
“Aaaah!!!”
Suara teriakan dari wanita di dekat air terjun terdengar dengan noda darah yang mulai membanjiri sekitar tempat itu.
“Graaa!!!”
Bersamaan dengan suara teriakan tersebut, ada rauman yang tidak biasa. Itu seperti suara yang tidak asing.
“Zombie?!” bisik Tenn.
“Pemain itu tidak beruntung bertemu dengan zombie di tempat seperti itu. Tapi yang berteriak tadi adalah perempuan. Besar kemungkinan dia sudah mati sekarang.”
“Bukan kemungkinan tapi memang sudah mati. Jika digigit oleh zombie, pemain juga akan jadi zombie. Jangan bilang kamu tidak tau, Hatter?”
“Aku tau. Hanya saja aku berharap dia adalah pemain kuat dan rekan kita.”
Sungguh harapan aneh. Tidak mungkin hal itu bisa terjadi dengan cepat. Selain itu, Code Name: Mad Hatter tampaknya tidak bercanda saat mengatakan soal mencari rekan satu dongengnya sebagai tim.
Keduanya mendekati sumbernya lebih dekat secara perlahan. Saat berhasil berdiri di dekat semak-semak yang mengarah ke tepi air terjun, mereka melihat sosok zombie tersebut.
“Pemain?” kata Tenn dalam hati. “Rupanya pemain lain mati dan menjadi zombie. Aku yakin perempuan itu menyangka bahwa dia adalah sesama pemain atau yang lainnya. Hal itu membuatnya lengah.”
Saat Tenn dan Code Name: Mad Hatter hendak keluar dari semak-semak, ada sosok lain yang datang dan kali ini adalah anak kecil.
“Bocah?”
“Siapa itu?”
Keduanya adalah anak perempuan. Anak kecil itu saling bergandengan tangan dan terlihat begitu tenang.
Mereka mendekati mayat zombie yang sedang menggigit pemain perempuan itu.
“Dia mati?”
“Mati.”
“Menurutmu ada kartunya tidak, Hansel?”
“Entahlah, Gretel. Aku tidak mau bertanya pada sistem cengeng itu.”
Salah satu anak berambut pendek dengan pakaian sedikit tomboy yang dipanggil Gretel melepaskan gandengan tangannya dan berjalan dua langkah ke depan.
“Aku yang urus, Hansel. Kau di sini saja ya.”
“Baiklah, Gretel. Hati-hati ya.”
Anak itu berjalan dan mendekati zombienya. Terlihat bahwa suara langkah kakinya menarik perhatian zombie dan langsung bangun untuk menyerangnya.
__ADS_1
Tenn dan Code Name: Mad Hatter yang melihatnya sedikit terkejut. Bukan terkejut karena yang muncul anak kecil, tapi terkejut dengan apa yang dilakukan anak itu pada zombienya.
“Oi, oi! Itu tidak serius, kan?” kata Tenn dengan ekspresi tidak percaya.
“Alice, dia bisa mengalahkannya.”
Sedikit informasi bagaimana cara anak kecil bernama Gretel itu mengalahkan zombienya. Mari kita simak sedikit.
**
Anak itu mendekati zombie dan tentu saja zombie itu berlari untuk menyerangnya. Dengan cepat, zombie itu melompat dan hendak menggigit anak itu. Namun, anak itu langsung melompat ke sisi samping dengan berguling.
Dia berlari dan mengambil kerikil yang ada di sampingnya. Kemudian, batu yang dipegangnya langsung berubah menjadi sebuah permen tongkat besar yang nyaris mirip dengan model permen tongkat di swalayan.
Bedanya ukurannya sangat besar dan panjang, bahkan bisa dibilang setinggi orang dewasa. Permen besar dan panjang itu diayunkan oleh anak kecil itu ke arah zombienya.
“Rasakan ayunan permen ini!” teriaknya.
Permen tongkat itu diayunkan dan mengenai tubuh zombie. Tentu saja zombie itu terlempar ke sisi samping, dekat semak-semak yang tidak jauh dari lokasi Tenn dan Code Name: Mad Hatter berada.
Zombie di tempat itu memang unik. Kenapa? Karena mereka sudah seperti hidup dan punya pikiran sendiri meskipun sudah mati.
Hal itu terbukti dengan serangan selanjutnya yang dilakukan dengan cepat tidak lama setelah tubuhnya terhempas.
Dengan mudah dan cepat zombie itu bangun dan melompat. Kemudian dia berlari ke arah anak dengan tongkat permen panjang dan besar itu.
“Apa itu? Memang zombie bisa seperti itu juga?” bisik Code Name: Mad Hatter pada Tenn.
“Memang kamu belum pernah melihatnya?”
“Aku hanya membunuh pemain dan tidak pernah membunuh zombie sejak level 1 dimulai.”
Sedikit melirik ke arah pemuda di dekatnya, Tenn melihat Code Name: Mad Hatter seperti ingin melawannya.
“Aku ingin melawannya sekali. Aku harap dia lebih kuat dari yang ini. Menyenangkan sekali membayangkannya~”
Dalam hati Tenn berkata, “Aku kira dia ingin melawan anak kecil. Tapi…” Tenn memperhatikan pertarungan itu kembali. “Kemampuan anak itu, bagaimana aku mengatakannya ya…”
“Termasuk dalam kategori cukup merepotkan. Setidaknya itulah yang aku rasakan. Firasat seorang demon lord tidak akan salah.”
“Ratusan tahun aku masuk dalam pertarungan, selain pemuda yandere di dekatku…kedua anak itu juga masuk dalam daftar setengah dari pemain yang berpotensi.”
Pertarungan itu masih belum selesai.
Anak perempuan berambut panjang lain yang memakai dress berwarna merah muda melihat sesuatu yang tidak biasa dari mayat perempuan yang dibunuh sebelumnya.
Benar, dia hidup kembali alias menjadi zombie. Tubuhnya yang cukup terkoyak membuat wajah dan sebagian perutnya hancur.
__ADS_1
“Iuuh! Menjijikkan sekali.” katanya berkomentar.
Anak kecil yang memegang permen tongkat panjang itu masih bertarung dengan zombie itu.
“Cepat sekali. Ini tidak akan bisa dilakukan dengan mudah.”
Sengaja menjatuhkan dirinya, akan itu melempar permen tongkatnya secara horizontal hingga berputar dan mengenai bagian perutnya.
Kemudian dia mengambil batu kerikil lain dua buah dan muncul permen tongkat lainnya yang sama besarnya seperti sebelumnya.
Dua permen besar itu diarahkan ke zombie tersebut. Uniknya, ujung permen tiba-tiba berubah lancip sehingga bisa menusuk perut dan mulut zombie itu.
-Jleeb
Cipratan darah tidak bisa dihindari.
Lainnya, zombie perempuan yang baru saja mati itu berlari sambil berteriak ke arah anak dengan permen tongkat.
Melihat itu, anak tersebut menarik satu permennya dan mengarahkan ujung lancipnya ke arah depan, bersiap untuk menyambut zombie tersebut.
Tetapi seperti yang diharapkan, zombie itu menghindar dan melompat dari samping.
“Dia akan mati!” bisik Code Name: Mad Hatter sambil terlihat penuh semangat.
“Jangan mendekatiku!” ucap Tenn pelan karena risih.
Tapi pertarungan belum berakhir. Anak kecil dengan dress itu langsung berlari ke arah zombie yang melompat dan menendangnya.
Tendanganya tidak begitu jauh melempar zombie itu namun dia berhasil menjatuhkannya. Anak dengan tongkat permen langsung berlari menyerangnya. Dengan ujung permen, dia memberikan salam manis ke leher zombie tersebut.
Dan setelah pergerakannya terhenti, anak dengan dress itu mendekat dan menyentuh zombie perempuan itu.
Hal yang cukup menarik perhatian akhirnya terjadi. Tubuh zombie itu berubah menjadi eclair.
Kemudian anak dengan dress itu melakukannya juga pada zombie satunya lagi dan kali ini dia menjadi gingerbread.
Tenn dan Code Name: Mad Hatter yang menyaksikan berkata dengan ekspresi terkejut.
“Oi, oi! Itu tidak serius, kan?” kata Tenn dengan ekspresi tidak percaya.
“Alice, dia bisa mengalahkannya.”
Sedikit kejutan lain dari permainan yang tidak memiliki petunjuk pasti.
“Kita berhasil, Hansel!”
“Kau benar, Gretel!”
__ADS_1
*****