Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 40. Queen of Hearts dan Peter Rabbit bag. 2


__ADS_3

Selesai dengan para pasukan dan berhasil masuk ke dalam wilayah taman bagian dalam kastil hati, keduanya mengendap-endap untuk memastikan kembali lokasi ratu.


“Queen, bisa kita bicara sebentar?”


“Kenapa?”


“Aku ingin memastikan kembali, apakah menurutmu ratu itu ada di dalam istana dan bukan di tempat lain?”


Mendengar pertanyaan itu, Code Name: Queen of Hearts terdiam dan berpikir.


Wilayah kastil hati dalam ‘Alice in Wonderland’ terdiri dari tiga wilayah yaitu taman luar dengan bunga mawar, taman bagian depan yang dipenuhi dengan bunga mawar sekaligus area bermain kriket serta taman dalam yang mendekati pintu masuk kastil.


Posisi Code Name: Queen of Hearts dan Code Name: Peter Rabbit berada di taman dalam yang hampir mendekati pintu masuk.


Namun yang namanya menyusup tetap saja sulit. Hal itu karena ternyata penjagaan di wilayah tersebut tidak kalah ketat.


Ditambah lagi, ada sedikit keraguan yang muncul ketika Code Name: Peter Rabbit bertanya kembali.


Memang sudah sampai sejauh ini, tapi mereka tidak boleh lupa bahwa setting tempat yang mereka masuki itu adalah setting kastil hati milik Queen of Hearts.


Gadis itu melihat ke depan dan berbisik pada pemuda di sampingnya.


“Queen, mereka semakin banyak.” bisik Code Name: Peter Rabbit.


“Aku berpikir mereka pasti sudah tau tentang penyusup yang masuk ke sini dan mencoba menangkap kita.”


“Lalu bagaimana?”


“Aku sedang berpikir apakah menerobos itu bisa berhasil atau tidak.”


Gadis di dekat pemuda itu syok mendengarnya, “Menerobos?! Jangan gila!”


“Ini adalah setting dongeng ‘Alice in Wonderland’, Queen. Memang tidak ada cara lain untuk berpikir lokasi yang kira-kira didatangi oleh sang ratu?”


“Aku sudah bertanya tadi, kan? Kamu jangan melupakan hal itu!”


Code Name: Queen of Hearts berpikir sejenak. Memikirkan kalimat dari gadis di sampingnya itu membuatnya mengingat sesuatu yang berhubungan dengan kisah ini.


Kemudian, beberapa saat setelahnya dia berkata, “Aku teringat sesuatu.”


“Queen of Hearts dalam cerita ‘Alice in Wonderland’ mengajak Alice untuk bermain kricket di taman dan posisi lapangannya berada di wilayah depan.”


Gadis itu berpikir dengan ekspresi serius dan berkata, “Berarti kemungkinan 50% ratu ada di taman kriket.”

__ADS_1


“Sepertinya layak untuk dipastikan.”


“Kalau begitu, kita bisa coba kembali untuk melihat apakah ratu itu ada di sana bersama Alice atau tidak.”


Code Name: Queen of Hearts mengangguk dan mereka mengendap ke sisi lain menuju taman kriket di wilayah taman bagian depan.


Di taman bagian depan, terlihat banyak penjaga kartu yang berdiri dengan tenang dan ada beberapa sosok yang tidak asing.


“Hedgehog, Flamingo, King of Hearts dan beberapa prajurit kartu.” dan saat Code Name: Queen of Hearts melihat ke sisi di dekat pohon yang ditumbuhi mawar, dia melihat ada dua sosok gadis kecil dan wanita berpakaian merah.


“Peter, itu Queen of Hearts dan Alice Liddell.” bisik Code Name: Queen of Hearts.


Code Name: Peter Rabbit melihat ke arah tangan pemuda itu menunjuk dan sosok yang dimaksud akhirnya terlihat olehnya.


“Queen, kira-kira berapa banyak kartu klondike di sana?”


“Aku yakin sistem mengetahuinya.” setelah mengatakan hal itu, Code Name: Queen of Hearts bertanya pada sistem. “Sistem, berapa banyak kartu di sana?”


[Menganalisa jumlah kartu]


[Analisa selesai]


[Terdeteksi. Ada 5 kartu yang berada pada bagian dalam tubuh masing-masing karakter dongeng]


[Mendeteksi adanya dua kartu yang dibutuhkan untuk membuat kombinasi “Royal Straight Flush”. Suit tidak diketahui]


“Begitu. Terima kasih.”


Code Name: Peter Rabbit bertanya pada pemuda itu, “Bagaimana?”


“Ada 2 dari 5 kartu yang merupakan kartu kombinasi “Royal Straight Flush” namun seperti biasa, tidak diketahui suit apa yang ada di sana.”


“Begitu. Tidak masalah. Setidaknya kita bisa menemukannya.” kata Code Name: Peter Rabbit.


Pemuda itu berdiri dan bersiap untuk menerobos.


“Aku akan pergi dan membunuh mereka.”


“Aku akan melindungimu, Queen.”


“Tolong ya, Peter Rabbit.”


Keduanya berlari menerobos ke lapangan kriket di saat Alice Liddell baru menerima burung flamingo miliknya.

__ADS_1


“Penyusup! Penyusup! Ada penyusup yang masuk dan mengganggu permainan ratu!” teriak salah seorang prajurit kartu.


King of Hearts bersama Queen of Hearts panik dan melepas burung flamingo di tangannya.


“Apa-apaan ini?! Kenapa bisa ada penyusup?! Ini pasti ulahmu, kan?!” tuduh Queen of Hearts. Kemudian dengan mudahnya dia memerintahkan prajuritnya, “Prajurit, penggal kepalanya!”


“Baik, ratu!”


Gadis kecil bernama Alice Liddell itu memberontak saat hendak ditangkap sambil berteriak, “Itu bukan aku! Aku tidak bersalah! Kalian tidak bisa melakukan hal ini padaku, ratu jahat!”


“Beraninya kamu bicara begitu! Prajurit, cepat tangkap dan penggal kepalanya!”


Sedikit aneh karena dalam scenario asli, ratu memerintahkan Alice untuk ditangkap dan diadili. Namun setting dongeng asli berubah karena dua orang asing menyusup.


Sekarang, kedua orang yang menyusup itu sedang beradu kemampuan dengan para prajurit.


Code Name: Queen of Hearts berlari dan mengabaikan para prajurit kartu itu. Dia sempat berkata dengan keras, “Aku serahkan bagian belakang padamu!”


Gadis di belakangnya tersenyum dan menjawab, “Serahkan padaku!”


Akhirnya gadis itu menjadi tameng untuk pemuda yang berlari lurus ke arah ratu dan raja.


Di dekat mereka, hanya ada empat penjaga, dua di samping masing-masing pemimpin dan dua lagi mencoba menangkap Alice kecil yang malang.


“Aku akan menyelesaikan semua ini dengan cepat dan mendapatkan klondike itu!”


Tidak ingin membuang waktu, dia langsung mengambil pisau belati yang disimpannya, kemudian dilemparkan ke arah salah satu prajurit.


Beruntung prajurit itu terlalu lambat bereaksi sehingga pisau itu mengenainya. Dia terluka dan hal itu dimanfaatkan oleh pemuda itu untuk menusuk dadanya.


-Craaat


Darah keluar dan prajurit itu mati. Ratu dan raja panik bahkan berlari karena takut dibunuh. Pemuda itu tidak membuang waktu dan langsung menusuk prajurit yang satunya lagi dengan melemparkan tombak yang dipegangnya.


Setelah itu, dia mencabut pisau belati yang tertancap pada tubuh prajurit kartu pertama dan berlari untuk memperkecil jarak antara dirinya dengan pasangan ratu dan raja tersebut.


“Aku tidak akan membiarkan kalian lolos!”


-Shuuuuh


-Jleeeb


Lemparan pisau belati dari pemuda itu tepat mengenai punggung raja, King of Hearts dan seketika tubuhnya jatuh ke tanah, menyisakan sebuah teriakan keras dari sang ratu.

__ADS_1


*****


__ADS_2