
[Terdeteksi. Ada 2 kartu yang terdapat pada bagian dalam tubuh masing-masing karakter dongeng]
Sebuah notifikasi yang muncul dari sistem masing-masing pemain diberikan.
Sosok seorang gadis kecil dengan seekor burung flamingo akhirnya berjalan mendekati mereka. Lebih tepatnya gadis itu mendekati Tenn.
Dia terlihat emosi dengan satu sepatu masih berada di kakinya. Kemudian, dia marah-marah.
“Dasar orang tidak sopan! Itulah kenapa orang dewasa sangat menyebalkan!”
“Siapa kamu? Berani sekali bicara begitu padaku.” Tenn terlihat kesal. Namun anak itu sama sekali tidak takut padanya dan melihat anak perempuan yang matanya merah karena menangis sebelumnya.
Gadis kecil itu kembali membentak Tenn dengan tangan di pinggang.
“Kamu mengatakan hal yang buruk kepada seorang Lady, dasar pria tidak bertanggung jawab!”
“Dengar ya, perempuan itu harus diperlakukan lembut dan bukan dikatai sebagai beban tim! Aku tidak mengerti tim apa tapi kamu harus bersikap sopan pada Lady!”
Tenn habis dimarahi oleh gadis itu, namun tidak sedikitpun dari kalimat itu yang mempan pada Tenn. Sudah begitu, Tenn merasakan hal yang tidak biasa dari gadis ini.
“Kenapa sifatnya mirip dengan seseorang yang kukenal?” gumamnya dalam hati.
-Kruuuuyuuuuk
Suara panggilan konser perut kembali terdengar. Lagi-lagi berasal dari orang yang berada di depan Tenn.
Demon lord satu itu memperhatikan wajah merah karena malu milik gadis itu dan bertanya.
“Heh, datang hanya untuk memamerkan suara perut dan minta makanan gratis rupanya.”
“Apa kamu bilang?!”
Code Name: Mad Hatter melihat burung flamingo yang datang bersamanya malah sudah memakan sepotong kue di meja.
“Aa, dia sudah makan.” katanya tenang.
“Hei, kamu kenapa jadi ikut denganku lagi?!” teriak gadis itu menghampiri burung flamingo itu.
Burung itu tampak lebih pintar, mementingkan kue di meja dibandingkan gadis itu. Dia 100% mengabaikan gadis itu demi perutnya.
Sekarang, gadis itu menelan ludah sampai bersuara “Glup.”
“Kamu lapar?” tanya Code Name: Cheshire Cat.
“Aku…aku hanya mencium aroma manis tadi dan aku melihat tempat ini. Itu saja!”
Terlihat sombong tapi sebenarnya dia memang lapar.
__ADS_1
“Tsundere!” kata Tenn dengan ekspresi meledek.
“Apa kamu bilang! Kamu memintaku menyerah (surrender)?! Aku tidak akan menyerah dan akan menemukan tempat aman untuk pulang!”
“...?” Tenn bingung sendiri. Ada perbedaan kata yang didengar oleh gadis ini. Tsundere dalam bahasa Jepang terdengar seperti kata surrender dalam bahasa Inggris di telinganya.
Akhirnya Tenn menyadari bahwa yang berdiri di hadapannya ini bukanlah orang Jepang.
Code Name: Mad Hatter mempersilahkan gadis itu untuk duduk.
Sungguh sikap baik dari seorang yandere seperti Code Name: Mad Hatter, padahal dia sendiri tidak kenal dengan gadis itu.
Sepertinya ada alasan kenapa dia bisa menerima gadis itu dengan sangat senang.
“Apa kau suka black forest cake?” tanya Code Name: Mad Hatter dengan senyum sambil menuangkan secangkir teh.
“Aku suka chiffon cake di dekatmu.” jawabnya.
Pemuda itu memberikan dua potong strawberry chiffon cake dengan tambahan gula-gula dan tiga buah bola coklat di atasnya.
“Huwaa~ini cantik!” puji gadis kecil itu. Dia menerima piring yang diberikan oleh Code Name: Mad Hatter dan memakannya dengan senang.
“Haamph! Mmpph! Ini enak! Apa kamu yang membuatnya?”
“Aku yang menyediakan semua ini dan ini sudah ada sejak awal di meja. Makanlah lagi.”
Code Name: Cheshire Cat berdiri dari kursinya dan mengambil sepatu milik gadis itu. Dia membawakan sepatunya.
Gadis itu melihatnya, “Itu sepatuku. Jangan dibawa, taruh saja. Nanti aku yang ambil sendiri. Tanganmu kotor nanti. Kita sedang makan kue.”
“Baiklah.”
Code Name: Cheshire Cat meletakkan kembali sepatunya di tanah. Setidaknya, gadis seperti Code Name: Cheshire Cat masih mau memegang sesuatu yang jatuh di tanah. Terlepas dari gaya bersihnya yang sungguh mengejutkan.
Tenn hanya bisa diam dan memperhatikan burung flamingo yang sedang makan di dekatnya. Dia juga memperhatikan gadis kecil yang tiba-tiba saja bergabung dengan mereka.
“Apa anak ini pemain juga? Aku sendiri tidak bisa bertanya pada sistem sembarangan karena harus mengeluarkan suara untuk bertanya pada sistem tsundere ini.”
“Tapi…kenapa aku pernah mengenal anak ini? Apa hanya perasaanku saja? Dia seperti orang yang aku tau.”
Tenn menatap dingin dan serius gadis kecil itu sehingga gadis itu terlihat kesal.
“Apa? Tidak baik melihat anak perempuan yang sedang makan!” celetuknya.
“Aku tidak tau ada pemain tsundere sepertimu.”
“Aku sudah bilang aku tidak akan menyerah!”
__ADS_1
Tenn kembali serius, “Tsundere! Tsundere itu artinya sok imut tapi sebenarnya mencari perhatian, paham?!”
Gadis kecil itu tampak bingung dan akhirnya paham dengan kalimat Tenn, “Hoo! Tsundere ya, kukira kamu memintaku untuk menyerah.”
“What an idiot little girl.” celetuk Tenn. Tapi rupanya kalimat itu justru terdengar jelas di telinga gadis itu.
“Hei, jangan berkata kasar pada perempuan ya!”
“Memang kenapa? Bukankah kamu lebih kasar karena melemparku dengan sepatumu itu, hah!”
“Kamu yang tidak sopan karena mengatakan hal kasar pada gadis ini!”
Code Name: Chesire Cat terlihat sedikit terharu karena dia tau gadis kecil itu membelanya, tapi dia sendiri tidak bisa berkata apapun untuk membela diri karena apa yang dikatakan oleh Tenn itu benar.
Sementara itu, Code Name: Mad Hatter sedang membuat teh lain dan menuangkannya ke dalam 4 cangkir di meja.
“Kalian, ini pesta minum teh. Kalian harus tenang.”
Sambil memberikan cangkir ke yang lain, Code Name: Mad Hatter berkata, “Alice, jangan marah lagi ya.”
Sontak, ada dua suara dengan satu kalimat yang terucap bersamaan.
“Aku tidak marah! Dia yang membuatku marah.”
“...!!”
Semua orang hening seketika, kecuali si burung flamingo yang sibuk dengan pie cake dan tehnya.
Baik Tenn dan gadis kecil itu saling melihat satu sama lain.
“A–”
“–Lice?”
Code Name: Mad Hatter tidak yakin dengan yang didengarnya sehingga dia memanggil nama “Alice” sekali lagi.
“Alice…apa kamu baik-baik saja?”
“Aku baik.” jawaban itu diberikan bersamaan. Tenn langsung berdiri dari tempatnya dan dia bergumam pelan memanggil sistem.
“Sistem…siapa dia?”
[Gadis kecil itu adalah Alice Liddell dalam cerita Alice in Wonderland karangan Lewis Caroll]
[Burung flamingo itu adalah The Flamingo dalam cerita Alice in Wonderland karangan Lewis Caroll]
“Alice Liddell dan…The Flamingo katamu…”
__ADS_1
Ketiga pemain itu akhirnya bertemu dengan tokoh utama dalam kisah dongeng yang mereka perankan.
*****