Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 32. Zombie Fairy Tales: Hansel and Gretel bag. 5


__ADS_3

Code Name: Hansel yang berlari dari arah samping langsung mengarahkan tangannya dan bermaksud menyentuh Code Name: Mad Hatter.


“Terima ini dan matilah!!”


-Buuuk!


“Akh!” Hansel ditendang oleh Code Name: Mad Hatter tepat di perutnya hingga terlempar cukup jauh dari jaraknya saat ini.


“Hansel!”


Code Name: Mad Hatter dengan sigap langsung menyerang Code Name: Gretel yang perhatiannya saat itu mulai teralihkan karena temannya yang terkena serangan.


“Ahahaha! Kita belum selesai bermain, bocah!”


Code Name: Mad Hatter memegang salah satu pergelangan tangan anak kecil itu dan memutarnya. Tubuh anak itu dibanting ke tanah dan pada bagian perutnya diinjak olehnya.


“Gaakh!”


“Ahahaha!” Code Name: Mad Hatter tertawa karena senang.


Hansel yang berusaha bangkit mengambil kembali permen tongkatnya dan segera berlari menyerang Code Name: Mad Hatter.


“Lepaskan Gretel!!”


Saat Code Name: Hansel mengayunkan kembali senjata permennya untuk menyerang Code Name: Mad Hatter demi melepaskan Code Name: Gretel, Tenn ternyata sudah berada di dekat posisinya.


Siapa yang menyangka bahwa Tenn ternyata sudah ada di dekat mereka tanpa disadari oleh semuanya.


Ini terjadi karena sang demon lord tampak sudah muak dengan setting arena permainan di Murder Land.


Meskipun tanpa sihir, demon lord tetaplah demon lord. Kemampuan fisiknya untuk bergerak cepat dan tanpa suara masih bisa dipakai dengan bebas.

__ADS_1


Apalagi lawannya hanya anak kecil.


Selagi mereka bertiga sibuk bertarung, Tenn yang telah selesai mengamati gerakan kedua anak kecil itu langsung mengaktifkan sihir yang masih bisa dipakainya.


Beberapa mantra panjang akhirnya diucapkan perlahan oleh Tenn.


“Kita mulai sekarang.”


“Wam, ktorzy skradac sie jak zlodziej. I wam, ktorzy wygladaja jak smierc (untukmu yang mengendap seperti pencuri. Dan untukmu yang muncul seperti kematian)”


“Pusta magia, syrena milczy (sihir kekosongan-siren silent)”


Hawa keberadaan Tenn langsung lenyap dan dengan santai dia berjalan mendekati posisi paling menguntungkan untuknya.


Gerakan kedua anak kecil itu saat menyerang Code Name: Mad Hatter memang cepat, tapi Tenn menggunakan sihirnya yang dikombinasikan dengan kemampuan fisik demon lord yang masih bisa digunakan.


Sekarang, Tenn yang sudah berada di posisi yang sangat pas langsung mencekik leher Hansel dan membantingnya ke tanah dengan keras sampai mulutnya mengeluarkan darah begitu menemukan momen yang tepat.


Momen itu terjadi saat Code Name: Mad Hatter berhasil menendang Code Name: Hansel dan terpaksa membuatnya melepaskan permen tongkat yang dipegangnya saat hendak menyelamatkan Code Name: Gretel.


“Kaaagh!”


“Han…sel…” Code Name: Gretel yang sedang tidak berdaya dan berusaha melepaskan kaki lawan dari perutnya dibuat tidak berkutik saat lawan menekan pijakannya ke perutnya kembali.


“Gaakh! Aakh!!”


Tenn berusaha untuk mematahkan tulang lehernya agar anak kecil itu mati, tapi sepertinya anak itu masih memiliki keinginan untuk hidup.


Meskipun tangan Tenn semakin kuat saat mencekik anak itu, ada area yang seharusnya tidak dibiarkan bebas yaitu kedua tangannya.


Hansel perlahan-lahan menggerakkan tangannya dan mencoba menyentuh tubuh Tenn.

__ADS_1


Saat Tenn menengok, dengan semua tenaga yang dimilikinya, Code Name: Hansel berusaha menyentuh Tenn.


Tentu saja Tenn menyadari hal itu dan langsung melompat untuk menjauhinya. Code Name: Hansel berhasil selamat untuk saat ini karena Tenn tidak lagi berada di atasnya.


Tapi, nasib anak-anak memang tidak bisa diprediksi. Selain itu, lawan mereka memang sedikit kuat jadi mereka harus menerima kenyataan yang ada.


Baru melepaskan diri dari Tenn, gadis kecil itu kembali diserang oleh Tenn.


Tenn menangkap kedua pergelangan tangan Code Name: Hansel dan kembali menjatuhkannya ke tanah. Dia menahan kedua tangan anak itu hanya dengan satu tangan dan satunya lagi diletakkan kembali ke leher gadis itu.


Tubuh Tenn menduduki tubuh anak itu dan mata merah Tenn menyalah.


“Maaf saja ya, aku tidak bermaksud jahat tapi aku butuh kartu suit yang kamu punya. Sekarang pilih, mau mati di tanganku atau memberikan kartu itu dan aku akan membiarkanmu mati dengan sendirinya.”


Tidak bermaksud untuk menunjukkan belas kasihnya, Tenn sama sekali tidak mengendurkan tangan yang mencekik anak itu.


Justru sepertinya, kalimat pilihan Tenn itu tidak mengandung makna apapun karena anak yang dicekiknya sekarang hanya bisa meronta-ronta sambil mengeluarkan air mata dan dari mulutnya keluar air liur karena kesulitan bicara.


Memang hanya anak kecil yang memiliki sedikit kemampuan. Bukan berarti mereka benar-benar hebat. Hanya lawan yang ada di depan mereka cukup sulit.


Dari 50% pemain yang dianggap kuat, tetap saja Tenn di atas rata-rata. Dan dengan Code Name: Mad Hatter yang memiliki kemampuan unik, bisa dikatakan yang saat ini cukup kuat untuk bertarung seimbang melawan Tenn hanyalah dia.


Pada akhirnya, anak itu nyaris tidak bisa bergerak.


“Matilah kali–”


Baru masing-masing remaja itu hendak menghabisi kedua anak kecil di depan mereka, tampaknya sedikit tamu tak diundang datang.


"Graaaa!!!"


"Mbeeeek…Mbeeeek!!"

__ADS_1


Beberapa pohon mulai tumbang dan akhirnya sosok dalam cerita lain muncul.


*****


__ADS_2