti yang kami lakukan barusan, tapi mengingat sihirku kali ini sedikit terbatas membuatku harus berpikir ulang.”
“Sekalipun aku bisa membunuh mereka dengan aura, itu hanya bisa digunakan satu kali lagi dan itu akan menjadi kartu as untukku.”
“Menurut semua informasi yang aku baca dari daftar yang dikirimkan oleh sistem tsundere itu, semua sihir yang bisa kugunakan sekarang hanya bisa dikeluarkan maksimal dua kali dan baru akan terbuka kembali setelah naik level.”
“Hanya bisa mengandalkan serangan fisik akan membuatku yang tidak bisa regenerasi untuk sementara waktu ini seperti manusia lemah biasa.”
“Haruskah aku lari dulu untuk sementara?”
Tenn melihat mereka datang dan akhirnya berkata pada Code Name: Tarzan.
“Tarzan, kita kabur dari sini.”
“Bagaimana?!”
“Lompat ke pohon itu seperti sebelumnya, sekarang!”
“Graaa!!!”
Saat para zombie itu mulai berteriak dan berlari, kedua pemain itu melompat dan berdiri di dahan yang cukup tinggi.
Seluruh area hutan memiliki banyak akar, semak belukar, pohon-pohon besar, akar gantung dan banyak hal liar lainnya.
Dengan kemampuan milik Tenn dan kemampuan milik Code Name: Tarzan yang bisa beradaptasi dengan hutan membuat mereka bisa dengan mudah melompat ke atas pohon.
__ADS_1
Tetapi, ada hal yang lebih mengejutkan. Bukan hanya mereka yang bisa melakukannya.
Terlihat ada lima zombie yang bisa memanjat. Bukan hanya memanjat, mereka seperti mencengkeram dahan pohon dengan sangat kuat.
Tangan yang menancap untuk memudahkan mereka memanjat pohon dan gerakan cepat membuat kedua pemain itu cukup terkejut.
“Memangnya zombie bisa seperti itu?!” teriak Code Name: Tarzan dengan wajah syok.
“Kamu tidak tau saja, di istana Cinderella mereka bahkan bisa seperti spider-man. Lari!”
Tenn dan Code Name: Tarzan melompat ke pohon lainnya. Tentu itu tidak mudah karena saat itu, bukan hanya lima zombie yang mengejar.
Terdapat beberapa zombie lainnya yang mulai melompat ke pohon lainnya. Code Name: Tarzan melihat ke belakang.
“Alice-kun, mereka bisa melompati pohon-pohon juga! Kita harus bagaimana?!”
“Pokoknya kabur dari sini dan mencari tempat aman! Jika melawan sebanyak itu, kita hanya akan berakhir menjadi saudara mereka!”
Tenn mulai berpikir dengan ekspresi kesal.
“Sial! Kalau tidak berada di dekat manusia ini aku mungkin akan memilih untuk mengambil resiko mengeluarkan sihir auraku untuk terakhir kali.”
“Maksudku, kelompok yang mengejar kami itu…mereka bisa melompati pepohonan seperti kemampuan milik orang bodoh di belakangku.”
“Di istana Cinderella bahkan ada yang bisa memanjat di dinding. Masuk akal jika ada zombie lain yang mungkin bisa menggunakan pedang atau menyemburkan api nantinya.”
Baru beberapa saat mereka melompat ke pepohonan, dahan yang dipijak Tenn patah karena terlalu rapuh.
“Eh?! Huwaaa!”
“Alice-kun!” teriak Code Name: Tarzan.
Tenn terjatuh di saat para zombie di belakangnya berlari mengejarnya. Code Name: Tarzan ingin menolongnya dengan melompat dan menghadang ratusan zombie yang berlari ke arah mereka.
“Alice-kun, kau tidak apa-apa?”
“Aku tidak apa-apa. Jangan diam saja, ayo!”
Keduanya terpaksa lari dari tempat itu. Jumlah yang mengejar sangat banyak. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk sekarang sampai akhirnya mereka secara tidak sengaja menginjak sesuatu.
__ADS_1
“Apa ini? Basah?”
“Kakiku terasa berat…”
Tenn melihat ke bawah kakinya dan itu adalah sebuah lumpur yang dikelilingi semak belukar. Namun sayangnya itu bukan lumpur biasa.
“Warna ini…lumpur hidup?!”
Keduanya tidak sengaja menginjak dan sempat berjalan di lumpur tersebut.
“Sial! Kenapa bisa ada benda seperti ini di sini.” Tenn menggerutu dan melihat ke depan. “Mereka ingin membunuh kita.” gumamnya pelan.
Luas lumpur tersebut ternyata nyaris seluas danau kecil yang ada di dalam hutan dan dengan tertutup oleh semak belukar, sangat sempurna sehingga sulit terlihat.
Dari sudut yang terlihat sekarang, tubuh keduanya mulai tenggelam sedikit demi sedikit karena nekat bergerak. Terutama Code Name: Tarzan.
Dia cukup panik sampai tubuhnya sudah tenggelam sampai paha miliknya dalam waktu singkat.
“Aku tidak mau mati di sini!” teriaknya
“Jangan bergerak atau kamu akan tenggelam lebih dalam, dasar bodoh!”
Di sekitar mereka hanya ada sedikit akar menjalar dan meskipun jarak mereka dengan tanah tidak jauh, tapi kembali ke darat juga hanya akan memberikan masalah lain. Hal itu karena para zombie sudah mulai mendekat.
Dari belakang, para zombie tersebut mulai mengejar dan hampir sampai ke tempat mereka berada.
“Alice-kun, kita akan mati!”
“Aku tidak sudi jadi seperti itu!” Tenn menggigit ibu jarinya dan berpikir keras, “Aku harus mengambil resiko dan menerima kenyataan kalau sihir terkuat saat ini harus aku pakai. Tapi…”
Wajah Tenn terlihat begitu tidak ikhlas, namun untuk keluar dari lumpur hidup yang menelan tubuhnya memerlukan rencana.
Dan mereka tidak akan bisa melakukannya dengan cara biasa sekarang.
“Mati tenggelam atau mati karena digigit zombie tidak pernah ada dalam daftar keinginan dalam hidupku saat reinkarnasi. Aku terpaksa melakukannya!”
“Daripada mati di sini!”
*****
__ADS_1