Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 18. Perburuan di Alam Liar bag. 5


__ADS_3

“Kita lakukan pembantaian sepihak dan dapatkan kartunya untuk menyelesaikan permainan gila ini.”


Kalimat Tenn terdengar seperti sebuah kekejaman dan tentu saja Code Name: Tarzan tidak bisa berkata apapun.


“Kamu diam di sini. Aku yang akan melakukannya sendiri.”


“Tapi jumlah mereka sangat banyak dan…kita tidak tau apakah ada yang lain atau tidak di sini.”


“Memang kenapa? Mau berapapun sama saja. Zombie itu hanya menang jika mereka bergerombol. Total yang ada di depan kita paling hanya 10-15 ekor.”


“10-15…ekor? Tapi mereka bukan hewan.”


“Terserah! Aku yang ke sana dan kamu diam di sini.”


Code Name: Tarzan tampaknya tidak mau mengalah. “Aku ikut. Kalau ada suit “Hearts” diantara kartu-kartu yang ada di dalam tubuh mereka, aku juga harus bertaruh untuk itu.”


“Kalau mati, jangan salahkan aku ya.”


Tenn mulai berdiri. Mata merahnya mulai menyala tanpa disadari oleh pemuda di sampingnya.


“Aku suka bagian ini. Mungkin aku akan mengoyak mereka habis-habisan.”


“Masalahnya adalah aku tidak ingin si Tarzan ini tau kekuatan dan sihirku. Berarti aku harus melakukannya senatural mungkin.”


“Selain itu, berdasarkan daftar sihir dan kemampuan yang bisa aku pakai, bela diri dan kemampuan membunuh dengan tangan kosong masih bisa digunakan dengan bebas tanpa batas apapun.”


“Sementara ini, aku hanya perlu membunuh mereka tanpa sihir apapun. Hanya setelah aku dan Tarzan ini berpisah, aku baru bisa leluasa mengeluarkan sihirku.”


“Tidak buruk. Lagipula, sistem miliknya lebih berguna dan jujur. Yang paling penting, tidak suka merajuk.”


“Aku akan memanfaatkannya sampai dia tidak bisa lagi dimanfaatkan.”


Tenn berjalan maju melewati semak-semak dan mengeluarkan suara. Dimanapun, zombie selalu peka terhadap suara dan hal tersebut berlaku untuk kawanan tersebut.


Mereka menengok ke belakang begitu mendengar suara yang mendekat.


“Hoo, kalian siap menyambut tamu? Aku ingat kamu masih berdansa dengan pangeran, Cinderella.”


“Sekarang justru sudah berganti spesies. Kuharap kalian bisa menghiburku.” kata Tenn dengan senyum.


“Graaaar!!”


Mereka langsung berlari menghampiri Tenn.


“Alice-kun!!” Code Name: Tarzan yang masih berada di balik semak-semak berteriak. Hal itu jelas mengundang zombie lain untuk mendatanginya juga.


“Gawat, aku mengundang mereka juga. Baiklah, waktunya membunuh.” Code Name: Tarzan berlari dan memukul wajah mereka dengan kayu yang dipegangnya.


Tenn sedang asyik sendiri dengan para zombie yang mengajaknya bermain.


“Dari serangannya, mereka sama seperti zombie-zombie yang ada di istana Cinderella.”


“Mereka memiliki kemampuan aneh di atas normal dan kecepatannya juga bisa disebut sebagai kecepatan di luar ekspetasi.”


“Ini bukan seperti bertarung dengan mayat hidup tapi bertarung dengan mesin pembunuh.”

__ADS_1


“Tampaknya Wonder senang sekali membuat level up bagi semua villain yang ada di tempat ini. Menarik.”


“Selain itu, selama tidak terkena gigitan atau mati di tangan mereka, kita tidak akan menjadi zombie.”


“Asumsi terbaik saat ini adalah pemain lain mungkin ada yang menyadari hal tersebut dan ada yang telah menjadi zombie.”


“Meski begitu, sistem tsundere itu bilang setengah dari presentase pemain di level ini sudah lebih baik. Berarti, hanya sebagian saja yang mungkin telah menjadi zombie.”


Zombie-zombie tersebut menyerang Tenn dengan serangan fisik. Mereka bahkan bisa menendang Tenn dan mengarahkan pukulan seperti petarung fisik.


“Mereka sudah pernah ikut latihan militer ya?”


Code Name: Tarzan yang mendengar itu menjawab sambil menusuk salah seekor zombie pada bagian mulutnya, “Mungkin karena mereka mantan bangsawan.”


“Terserah saja! Urus yang ada di depanmu, mengerti?”


“Aku mengerti!” jawabnya dengan suara keras.


Tenn memutuskan untuk menyerang balik. Dia yang sejak awal menghindari serangan dan bertahan akhirnya melakukan serangannya.


Sebuah tendangan dilakukan, namun tampaknya serangan fisik level demon lord itu memang berbeda.


Satu tendangannya membuat zombie tersebut terpental hingga membentur sebuah pohon sampai batangnya berlubang dan sedikit hancur.


Tubuh zombie yang terkena tendangan Tenn langsung remuk dan mereka kesulitan bergerak karena postur tubuh mereka sudah hancur sampai ke tulang belakang.


Code Name: Tarzan yang melihat itu sampai syok dan menjadi pucat.


“Apa itu? Tendangan macam apa itu? Bahkan di dunia bela diri, tidak mungkin ada tendangan yang bisa sampai menghancurkan tubuh lawan hingga terpental sejauh itu!”


“Apa dia…monster?”


“Huwaa!!”


-Craaat


Dia berhasil menusuk zombie tersebut setelah mencabut kayu yang sebelum tertancap pada zombie lain ke zombie satunya.


Serangan Tenn tidak cepat selesai karena para zombie tersebut masih menyerangnya. Serangan pukulan dan tinju yang diarahkan ke tubuh Tenn berhasil dihindari, bahkan Tenn sempat melempar tubuh makhluk itu dengan memutar tubuh zombie tersebut dan membantingnya ke tanah.


Saat tubuh zombie tersebut berada di tanah, Tenn langsung mengeluarkan kemampuan fisik ala demon lord miliknya dan menarik kepala mereka terlepas dari tempatnya.


Kepala zombie tersebut dipakai sebagai bola dan menendangnya dengan kuat ke arah zombie lainnya hingga tubuh yang menahannya berlubang.


Kemampuan fisik Tenn menggunakan standar demon lord sehingga semuanya memiliki kekuatan berkali-kali lipat dari kekuatan manusia normal.


“Haruskah aku menurunkannya sedikit? Tapi sudah terlanjur jadi diteruskan saja.”


“Sisanya hanya tinggal empat ekor lagi beserta Cinderella. Aku akan membunuhnya terlebih dahulu.”


Tenn berlari ke arah zombie Cinderella, namun sebelum sampai dia sudah dihadang oleh keempat zombie lain.


“Percuma saja kalian menghalangiku, kecoa.” ucapnya sambil tersenyum.


Diam-diam, tangan kirinya mengeluarkan kuku yang panjang dan runcing seperti tangan seorang pembunuh.

__ADS_1


“Kuakhir dan mari kita mengoyak tubuh kalian untuk diperiksa.” ucapnya sambil tersenyum senang.


-Craaat


Darah keluar hingga mengotori pakaiannya yang sudah bersih berkat sihirnya sebelum ini. Tangan Tenn memotong semua kepala para zombie itu dengan sangat cepat dan hanya menyisahkan seorang Cinderella.


Cinderella menyerangnya dengan mempertajam kuku miliknya.


“Graaar!”


Tenn dengan mudah menghindari serangan tersebut, namun Cinderella juga bukan lawan yang mudah. Dia bisa menghindari bahkan melompat sampai ke atas pohon.


“Hah?! Cinderella bisa melompat seperti itu?! Sejak kapan lambang keanggunan di dongeng anak-anak bisa jadi tokoh brutal seperti itu?!”


Zombie Cinderella melarikan diri dengan melompat dari pohon satu ke pohon lainnya.


“Alice-kun, ada apa?!”


“Cinderella melarikan diri! Aku akan mengejarnya, kamu urus yang ada di sini!”


“Tapi itu berbahaya!”


“Siapa tau di dalam tubuhnya ada suit “Diamonds” yang aku incar! Sudah, kalau kamu masih hidup, berarti kerjasama kita masih berlanjut. Aku pergi ya!”


“Alice-kun!”


Tenn melompat ke atas pohon dengan mudah dan langsung mengejarnya.


“Apa dia titisan ninja? Memang Alice-kun punya kemampuan seperti itu sejak awal, sistem?”


[Code Name: Alice memiliki bakat bertarung dengan tangan kosong]


[Kemampuan tersebut sudah termasuk akrobatik dan kelincahan yang ada pada dirinya]


“Wow. Aku rasa aku tidak salah memilih dia sebagai tim.” ucap Code Name: Tarzan sambil tersenyum.


Sekarang, demon lord yang satu itu selesai berakting.


“Akhirnya aku bebas! Ahahaha, aku bisa membunuh zombie Cinderella itu dengan mudah tanpa perlu susah payah sekarang.”


Mata merah itu menyala kembali dan kecepatan Tenn berpindah ke pohon lain semakin cepat. Zombie Cinderella melompat ke bawah dan bersiap menyerang Tenn yang baru mendarat.


Dengan cepat, Tenn seperti memotong tubuh zombie Cinderella. Awalnya tidak terlihat, namun ternyata, Tenn benar-benar memotongnya menjadi dua bagian sama rata. Semua dilakukan dengan sangat halus.


“Aku sudah katakan, meskipun sihirku banyak yang disegel, selama kemampuan bertarung tangan kosongku masih ada, aku masih menjadi yang terkuat.”


Tenn menarik kepala mayat zombie Cinderella dan memotong bagian kening untuk membuka tempurung kepalanya.


“Bingo!” di dalam kepala Cinderella, tepat di otaknya menancap sebuah kartu klondike.


“Akhirnya satu kartu suit “Diamonds” didapatkan. “King of Diamonds” ya, tidak buruk. Ini bagus untukku.”


Tenn membuang kepala tersebut hingga bagian otak mayatnya keluar dengan darah segar.


“Selamat berpesta dalam keabadian, Cinderella.”

__ADS_1


Demon lord itu meninggalkan mayat tersebut dan pergi untuk melihat rekan tim barunya di tempat awal mereka berpisah.


*****


__ADS_2