
Sebuah notifikasi yang muncul secara tiba-tiba terdengar.
[Perhatian. Kartu “Queen of Clovers” terdeteksi]
“Apa?!”
Gerakan Tenn terhenti dan dia seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sistem tsunderenya itu.
[Perhatian. Kartu “Queen of Clovers” terdeteksi]
[Kartu tersebut berada di jantung yang ada di dalam tubuh karakter dongeng]
“...”
Tenn diam dan tidak lagi terlihat akan menyerangnya. Hanya sesaat, dia bergumam pelan sendiri.
“Wiec nie ma sensu jej zabijac, prawda. Szkoda, widocznie to tylko strata czasu (jadi percuma saja membunuhnya, ya. Sayang sekali, sepertinya hanya membuang-buang waktu)”
Sudah tidak ada lagi niat dari Tenn untuk membunuhnya. Dia membalikan badan dan menuju ke kursinya kembali.
Tenn kembali bergumam dengan bahasa dunia bawahnya.
“Poniewaz karta na jego ciele nie jest tym, czego szukam najlepiej ja po prostu zignorowac (sejak kartu yang ada di dalam tubuhnya bukan yang aku cari, sebaiknya diabaikan saja)”
Hal tersebut membuat ketiga orang yang ada di sana heran. Tapi, sejujurnya Tenn sendiri sedang heran akan sesuatu.
“Kenapa sistem tsundere itu memberitau letak kartunya tanpa aku minta? Apa dia merasa kasihan karena tokoh dongeng itu adalah gambaran dari algoritma miliknya?”
“Tapi aku tidak tau sistem punya perasaan. Mungkin aku bisa menanyakan hal ini kepadanya nanti jika waktunya tepat.”
“Yang jelas, admin sial itu…aku harus menuntutnya nanti!”
Tenn duduk santai dan mengabaikan ketiganya. Alice kecil masih gemetar dan memperhatikan Tenn yang tengah duduk santai tanpa meliriknya sama sekali. Sesekali, gadis kecil itu memperhatikan tetesan darah dan mengintip dari bawah meja mayat burung merah muda yang mengikutinya.
“...!!” dia terkejut dan ekspresinya benar-benar mengerikan.
Alice kecil melihat wajah pemuda yang baru saja membunuh burung itu.
“Wajah santai itu…dia memang iblis!”
Code Name: Mad Hatter diam melihat kartu yang dia ambil di tanah. Kartu dengan lambang “Ace of Spades” dari Tenn bersih tanpa noda darah sama sekali.
“Ini…suit “Spades” ya…” gumamnya pelan. Kemudian, dia menatap Tenn yang tenang sambil memperlihatkan ekspresi datar. Sekilas memang datar, tapi di hatinya tidak begitu.
“Huwaaa~Alice! Alice! Alice! Alice! Aku tau kau menakjubkan! Aku tau Tarzan yang kotor itu memang harus dibunuh! Akhirnya, aku bisa melihat kemampuan Alice! Huwaa, kuat sekali!”
__ADS_1
“Sudah aku duga kalau rekan satu cerita itu memang akan semakin kuat! Ditambah lagi aku bertemu Alice sungguhan!”
“I wouldn’t mind if I being stuck in this place forever as long as I’m with you, Alice!”
Harus diakui bahwa tingkat yandere yang dimiliki oleh pemuda itu sudah mencapai tingkat tidak normal alias di luar otak manusia normal.
Bukan karena perasaan seperti persahabatan, kekeluargaan, cinta atau perasaan penting lain, namun karena dia hanya suka dengan pemikiran ‘rekan sesama dongeng adalah teman’ yang membuatnya jadi seperti itu.
Sementara itu, Code Name: Cheshire Cat masih belum bisa berdiri karena kakinya gemetar.
“Ini pertama kalinya aku diperlakukan kasar oleh orang lain. Kenapa dia tidak melindungiku! Harusnya dia bersyukur karena dia bertemu dengan orang yang cantik sepertiku!” gerutunya dalam hati.
Alice kecil melihat ke arah belakangnya. Gadis yang ada di belakangnya seperti menahan air mata dan kesulitan berdiri.
“Kamu baik-baik saja, Cheshire?” Alice kecil mengulurkan tangannya, “Aku akan membantumu berdiri. Ayo, pegang tanganku.”
“Alice…”
Code Name: Cheshire Cat menggenggam tangan gadis itu dan dengan bantuan meja di dekatnya, dia menopang tubuhnya sedikit untuk bangun.
Memang masih lemah, tapi dia sudah berhasil berdiri. Keduanya duduk di kursi dekat meja itu dan menarik napas sebelum meminum segelas kecil teh yang sudah dingin di meja.
“Haa~” ucap gadis itu setelah meneguk teh itu.
“Ehem!” Tenn tampak menjawab dengan deheman dinginnya.
Gadis kecil yang baru saja nyaris menjadi mayat terlihat masih syok. Namun Code Name: Mad Hatter tampak menikmati kondisi tersebut.
Dengan cepat, dia menunjukkan kemampuannya.
“Aku tidak ingin keadaan kembali seperti sebelumnya. Ayo makan lagi. Lihat, tidak ada lagi hal mengerikan di sini. Kuenya akan aku siapkan lagi ya.”
Alice kecil langsung berdiri dari tempatnya kembali dan membantah hal tersebut, “Tidak ada hal mengerikan bagaimana?! Burung aneh itu bahkan sudah…eh?”
Saat dia melihat tempat burung flamingo itu terbaring, dia tidak lagi melihat sosok mayatnya. Namun, ada sesuatu di sana.
“Kue…muffin?”
“Menarik, bukan? Di sini adalah duniaku.” kata Code Name: Mad Hatter.
Alice kecil menyadari bahwa Mad Hatter yang ada di hadapannya itu berbeda dengan Mad Hatter yang dia tau.
“Mad Hatter tidak bisa melakukan hal ini. Kalian ini…siapa?”
Dengan nada dingin, Tenn menjawab, “Tidak ada urusannya denganmu. Lagipula seandainya kami menjawab, tidak ada kemungkinan kamu akan hidup setelah ini.”
__ADS_1
Tenn sama sekali tidak menyukai tokoh dongeng yang namanya dipakai sebagai Code Name: User miliknya.
Alice kecil tidak paham dengan hal itu, tapi yang dia tau bahwa apa yang ada di dalam area itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan.
**
Di dalam sisi hutan lain, Code Name: Queen of Hearts dan Code Name: Peter Rabbit berjalan untuk memburu dua tokoh dongeng yang melarikan diri.
“Apa dia memang berlari ke arah sini, Queen?”
“Aku yakin. Sistemku memberitau bahwa dia berlari ke sini bersama burung merah muda itu.”
“Begitu. Bicara soal sistem, kenapa sistem milikmu bisa mengetahui kemana keduanya pergi dengan begitu akurat? Sistemku tidak bisa melakukannya.” tanya gadis itu.
Pemuda itu awalnya diam, tidak lama setelah memperhatikan sekitarnya, dia mengecilkan suaranya.
“Aku harap mulutmu itu bisa menjaga informasi dan rahasia.”
“Aku…aku bisa!”
“Algoritma tiap sistem berbeda. Setiap pemain memiliki sistem mereka sendiri dan karakter yang dimiliki oleh tokoh dongeng dijadikan acuan dalam membangun algoritma sistem itu sendiri.”
“Algo…ritma?”
Code Name: Queen of Hearts menjelaskan semua yang dia ketahui.
“Aku pernah bertanya pada sistemku karena sebuah hal dan sistem ini memberitauku bahwa tiap sistem memiliki karakter yang berbeda.”
“Ada yang bersifat asli seperti karakter dongeng yang dimiliki dan ada pula yang berlawanan sifat dengan karakter asli tokoh dongeng.”
“Selain itu, sistem milikku juga menjelaskan ada beberapa sistem yang memiliki keistimewaan khusus setelah mencapai level tertentu.”
“Namun, kesamaan tiap sistem adalah mereka tetap hanya data yang tidak peduli apakah pemain milik mereka mati atau tidak.”
“Tugas mereka sebagai pendamping dan pemandu jadi tidak akan ada perasaan lain yang ditunjukkan olehnya.”
Code Name: Peter Rabbit mengangguk meski dia masih terkejut dengan semua itu.
Bicara soal penjelasan Code Name: Queen of Hearts, sebenarnya ada yang tidak sinkron dengan kondisi milik sistem demon lord kita. Tapi bisa ditunggu sampai misteri itu terungkap sendiri.
“Intinya seperti yang aku katakan. Sekarang, kita lanjutkan kembali dan kita rebut kartu klondikenya.”
**
Kembali ke pesta teh milik Code Name: Mad Hatter, situasi sudah lebih baik dengan lebih banyak kue manis di atas meja.
__ADS_1
*****