
[Perhatian. Kartu “Ace of Spades” terdeteksi]
Mungkin Tenn adalah satu-satunya pemain saat ini yang memiliki sistem dengan kemampuan notifikasi yang bisa memberitau jenis kartu apa di dalam bagian dari permainan.
Bukan hanya sekali ini dia berhasil menemukan kartu yang dicarinya, di istana Cinderella, di dalam tubuh zombie Cinderella, di dalam saku milik Code Name: Hansel dan Code Name: Gretel, lalu kini di dalam bagian tubuh The Flamingo.
Tidak lama setelah notifikasi itu terdengar untuk dirinya sendiri, Tenn langsung mendekati mayat burung yang masih mengeluarkan darah merah segar di tanah.
“Ace of Spades” adalah kartu yang ada di dalam tubuh burung flamingo itu berdasarkan sistem miliknya.
Mungkin terdengar sangat jahat, tapi Tenn memanipulasi kuku jarinya sendiri Kelima jari tangan kanannya dimanipulasi hingga panjang seperti yang dia lakukan saat mengoyak tubuh zombie Cinderella saat itu.
Tentu saja hal itu tidak diketahui oleh siapapun.
Dia berlutut dan mulai menancapkan kuku itu ke bagian tengah mayat burung tersebut dan…
-Craaat
Banyak darah yang keluar, sebagian mengotori pakaian Tenn tapi hal itu tidak dipedulikanya.
Saat mencari kartu itu di dalam tubuh burung merah muda itu, akhirnya Tenn benar-benar menemukannya.
“Hoo…” katanya sambil menunjukkan ekspresi dingin. Tenn berdiri kembali dengan banyak noda darah pada pakaian depannya.
Sontak kedua gadis yang ada di sana berteriak.
“Kyaaa!!!”
Kira-kira seperti itulah suaranya. Tenn berjalan dengan banyak darah merah segar yang masih menetes di tangan kanannya dan berhenti tepat di depan Alice kecil.
“Kamu masih bisa menggunakan matamu, kan? Kartu ini yang aku cari.”
“Aku sudah katakan pada burung itu untuk diam tapi dia mencoba untuk pergi. Jadi, sebelum nasibmu seperti dia, sebaiknya lihat baik-baik benda di tanganku ini dan katakan dengan jujur.”
“Apa kamu memilikinya?”
Alice kecil tampak tidak bisa lagi menahan air matanya. Mata merah milik Tenn membuat Alice menyadari bahwa dia telah membangunkan iblis.
__ADS_1
Tangan dengan darah itu adalah hal yang tidak bisa dilupakannya.
“Aku beri kamu waktu 10 detik untuk menjawab atau–”
“Berhenti!!”
Teriakan itu disertai dengan datangnya orang yang sangat tidak diduga-duga.
“Alice, aku mohon jangan teruskan! Berhenti, aku mohon berhentilah!”
Sosok itu sekarang ada di hadapan Tenn dengan merentangkan kedua tangannya seperti mencegah dirinya menyakiti gadis itu.
Kemudian dia juga terlihat begitu yakin akan tindakannya.
“Cukup sampai di situ atau kau akan membuatnya menangis.”
“Minggir dari sana, Hatter.”
Yap, benar sekali. Orang yang menentang hal itu adalah Code Name: Mad Hatter. Dia menghentikan Tenn yang hendak mengancam atau mungkin bahkan akan membunuh Alice Liddell kecil.
“Aku mohon tolong tenangkan dirimu sekarang, Alice. Dia adalah tokoh dongeng dan juga karakter namamu. Tidakkah kau berpikir itu akan sangat kejam jika membunuhnya?”
Tapi demon lord kita sudah cukup muak dengan game yang membuat admin aneh dalam pikirannya menyegel hampir seluruh sihir besarnya.
“Membuang-buang waktu jika kita membiarkan dia hidup. Selain itu, lihat apa yang aku pegang.” Tenn melempar kartu yang ada di tangannya ke arah Code Name: Mad Hatter. “Itu adalah kartu suit “Spades” dalam kombinasi “Royal Straight Flush”. Bahkan burung jelek itu memiliki kartu yang begitu berharga.”
“Aku hanya butuh “Ace of Hearts” untuk keluar dari game sial ini, Hatter. Jangan membuatku marah dan biarkan aku bekerja dengan benar di sini.”
“Alice!” Code Name: Mad Hatter membentak Tenn untuk pertama kalinya sejak mereka bersama dan hal itu sebenarnya tidak pernah diharapkan oleh pemuda itu juga.
“Aku membentak Alice?! Tapi, aku tidak ingin Alice membunuh Alice juga!” katanya dalam hati.
Meski begitu, dia tidak ingin kehilangan kedua ‘Alice’ yang dia sukai.
Tidak hanya Code Name: Mad Hatter, tapi juga gadis yang merupakan pemain lain di tempat itu, Code Name: Cheshire Cat.
Gadis itu bahkan sampai memegangi tangan kiri Tenn untuk mencegahnya bergerak.
__ADS_1
“Ja–jangan melakukan hal sekejam itu, Alice!”
“Lepaskan aku, beban tim.”
“Aku tidak akan melepaskanmu meskipun…meskipun aku juga tidak ingin menyentuhmu!”
Sungguh kalimat berani yang diucapkan seorang gadis berkarakter tsundere.
Tangan gemetar, wajah pucat, keringat dingin jelas terlihat dari ekspresi dan gerak tubuhnya. Tapi dia memaksakan diri untuk menghentikan Tenn dengan alasan yang sudah jelas.
“Jangan membunuh anak itu!” katanya dengan nada tinggi.
Tenn nyaris kehilangan kendali atas dirinya dan mendorong Code Name: Cheshire Cat hingga membentur meja.
-Bruuuk!”
“Aaakh!”
“Cheshire Cat!!” teriak Alice kecil. Dia langsung berdiri dan menghampiri Code Name: Cheshire Cat yang masih sulit untuk bangun.
“Hiks…itu sakit tau. Jahat sekali pada perempuan. Hiks…”
Code Name: Cheshire Cat menangis menahan sakit di sekitar punggungnya dan Tenn tidak peduli akan hal itu.
Sampai akhirnya dia melihat Alice kecil membentangkan tangannya dan berkata, “Aku tidak tau kartu apa yang kamu inginkan tapi jika memang kamu mau melakukannya, coba temukan sendiri!”
“Jangan menyakiti temanmu seperti ini hanya demi kartu bodoh!”
“Kartu…bodoh kamu bilang?” urat emosi Tenn terlihat.
“Kartu bodoh yang sama sekali tidak berguna!” bentak Alice kecil.
Tenn sedikit memanjangkan kukunya perlahan dan saat dia hendak mencekik leher kecil gadis itu, sistem miliknya kembali memberikan notifikasi.
[Perhatian. Kartu “Queen of Clovers” terdeteksi]
“Apa?!”
__ADS_1
Tenn bergumam pelan dan gerakannya terhenti. Kini, ada sedikit roda nasib yang berputar.
*****