
Tenn dan Code Name: Tarzan melihat kawanan zombie itu masuk ke dalam hutan. Mereka berpencar, namun ada juga yang pergi bersama.
“Gadis itu mati, Alice-kun.”
“Aku tau. Kalau bisa, jangan memanggilku dengan sebutan Alice-kun. Aku ini laki-laki!”
“Tapi kau kan Code Name: Alice. Admin Wonder bilang kita tidak boleh memberitaukan nama asli kita. Kau bisa memanggilku Tarzan kalau mau.”
“Haaa…” Tenn memutar matanya seakan tidak peduli. Dia memilih untuk melompat ke bawah untuk mencari petunjuk.
Melihat Tenn melakukannya membuat Code Name: Tarzan ikut melompat turun. Tenn melihat noda darah yang ada di tempat kejadian dan menyentuhnya.
-Sniff…Sniff
Tenn mengendusnya, “Darahnya masih segar, tapi yang ini sudah membusuk seperti sudah mati lebih dari dua hari.”
“Meskipun begitu, darah manusia akan membeku dan akan berbentuk gumpalan di tubuh saat mereka mati.”
“Settingnya nyaris seperti film zombie di drama. Tapi di hutan yang ada di dongeng ‘Tarzan, The Ape Man’ itu terlalu…berlebihan.”
“Lagipula yang ada di hutan dongeng itu hanya dia dan hewan buas. Kenapa jadi zombie?”
“Dan sialnya lagi, aku tidak bisa menggunakan bantuan sistem tsundere itu karena dia merajuk selama dua jam. Tidak berguna!”
Code Name: Tarzan mendekati dari belakang dan melihat apa yang dilakukan oleh Tenn.
“Kau menyentuh darah itu? Tidak jijik?”
“Hah?”
“Habis, kau terlihat jijik sekali saat aku menyentuh tanganmu.”
“Tentu saja jijik! Itu tangan yang habis merobek perut zombie dan mengeluarkan isinya, kan?!”
“Tapi yang kau sentuh itu juga kan darah zombie? Apa bedanya dengan yang ada di tanganku?”
“Yang ini aku sendiri yang menyentuhnya jadi aku tau kalau ini steril.”
Code Name: Tarzan melihat Tenn dengan tatapan aneh, “Kau ini punya kelainan ya? Mana ada darah di tanah yang steril?”
“Steril versiku tidak sama dengan versi normal. Sudah diam di sana dan jangan menggangguku! Aku sibuk menyelidiki semuanya.”
“Hoo~kau bisa menarik kesimpulan yang banyak dari semua kejadian tadi?”
“Tentu saja bisa.”
“Apa itu?”
Tenn berdiri dan menatap wajah lawan bicaranya dengan serius. Dengan nada bicara yang penuh percaya diri dan ekspresi datar, dia berkata dengan lantang.
__ADS_1
“Tempat ini gila. Sama gilanya dengan admin yang membuatnya.”
“Settingnya memang ingin membunuh kita dan dengan adanya zombie sebagai pengganti hewan buas dalam latar cerita Tarzan membuatku yakin dia punya selera yang buruk.”
Komentar itu membuat Code Name: Tarzan terdiam dan tidak mau ikut angkat bicara. Dia memilih menutup mulutnya rapat-rapat.
“Aku tidak berani mengejek admin. Kalau salah bicara, aku mungkin bisa mati.”
Tenn akhirnya berjalan ke arah yang dituju kawanan zombie paling banyak di antara yang berpencar tadi.
“Mau kemana?”
“Membunuh zombie dan mendapatkan kartu klondikenya. Kamu kan sudah ada satu, sedangkan aku masih harus menemukan suit “Diamonds” yang bertebaran bagai debu di hutan ini.”
“Kalau kamu dan aku sudah jadi tim, kita pergi dan lakukan kerjasamanya sekarang.”
Code Name: Tarzan hanya bisa mengangguk kaku dan mengikuti rekan barunya.
Selama perjalanan, Tenn hanya diam dan Code Name: Tarzan berpikir topik apa yang cocok untuk mengawali pembicaraan.
“Umm, Alice-kun?”
“Hmm?”
“Kau tidak mau bicara soal kelanjutan hubungan kerjasama kita yang tadi?”
“Bertanya?”
“Mengenai detail dari level tempat ini dan dimana saja kita bisa menemukan kartu-kartu itu.”
“Baiklah. Sistem, tolong beritau aku mengenai detail tempat yang mungkin terdapat kartu-kartunya.”
[Analisa dilakukan]
[Analisa selesai. Ada sekitar 18 titik yang memenuhi syarat]
Code Name: Tarzan memberitau Tenn, “Katanya ada sekitar 18 titik yang memenuhi syarat.”
“18 titik? Apakah sistem juga bisa memberitau kartu klondike yang dibutuhkan oleh kita untuk membuat kombinasi “Royal Straight Flush” dalam satu suit?”
“Kalau soal itu tidak bisa. Sistemku hanya bisa memberitauku mengenai keberadaan kartu, namun tidak bisa memberitau jenisnya.”
“Hah?” Tenn menjadi bingung. Dia jelas ingat sistem miliknya bisa melakukan hal tersebut sebelum ini.
“Kenapa begitu? Padahal sistem tsundere itu bisa melakukannya.”
Tenn mengingat kejadian sebelum sistemnya merajuk, saat dia berada di bekas istana Cinderella.
[Terdeteksi. “Ace of Diamonds”]
__ADS_1
[Perhatian. Terdapat satu kartu “Ace of Diamonds” di antara mayat hidup. Silahkan temukan untuk keluar dari tempat ini dan menuju lokasi berikutnya]
[Kartu “Ace of Diamonds” berada di dalam tubuh seorang mayat berjenis kelamin laki-laki di anak tangga nomor delapan dari sisi kanan]
Wajah aneh ditunjukkan kembali oleh Tenn.
“Ternyata begitu ya. Tiap pemain tidak memiliki sistem yang sama. Karena algoritmanya berbeda-beda, jadi kapasitas dan sifat pembawaannya juga tidak ada yang sama.”
“Ini menarik. Berarti aku harus mengakui bahwa sistemku termasuk lumayan bagus.”
Keduanya sampai di sebuah semak-semak.
“Merunduk!” Code Name: Tarzan menarik tangan Tenn dan memintanya untuk merunduk.
“Apa?” bisik Tenn kesal.
“Di depan kita sekawanan zombie. Tapi ada yang aneh dengan mereka.”
“Aneh?” Tenn melihat di balik semak-semak. Sedikit hal tidak biasa terlihat. “Itu…Cinderella?”
“Cinderella?”
“Aku melihatnya semalam saat sampai di istana Cinderella. Jadi, dia menjadi pemimpin para zombie di sini?”
“Apa itu artinya semua zombie-zombie itu adalah para NPC yang diubah menjadi zombie?” tanya Code Name: Tarzan.
“Entahlah. Tapi, aku tau bahwa di sana ada kartu yang mungkin aku cari.”
“Suit “Diamonds”, benar kan?”
“Benar. Tanyakan pada sistem milikmu, apakah ada kartu di antara mereka?”
Code Name: Tarzan bertanya pada sistemnya, “Sistem, apakah ada kartu diantara para zombie-zombie tersebut?”
[Terdeteksi. Ada 3 kartu yang berada pada bagian dalam tubuh zombie]
[Salah satunya berada di bagian dalam kepala dan dua lainnya berada di dalam perut]
“Katanya ada tiga. Satu ada di bagian dalam kepala dan dua lainnya di dalam perut.” jawab Code Name: Tarzan.
Tenn terlihat senang dan bahkan sampai menjilat bibirnya dengan lidah seperti mendapatkan mangsa barunya.
“Yosh. Kalau begitu, waktunya mengoyak mayat.”
“Eh?”
“Kita lakukan pembantaian sepihak dan dapatkan kartunya untuk menyelesaikan permainan gila ini.”
*****
__ADS_1