Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 49. Alice dan Queen of Hearts bag. 1


__ADS_3

“Sistem, aku butuh informasi mereka.”


Tenn bergumam pelan saat berjalan mendekati kedua tamu tak diundang tersebut.


Begitu pesta selesai, semua berubah menjadi sangat menegangkan. Sistem milik Tenn mengirimkan informasi.


[Code Name: Queen of Hearts]


[Informasi kemampuan dibatasi atas permintaan Code Name: Queen of Hearts]


[Status: Hidup]


[Level saat ini 1]


[Informasi tentang total kartu dibatasi atas permintaan Code Name: Queen of Hearts]


[Tingkat keakuratan informasi 80% dari total keseluruhan]


[Code Name: Peter Rabbit]


[Kemampuan: Thief dengan dua bagian yaitu Steal Parsley dan Steal Carrot]


[Status: Hidup]


[Level saat ini 1]


[Jumlah kartu yang dimiliki: 2]


[Tingkat keakuratan informasi 100% dari total keseluruhan]


Tenn diam terpaku mendengar penjelasan sistem. Dia melirik Alice kecil yang terlihat takut dengan kehadiran mereka sebelum berhasil mencerna semua keanehan yang baru dialaminya.


“Apa…ini? Kenapa mereka bisa sampai di sini?”


Suaranya pelan, tangan kecil yang menggenggam Code Name: Mad Hatter tampak gemetar. Code Name: Mad Hatter menyadari keanehan tersebut dan menggenggam tangan kecil itu sambil terlihat cemas, “Alice? Ada apa denganmu?”


Tiba-tiba, anak itu berteriak ke arah keduanya.


“Kenapa pembunuh ratu dan raja hati ada di sini?!”


“Eh?” Code Name: Cheshire Cat terkejut. Dia menatap kedua tamu yang datang dengan ekspresi yang tidak biasa. Sedangkan Code Name: Mad Hatter yang mendengar nama tokoh lain dari ‘Alice in Wonderland’ cukup syok.


“Apa yang…tadi kau katakan, Alice?”


“Mereka adalah pembunuh di kastil hati! Aku berusaha kabur dari mereka, tapi kenapa bisa sampai di sini!?”


Berbeda dengan keadaan di sisi mereka, kita beralih dari sisi kedua tamu yang datang yaitu Code Name: Queen of Hearts dan Code Name: Peter Rabbit.


**

__ADS_1


Awalnya mereka yang baru saja selesai membahas hal penting mengenai sistem saling diam untuk beberapa saat. Tidak ada hal yang dibahas karena perhatian keduanya adalah kedua tokoh dongeng yang melarikan diri tersebut.


Sampai akhirnya ada sebuah pemecah situasi di sini.


“Queen…”


“Apa?”


“Terima kasih karena sudah mau berbagi kartunya denganku.”


“Aku tidak mencari suit “Clovers” jadi tidak masalah. Aku cukup senang karena aku mendapatkan suit yang aku cari meski hanya satu.” jawabnya dengan tenang dan fokus.


“Begitu.” Code Name: Peter Rabbit merogoh sakunya dan melihat dua kartu yang didapatkan. “Beruntung sekali mendapatkan “Clover 10” dan “King of Spades” di antara kartu yang terdapat di dalam karakter dongeng. Kita juga berhasil mendapatkan “Ace of Clovers”. Ini sebuah keberuntungan.” ucapnya senang.


Tapi Code Name: Queen of Hearts masih tidak menunjukkan ekspresi berlebih. Dia sedang berpikir dalam hatinya.


“Sisa kartu yang paling penting yaitu “Diamond 10” yang harus aku temukan. Berharap kedua tokoh yang kabur itu memiliki kartu yang aku cari.”


“Sekalipun tidak keduanya, aku harap ada satu yang membawa kartu yang aku cari. Sistem juga mengatakan semakin banyak suit semakin bagus untuk dipilih. Utamakan suit yang aku incar terlebih dahulu.”


Saat ada di lokasi yang penuh dengan beberapa pepohonan yang patah, pemuda itu mencium aroma yang tidak biasa.


“Apa ini? Aroma roti dan kue?”


“Eh?” Code Name: Peter Rabbit mengendus dan percaya pada apa yang dikatakan oleh pemuda tersebut. “Ini aroma manis, tapi bagaimana bisa? Queen, bagaimana menurutmu?”


“Tempat ini penuh dengan keanehan jadi aku tidak akan merasa aneh kalau ada toko roti besar di tengah hutan penuh zombie seperti ini.”


Ucapan pemuda itu seketika membuat gadis di belakangnya merinding. “Queen, ini bukan saatnya melucu.”


“Dari pertama kali kau bertemu denganku, kapan aku melucu? Aku tidak bisa membuat lelucon, Peter. Aku harap kau ingat itu.” kata Code Name: Queen of Hearts dengan nada datar.


“Queen…”


“Lagipula, yang seharusnya bisa melucu itu adalah admin tempat ini. Seleranya terlalu bagus sampai-sampai membuat otakku tidak bisa memahami semua ini.” tambah pemuda itu.


Setelah beberapa saat, pemuda itu meminta gadis di belakangnya berhenti.


“Stt, jangan bersuara. Ada orang lain di sana. Siapkan senjatamu, Peter.” bisiknya pelan.


“Aku mengerti.”


Mereka semakin mencium aroma manis yang kuat, coklat, roti dan kue serta ada suara yang samar-samar.


Saat mereka berhasil sampai di sana, tiba-tiba semua itu menghilang dan didapati sebuah tempat tidak biasa. Adanya pepohonan patah dan jejak kaki besar. Di sana keduanya juga bertemu dengan empat orang aneh.


Begitulah kejadian dari sudut pandang kedua tamu tersebut.


Kini, semua pemain telah mendapati tempat yang sama. Sekarang, dimulai semua panggung permainan sesungguhnya.

__ADS_1


**


Teriakan dari Alice kecil membuat kedua tamu yang datang melihatnya.


“Queen, itu!”


“Karakter dongeng. Ternyata ada di sini.” Code Name: Queen of Hearts melihat ada mayat burung berwarna merah muda di kejauhan. Darahnya masih ada yang keluar dari tubuh yang terkoyak dan kepalanya. “Itu…The Flamingo. Dia telah dibunuh oleh mereka ya…”


Code Name: Queen of Hearts melihat pemain yang mendekatinya. Itu adalah seorang pemuda dengan ekspresi sangat dingin dan penuh dengan kewaspadaan.


“Sistem, aku butuh informasi miliknya.” seru Code Name: Queen of Hearts.


Dengan mendengarkan informasi dari sistemnya baik-baik, ekspresi matanya langsung berubah.


“Apa kau bilang? Dia Code Name: Alice?!” ucapnya pelan. Tapi gadis di dekatnya sempat mendengar ucapannya, “Queen, dia apa tadi?”


“Dia Alice, Code Name: Alice. Ini lucu karena ada dua ‘Alice’ di sini.”


Tenn tidak ingin menghabiskan lebih banyak waktu.


“Aku tidak mau membuang-buang waktu, Queen of Hearts dan Peter Rabbit. Akan aku beri waktu 3 menit untuk menjelaskan semua ini dan tergantung dari jawaban kalian, aku mungkin akan berbaik hati membiarkan kalian hidup.”


Mendengar nada penyambutan yang seperti ancaman 100% itu, Code Name: Queen of Hearts tidak kalah sinisnya.


“Remaja yang masuk masa puber memang sedikit labil, tapi tingkat sopan santunmu lebih labil lagi rupanya. Aku tidak mau mencari masalah jika kalian mau menyerahkan Alice Liddell itu padaku.”


“Hmm? Kenapa aku harus mendengarkanmu?”


“Karena dia memiliki kartu klondike yang mungkin aku cari.”


“...”


Tenn yakin dia mungkin sudah tau mengenai kartu di dalam jantung Alice kecil itu. Walaupun sebenarnya, kedua tamu tersebut hanya mengetahui bahwa Alice Liddell memiliki kartu yang dicari tanpa tau seperti apa kartunya.


Sebelum Tenn memberikan jawabannya, ada sosok agak lain yang mendekati mereka.


“Queen…Queen…Queen of Hearts…”


Sambil menutupi wajahnya sendiri dengan tangan, Tenn seakan ingat adegan yang satu ini. “Mulai lagi.”


Code Name: Queen of Hearts melihat sosok yang mendekatinya dan menerima ‘serangan kejutan’ dari sosok tersebut.


“My Queen! I don’t believe I can see you, oh Queen of Hearts!”


“Alice, rekan satu tim! Ini adalah jackpot terbesarku selama ada di sini! It’s amazing! Akhirnya rekan yang tidak kalah terkenal dariku dan Cheshire Cat muncul!”


“...” semua orang terdiam untuk beberapa saat termasuk si korban.


Adegan selanjutnya mungkin saja bisa ditebak yaitu pesta minum teh babak kedua. Atau mungkin bisa jadi pembantaian setelah pesta.

__ADS_1


*****


__ADS_2