Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 31. Zombie Fairy Tales: Hansel and Gretel bag. 4


__ADS_3

Tenn yang baru saja ingin ikut bergabung tiba-tiba merasakan sesuatu.


“Apa itu?”


Ada sebuah notifikasi terdengar dari langit.


[Ping Pong, Wonder di sini]


“Admin sial itu lagi.” gumam Tenn pelan.


[Ehem! Kalian semua, ada sebuah kejutan di sini. Di beberapa titik, Wonder membuat sesuatu yang sangat mendebarkan, menyenangkan dan membuat kalian bisa mati dengan cepat]


[Aku memasukkan sedikit kejutan yaitu Troll dan tiga kambing yang mungkin akan kalian sukai]


[Bagi yang bertemu dengannya, aku ucapkan selamat karena kalian mungkin akan mati dengan cepat]


[Tapi bagi yang tidak bertemu, berarti kalian masih belum beruntung. Silahkan dilanjutkan kembali perjuangan mencari kartunya]


[Berjuanglah untuk tidak mati dengan cepat ya]


[Do zobaczenia wkrotce (sampai bertemu lagi)]


-Deg


Tenn tidak asing dengan bahasa itu.


“Lagi-lagi bahasa dunia bawah. Aku tidak tau kenapa tapi aku yakin dia adalah orang yang berasal dari tempatku berasal.”


“Admin sial itu…pasti mengenalku juga.”


Di satu sisi, Tenn melihat apa yang dilakukan oleh Code Name: Mad Hatter kepada dua anak kecil itu yaitu bersenang-senang dengan dalih bertarung.


Code Name: Mad Hatter benar-benar tidak menggunakan kemampuannya dan hanya menyerang dengan serangan fisik.


Saat Code Name: Hansel dan Code Name: Gretel mengayunkan permen besar itu ke arahnya, Code Name: Mad Hatter hanya tertawa dan menghindar.


Terjatuh, berguling bahkan sampai terpojok ke bebatuan tidak membuat pemuda itu takut sama sekali.


“Ahahaha, menyenangkan. Kalian anak-anak menarik!”

__ADS_1


“Cih! Hansel!” teriak Gretel.


Baru saja berteriak, Gretel sendiri tidak bisa lengah karena lawannya adalah orang yang bisa disebut yandere dan psikopat.


“Oi! Jangan begitu! Lawanmu adalah aku. Lihat sini!”


Code Name: Mad Hatter menyerang dengan tinju dan tendangan. Serangan itu dilakukan bertubi-tubi dan sangat cepat.


Tapi anehnya, semua itu berhasil ditangkis dengan gerakan cepat dari anak kecil itu.


“Apa ini? Dia bisa melakukan gerakan seperti ini? Apa dia benar-benar anak berusia 8-9 tahun?”


Code Name: Mad Hatter juga tampaknya merasa sedikit tidak begitu diuntungkan.


Alasannya, karena setiap dia melakukan serangan untuk menyerangnya, anak kecil itu selalu bisa menahannya dengan permen tongkat besar yang dipegangnya.


Sudah begitu, bentuknya bisa diubah sesuka hati.


Satu batang permen bisa diubah menjadi lebih besar, lebih panjang atau lebih runcing.


Meskipun yang bisa merubah bentuknya hanya satu anak yaitu Code Name: Gretel sebagai pemilik kemampuan user tersebut, kombinasi serangan cepat dari Code Name: Hansel juga perlu diperhitungkan.


Code Name: Mad Hatter harus melakukan serangan dan menghindari serangan di saat yang sama.


“Selama kalian tidak bisa mengenaiku, artinya kalian tidak bisa membunuh…ku!”


-Buuaak!


Sebuah tendangan keras berhasil ditahan oleh Code Name: Hansel, namun membuatnya terpukul mundur dengan jarak yang lumayan jauh.


“Hansel!!”


“Jangan lengah, Gretel!”


Di sisi lain, Tenn hanya diam sambil mengamati. Dia benar-benar tidak mau membantu Code Name: Mad Hatter meskipun dia butuh kartu yang ada pada Code Name: Hansel.


Tenn yang masih memperhatikan mereka mulai sedikit mempelajari setiap serangan anak-anak itu.


Pola serangan anak-anak itu saat melawan Code Name: Mad Hatter tidak bisa dibilang bagus. Tapi kemampuan mengubah objeknya itu yang merepotkan.

__ADS_1


“Hatter akan tamat jika sampai terkena sentuhannya.” gumam Tenn.


Di sisi lain, dia juga penasaran dengan sesuatu yang nyaris mendekat. Getarannya memang cukup kuat dan hawa keberadaannya cukup dekat dengan lokasinya.


Makhluk apa itu juga sudah diketahui oleh semuanya melalui siaran dari admin, hanya saja letak kemunculannya yang masih jadi tanda tanya.


“Sistem, apakah menurutmu dia akan muncul di sini?”


[Saat ini, lokasi Troll berada dalam jarak 150 meter]


“150 meter katamu? Jangan bercanda. Tapi bicara soal makhluk itu, memang ada cerita yang melibatkan troll dan tiga kambing?”


[Tokoh Troll yang muncul diambil dari dongen “The Three Billy Goats Gruff” karya Katharine Pyle]


[Menceritakan tentang tiga kambing yang ingin menyeberangi jembatan namun dihadang oleh troll yang ingin memakan mereka]


“Ini gila. Settingnya terlalu bercampur. Sudah terjebak di hutan Tarzan, setting awal yang ternyata sebuah dongeng dari “Zombie Fairy Tales” dan sekarang ada dongeng lain.”


“Aku sudah muak. Kita bunuh mereka dan pergi dari sini sebelum troll dan kambingnya datang.”


Di pertarungan, Code Name: Mad Hatter menendang dan melancarkan tinjunya.


Meskipun lawannya anak-anak, tampaknya tidak ada rasa belas kasihan dari pemuda blasteran itu.


“Aku tidak mau bermain-main lagi. Katakan, mau menyerah atau mati?”


“Jangan bercanda! Hiyaa!!”


Mata Code Name: Mad Hatter mulai berubah tajam.


“Sejak kalian bukanlah orang yang berasal dari satu dongeng, sebaiknya kalian menghilang saja.


Code Name: Hansel yang berlari dari arah samping langsung mengarahkan tangannya dan bermaksud menyentuh Code Name: Mad Hatter.


“Terima ini dan matilah!!”


-Buuuk!


“Akh!” Hansel ditendang oleh Code Name: Mad Hatter tepat di perutnya hingga terlempar cukup jauh dari jaraknya saat ini.

__ADS_1


“Hansel!”


*****


__ADS_2