
Tenn yang kini terjebak dalam pesta minum teh ‘mewah dan indah’ harus mendengarkan pemuda blasteran yang punya kesukaan fanatik yaitu rekan sesama dongeng.
Semua isi cerita yang dikatakan olehnya adalah kesan pertama bertemu dengan Alice yang dianggap sebagai teman seperjuangan.
Mungkin karena sudah kesal dengan omong kosong tiada akhir itu, Alice yang mendengarkan ocehannya selama kurang lebih 15 menit akhirnya bertanya dengan nada serius.
“Jadi, mau mengatakan informasi yang kamu dengar dari sistem milikmu itu atau aku pergi dari sini dan mencari semua klondike suit yang kuperlukan sendiri?”
“Kenapa buru-buru? Nanti juga akan terkumpul sendiri. Selain itu total pesertanya juga sudah berkurang.”
“Apa? Berapa total yang masih hidup?”
“Sebentar. Hmm, hmm, hmm, begitu. Baiklah, terima kasih banyak sistem.”
Tenn sedikit aneh dengan sikap Code Name: Mad Hatter di hadapannya. Dia tidak perlu memanggil nama sistem tetapi bisa langsung bicara dengan sistemnya.
Cukup unik untuk Tenn, tapi bukan itu pokok utamanya. Code Name: Mad Hatter menjawab keingintauan Tenn.
“Katanya total yang masih hidup ada sekitar 78 orang dari jumlah awal 120 pemain.”
“Begitu, sudah 42 pemain yang mati ya.” gumam Tenn.
Code Name: Mad Hatter melihat Tenn dan bertanya, “Alice, apa ada yang tidak beres dengan sistem milikmu?”
“Dia merajuk dan sepertinya akan kembali aktif beberapa menit lagi.”
“Eh? Merajuk? Sungguhan? Sistem bisa merajuk juga?”
“Tentu saja bisa. Buktinya milikku. Dia mematikan semua bantuannya selama dua jam. Karena itu saat bertemu dengan Tarzan, aku cukup tertolong.”
Code Name: Mad Hatter terlihat kesal sekarang karena mendengar nama Tarzan lagi dari mulut Tenn.
Dia meletakkan cangkir teh yang dipegangnya ke atas meja dan berdiri mendekati Tenn.
“Kenapa?” tanya Tenn yang bingung dengan sikapnya.
“Alice, mulai sekarang kita hanya perlu fokus menjadi rekan satu dongeng dan abaikan yang lainnya. Kita akan cari kartu klondikenya dan yang pasti kita akan bersama sampai level akhir. Kita tim sekarang.”
“What?! Tim? Kita? Aku dan kamu? Kapan aku menyetujui hal itu?!”
Inginnya berteriak begitu tapi Tenn menyadari bahwa dia yang sekarang tidak lebih dari manusia, jadi dia hanya bisa mengatakan semua itu dalam hati.
__ADS_1
Tanpa sihir terkuat yang dia punya setelah hampir semua sihir hebatnya disegel, Tenn hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik dan sihir sederhana yang kurang dapat membantu dalam pertempuran.
Dengan kata lain, dia sedang setengah sial. Tapi setengahnya lagi beruntung karena ada orang yandere yang mau menganggapnya teman dan dengan jujur membocorkan seluruh informasi yang dia tau.
Jadilah, Tenn dengan kemampuan aktingnya berkata, “Kamu benar. Kita tim sekarang. Mohon bantuannya, Hatter.”
Tentu saja sebuah senyum berbinar disambut oleh Code Name: Mad Hatter. Dengan wajah senang dia kembali duduk di tempatnya dan minum teh lainnya.
“Aku penasaran, apakah kue-kue ini bisa dimakan? Mereka mayat kan?”
Pemuda itu memberitau detail dari kemampuan yang dimilikinya. Cukup unik karena dia sama sekali tidak menyembunyikan apapun dari Tenn.
“Oh, kemampuanku bisa memunculkan apa yang aku bayangkan menjadi kenyataan dan merubah area di sekelilingku menjadi taman pesta teh. Ingat bunga yang muncul dan membersihkan pakaianmu, kan?”
“Termasuk mayat dan lainnya, bisa aku ubah menjadi sesuatu yang lezat dan tentu saja bisa dimakan.”
“Konsep yang tidak biasa, benar kan? Tapi kemampuan ini cukup kuat dan hampir tidak terbatas. Dengan kata lain, aku bisa menciptakan dunia kesukaanku sendiri dan di dalam tempat ini akulah rajanya.”
Mata merah Tenn menyala. Dia tentu tau akan hal itu. Code Name: Mad Hatter saat ini adalah pemain yang memiliki kemampuan bawaan user yang terkuat. Terlalu kuat untuk ukuran pemain biasa.
Jika Code Name: Mad Hatter membayangkan ada monster di tempat ini atau meteor, mungkin saja hal tersebut bisa terwujud. Tapi mungkin juga tidak.
Saat dia mengajukan pertanyaan ini, tentu dia tau resikonya. Code Name: Mad Hatter akan mencurigainya, berbohong atau menanyakan balik soal kemampuan Tenn sebagai Code Name: Alice yang masih dirahasiakan olehnya.
Tapi apapun itu, Tenn masih harus mengambil lebih banyak informasi jadi dia memutuskan untuk mengambil resiko demi kemenangan.
Dan ternyata, Code Name: Mad Hatter benar-benar menjawabnya.
“Batas penggunaannya terletak pada jenis benda yang bisa aku munculkan. Sejauh ini, aku hanya bisa memunculkan semua yang berhubungan dengan pesta teh.”
“Berhubungan dengan pesta teh?”
“Benar. [Welcome to My Tea Party] itu identik dengan pesta teh. Dalam cerita ‘Alice in Wonderland’, Mad Hatter juga sangat menyukai pesta teh dan afternoon tea jadi aku tidak bisa memunculkan benda lain selain ilusi tumbuhan dan gula-gula seperti ini.”
Bingo, cukup bagus untuk Tenn. Meskipun terlihat overpower, namun ternyata tidak juga.
Tapi meskipun begitu, memunculkan bunga dan jamur besar berwarna-warni dengan kemampuan bisa memenggal kepala pemain lain itu sudah cukup bagus. Code Name: Mad Hatter tetap bisa dianggap pemain dengan level kemampuan bawaan user yang berbahaya.
Tidak mau membuang-buang waktu, Tenn berdiri. “Aku sudah cukup. Aku ingin pergi dari sini. Lanjutkan pestanya jika kamu masih ingin di sini.”
“Eh? Sudah mau selesai?”
__ADS_1
“Benar. Kita pergi dari sini agar aku bisa mencari kartu suit yang kubutuhkan.”
Tampaknya Tenn sudah cukup mendengar semuanya. Selain itu, dia juga merasa bahwa sistem tsunderenya akan segera kembali jadi pergi dari sana sebelum bertemu musuh adalah hal yang terbaik.
Code Name: Mad Hatter tampaknya benar-benar ingin ikut dengannya dan memutuskan untuk melenyapkan semua ilusinya.
Saat semua kembali normal, aroma busuk, amis dan pemandangan tidak nyaman dipandang kembali terlihat.
“Bohong kalau hanya disebut ilusi. Kemampuan ini mewujudkan semua bayangannya termasuk aroma.”
“Mad Hatter bukan pemain yang bisa aku lawan sembarangan untuk sekarang. Aku harus sabar dengan sifat anehnya itu.”
“Musisz byc cierpliwy, Tenn. Mimo ze jest scalony, nadal jest calkiem przydatny (kamu harus sabar, Tenn. Walaupun dia gila, dia masih cukup berguna)”
Akhirnya mereka pergi dari tempat itu. Setelah Code Name: Tarzan, kita Tenn melanjutkan permainan dengan pemain lain, Code Name: Mad Hatter.
Beberapa menit berlalu setelah keduanya pergi meninggalkan area yang sebelumnya dijadikan sebagai lokasi pesta teh milik Code Name: Mad Hatter. Kini, mereka tengah memasukki wilayah lain yang lebih dalam di hutan.
Hutan lokasi mereka saat ini cukup bersahabat karena tidak begitu banyak semak, pohon dan akar. Tenn bahkan cukup terkejut karena mendengar sedikit suara air terjun.
Lokasi suara itu tidak begitu jauh dari tempat mereka berjalan sekarang.
“Air terjun. Aku mau lihat.”
“Alice, tunggu aku.”
Saat berlari menuju ke dalam hutan, langkah Tenn terhenti.
“Ada apa, Alice?” tanya Code Name: Mad Hatter. Tenn langsung menarik tangan pemuda itu dan bersembunyi di balik pohon besar.
“Ssst! Jangan berisik. Ada seseorang di sana. Aku yakin itu pemain.”
Code Name: Mad Hatter terdiam dan melihat ke arah mana mata Tenn tertuju. Ada sosok orang dewasa, perempuan yang tinggi dengan rambut pendek. Tampaknya dia sedang melihat ke arah seseorang.
Tidak jelas siapa yang dilihatnya. Namun, tidak lama kemudian ada sesuatu yang berubah.
“Aaaah!!!”
Suara teriakan dari wanita di dekat air terjun terdengar dengan noda darah yang mulai membanjiri sekitar tempat itu.
*****
__ADS_1