Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 24. Mad Hatter dan Pesta Teh Berdarah bag. 2


__ADS_3

Tenn terkejut dan tidak menyangka akan ada pengguna kemampuan seperti itu di tempat seperti ini.


“Jangan bilang kalau semua ini…”


Dengan senyum lembut dan bersahabat, Code Name: Mad Hatter berkata, “Akhirnya tidak ada yang mengganggu kita, Alice. Memang menyenangkan jika bersama dengan orang yang berasal dari satu dongeng yang sama kan?”


Sebuah hal yang sangat tidak terduga. Siapa yang menyangka bahwa rekan tim yang baru bersamanya kurang dari satu jam sekarang telah berubah menjadi jamur raksasa warna-warni dan kue tart lezat.


Seketika Tenn memiliki banyak tebakan bagus mengenai semua pemandangan itu.


“Ini semua ulahmu, kan? Semua keanehan ini adalah bagian dari kemampuanmu, iya kan?”


“Alice, duduklah dulu. Kita bisa bicara banyak hal sekarang. Oh iya, aku hampir lupa.”


Code Name: Mad Hatter menjentikkan jarinya dan dari atas jamur tersebut muncul tiga kartu.


Tenn terkejut karena salah satunya adalah kartu yang disimpan oleh Code Name: Tarzan.


“Kartu “Queen of Clovers” yang sebelumnya disimpan oleh Tarzan. Satu lagi kartu “Jack of Hearts” lalu…” Tenn melihatnya, “Kartu “Queen of Hearts” ya. Dia sudah punya dua kartu suit “Hearts” rupanya. Ternyata hebat juga dia.”


“Tapi semua itu tidak lagi berguna karena dia sudah mati sekarang. Rasanya cepat sekali.”


Code Name: Mad Hatter berdiri dan mengambil ketiga kartu tersebut.


“Ini untukmu, Alice.”


“Apa?”


“Kau mengumpulkan kartu juga kan? Aku mengumpulkan suit “Spades” jadi aku tidak tertarik dengan semua ini. Tapi kau boleh mengambilnya. Anggap saja hadiah.”


Entah harus marah, jijik dengan sikap itu atau senang, tapi pada akhirnya Tenn mengambil ketiganya.


Sepertinya dia masih mengingat ide yang dikatakan oleh Code Name: Tarzan sebelum dirinya mati, mengumpulkan kartu yang dibutuhkan untuk dijadikan sebagai cadangan dan senjata pertukaran.


Setidaknya, Tenn sekarang memiliki opsi sebanyak 3 suit, “Hearts”, “Clovers”, dan “Diamonds” yang sedang coba dikumpulkannya.


Saat ini, hal lain yang harus dilakukan oleh Tenn adalah memilih antara tetap di sana dan mencari tau semua tentang pemain baru di depannya itu atau membunuhnya tanpa mengetahui apapun.

__ADS_1


“Aku harus berpikir jernih sekarang. Tempat ini tercipta jelas berasal dari kekuatannya. Aku yakin dia adalah satu dari 50% pemain yang berpotensi dan kuat yang dikatakan sistem tsundere itu.”


“Bisa aku lihat dari ekspresi dan caranya melakukan penyerangan. Hanya dengan menjentikkan jari dia bisa melakukannya.”


“Terlalu kuat untuk disebut manusia biasa dan terlalu overpower untuk disebut kekuatan bawaan dari Code Name: Usernya.”


Code Name: Mad Hatter menggandeng tangan Tenn dan memintanya duduk kembali di dekatnya.


“Nah, kalau duduk di sini jadinya lebih baik. Aku sedang menunggu Chesire Cat, Dormouse dan March Hare untuk ikut berpesta.”


“Oh, sekalian aku juga menunggu Caterpillar jika dia ingin bergabung.”


Nama itu tidak asing untuk Tenn dan langsung dijawab olehnya, “Code Name: Caterpillar sudah mati.”


“Mati?”


“Aku membunuhnya di level 0.”


“Oh, sayang sekali. Pasti karena dia lemah. Ya sudah, abaikan saja.” begitu mudahnya perasan miliknya itu berubah. Tapi hal yang pasti adalah Code Name: Mad Hatter ini menyambut Tenn yang memiliki keterkaitan dongeng dengannya.


“Aku selalu berpikir bahwa akan menyenangkan jika di sini bisa bertemu dengan satu cerita yang sama. Tidakkah kau berpikir begitu, Alice?”


Di dalam pikiran Tenn, memanfaatkan kondisi ini adalah hal yang paling memungkinkan. Ditambah lagi, terlihat bahwa pemain di depannya ini begitu baik padanya.


“Jadi, aku tidak mau basa-basi. Kemampuan memunculkan benda raksasa besar tadi dan mengubah tubuh Tarzan menjadi jamur dan kue…apa itu?”


“Oh, itu adalah kemampuan userku. Namanya [Welcome to My Tea Party]”


“Apa? [Welcome to My Tea Party] katamu?”


“Yup.”


“Tapi kenapa kamu memberitaukan kemampuanmu itu padaku di saat aturan permainan melarangmu mengatakannya pada pemain lawan?” tanya Tenn dengan ekspresi penuh kecurigaan.


“Ah, jangan khawatir. Sistem milikku mengatakan bahwa aku bisa memberitau kemampuanku pada Alice.”


“Apa alasannya?”

__ADS_1


“Entahlah. Dia hanya memberiku izin dan aku menghargainya. Ayo tambah tehnya.”


Code Name: Mad Hatter menuangkan teh baru untuk Tenn, padahal teh sebelumnya saja sama sekali tidak disentuhnya dan masih berada di tempat semula.


Gelas baru dan kue baru dipotong dan diberikan kembali. Seakan masih ada banyak teh dan kue, Code Name: Mad Hatter tetap memberikannya.


Tenn sedikit jijik dengan ekspresi tenang penuh senyum dari pemuda blaster di sampingnya yang bisa dengan santai minum teh dari cangkirnya.


“Teh itu juga berasal dari mayat, kan?” celetuk Tenn dengan ekspresi tidak suka.


“No! Ini teh merah asli. Di teko yang satu itu adalah darjeeling tea dan yang itu rosella tea. Semuanya teh kualitas mewah.”


-Braak! 


Tenn berdiri dan menatap pemain tersebut dengan tatapan tajam. “Hentikan omong kosong ini dan berhenti bermain-main. Tempat ini adalah hutan penuh zombie itu dan semua ini kamu ciptakan dari kemampuanmu kan?”


“Perlihatkan dimana kita sekarang! Aku tidak mau meminum teh yang bahkan tidak jelas asal usulnya itu.”


“Eh~kalau dibuka nanti kau akan menangis. Lebih bagus seperti ini, Alice.”


Mata Tenn terlihat tidak senang dan sepertinya dia sudah siap menyerang pemain menyebalkan itu kapan saja. Baru ingin pemanasan jari-jarinya, Code Name: Mad Hatter meletakkan cangkirnya dan berdiri.


“Baiklah, aku perlihatkan sekali ya. Tapi jangan berteriak.”


-Klik! 


Suara jentikan jari dari pemain itu berbunyi dan dalam sekejap aroma busuk dan amis tercium. Bukan hanya itu, tanah tempat Tenn berdiri langsung terasa lengket dan basah.


Saat dia melihat sepatunya, dia tau bahwa ada sesuatu yang diinjaknya dan begitu matanya melihat ke arah pemuda tersebut, senyum tenang dengan wajah yang penuh noda darah terlihat.


Ini adalah bentuk asli dari suasana hutan Alice in Wonderland yang dimaksud.


“Bagaimana, tidak cantik sama sekali kan?”


Ekspresi Tenn langsung berubah. “Dia bukan manusia.”


Pemandangan tersebut akan dideskripsikan dengan sangat jelas setelah ini dan pesta teh berdarah yang sesungguhnya akan segera dimulai.

__ADS_1


*****


__ADS_2