
[Perhatian! Batas waktu permainan dimulai]
[Saat ini, waktu yang tersisa tinggal 05:59:21]
[Jumlah pemain yang hidup: 20 orang]
Suara itu mengejutkan Tenn. “Sudah dimulai ya, batas waktu yang dimaksud.”
Tenn telah mendapatkan 4 kartu baru di tangannya setelah membunuh anak kecil yang ditemuinya.
“Coba kita lihat, “Heart 2”, “Heart 3”, “Spade 2”, dan “Jack of Clovers” ya…lumayan bagus.”
“Dari 52 kartu, aku sudah punya seluruh kelompok kartu “Hearts” dan “Clovers”. Hanya tinggal mengumpulkan bagian dari kelompok “Spades” dan “Diamonds”...sulit. “Diamonds” cukup sulit didapatkan.”
“Selain itu, aku juga tidak mau berlama-lama di sini.”
“Sistem, apakah aku bisa pergi lebih cepat dari tempat ini jika berhasil mengumpulkan seluruh kartu klondike yang tersisa?”
[Batas waktu permainan telah ditentukan. Pemain tidak bisa keluar dari permainan sebelum berhasil mengumpulkan seluruh item yang dibutuhkan sampai waktu habis]
[Saat ini, waktu yang tersisa tinggal 05:57:35]
[Apabila pemain telah mengumpulkan item yang dibutuhkan sebelum waktu habis, pemain akan diminta untuk menunggu sampai waktu habis dan permainan dinyatakan selesai]
“Disuruh menunggu? Serius? Harus menunggu lagi?”
[Pemain akan diminta untuk menunggu sampai waktu habis dan permainan dinyatakan selesai]
“Tapi aku bosan! Tidak ada perlakuan khusus?”
[Pemain akan diminta untuk menunggu sampai waktu habis dan permainan dinyatakan selesai]
“Jangan mengulangi jawabannya! Tidak punya jawaban lain apa?!”
[Code Name: Alice Liddell tidak perlu bertanya jika sudah mendapatkan jawaban. Hal itu hanya akan menghabiskan waktu yang tersisa]
[Code Name: Alice Liddell telah menghabiskan waktu 00:00:21 untuk mendengarkan jawaban yang sama dari sistem]
“21 detik dan dia masih perhitungan…aku bisa tidak ya, mengutuk sistem ini sekarang?”
[Sistem tidak bisa dikutuk]
“Jangan menjawabku saat aku mengumpat ya! Aku ini sedang menghinamu!”
Tenn sudah kesal sendiri. Tampaknya demon lord kita sudah cukup menguras emosinya.
“Aku butuh es krim dan umaibo.” gumamnya pelan.
Setelah itu, dia kembali berkeliling. Seperti tidak menganggap permainan serius, dia hanya berjalan dan melihat banyak darah di beberapa titik.
“Pemandangan yang menarik. Mencari 11 pemain di sini cukup menyulitkan, apalagi area permainannya seluas ini.”
“Yah, tapi itu hanya berlaku untuk manusia normal. Kata sulit tidak berlaku untuk demon lord.”
“Oh, lupa. Sistem, aku ingin sedikit perubahan. Tolong jangan panggil aku Alice lagi ya, bisa kan?”
[Sistem tidak bisa melakukannya]
“Kenapa?! Nama Alice itu seperti perempuan! Aku ini laki-laki, 100% normal seperti anak remaja lain meskipun sudah berkali-kali bereinkarnasi menjadi manusia!”
[Sistem tidak bisa melakukannya. Code Name: User adalah sesuatu yang ditentukan oleh administrasi dan Admin Wonder yang memegang otoritas tertinggi]
“Sial! Lagi-lagi si Wonder! Berikan aku kontaknya, aku ingin mengajukan protes!”
[Sistem tidak bisa melakukan–...]
“Hmm? Kenapa diam?”
[Mentransfer data ke nomor ponsel 0901-xxx-xxx]
“Hah?”
[Transfer data berhasil]
__ADS_1
[Code Name: Alice Liddell telah mendapatkan nomor kontak Admin Wonder]
[Batas penggunaan nomor kontak Admin Wonder selama 3 menit]
[Waktu yang tersisa tinggal 00:02:58]
“Tunggu tunggu tunggu! Nomor apa?! Aku tidak mengerti!”
[Nomor kontak Admin Wonder telah dikirimkan ke nomor ponsel 0901–]
“Ke nomorku?!” Tenn langsung mengambil ponsel di saku celananya dan melihat daftar kontaknya. “Ada?! Tapi bagaimana?”
“Lupakan, aku akan menghubungi si Wonder dan protes.]
-Tuuut…
[[Halo, Wonder di sini]]
“Kamu Wonder atau sistemnya?”
[[Waktu terbatas. Silahkan ajukan protesnya]]
“Aku mau nama userku diganti!”
[[Tidak bisa. Kalau sudah selesai akan kututup]]
“Oi! Tidak bisa begitu! Kamu sendiri yang memberiku akses! Aku mau protesku didengar!”
[[Baiklah, Code Name: Alice Liddell akan diganti menjadi Code Name: Alice]]
[[Berlaku sampai permainan selesai]]
[[Waktu sudah hampir habis. Selamat menyelesaikan permainan]]
-Tuuut…tuuut…
“...” Tenn terdiam. Dia melihat layar ponselnya dan nomor tersebut benar-benar lenyap. Tidak ada history-nya sama sekali dan tidak ada rekam panggilannya.
“Dasar admin sial…lihat saja nanti!!!” teriak Tenn sambil membanting ponselnya ke jalan.
[Mengatur data pemain]
[Pengaturan selesai]
[Code Name: Alice telah berhasil terverifikasi]
[Code Name: User telah diubah sesuai permintaan]
“Bukan aku yang minta! Admin gila itu yang–”
[Kondisi terpenuhi. Code Name: User tidak bisa diganti sampai permainan selesai atau pemain dinyatakan gugur dalam permainan]
“...” Tenn harus menerima kenyataan. Akhirnya, namanya berubah menjadi Code Name: Alice sekarang. “Aku benci tempat ini.”
**
Di suatu tempat lainnya, ada sosok yang duduk tenang sambil memegang ponsel melayang dan tertawa.
“Ahahaha, My Lord. Maafkan aku. Aku tidak bisa berhenti tertawa. Ahahaha!”
“Wajah dan ekspresinya saat menggerutu dan marah-marah itu benar-benar seperti manusia normal. Sudah begitu, bisa-bisanya terpikirkan untuk mengajukan protes pada admin. Ahahaha!”
“Aku harus mengakui bahwa My Lord lebih cerewet dan sama sekali tidak seperti My Lord yang aku tau.”
“Tapi tidak apa-apa. Itu artinya My Lord bahagia selama ini. Haa, aku ingin bertemu dengan sosok My Lord yang sekarang.”
“Kita lihat apakah permainan ini bisa mengusir rasa bosannya atau tidak.”
**
Di area permainan, Tenn menggunakan sihirnya untuk mengembalikan ponselnya yang rusak akibat dibanting sendiri.
“Wrocic do normy (kembalilah normal)”
__ADS_1
Ponselnya kembali normal seperti sedia kala dengan baterai penuh, full charge.”Aku tau aku jenius dan hebat.”
“Kalau sampai ponselku rusak, begitu pulang nanti aku akan dihakimi oleh ibu.”
Tenn memasukkan ponselnya ke dalam saku kembali dan berjalan kembali.
“Bicara soal kontak admin, memangnya dia bisa dengan mudah mendengar protes kita seperti itu? Sistem, bagaimana menurutmu?”
[Informasi dibatasi]
“Sepertinya Admin Wonder itu tidak percaya pada kalian, para sistem.”
“Tapi aku setuju. Aku juga tidak percaya padamu, sistem. Kamu menyebalkan.”
[Sistem tidak membutuhkan rasa suka dari Code Name: Alice]
[Sistem hanya menjalankan perintah dan algoritma yang diberikan Admin Wonder]
[Sistem juga tidak peduli apabila pemain gugur dalam permainan]
“...” Tenn terdiam mendengar jawaban sistem dan mengumpat setelahnya, “Sistem, kamu punya dendam pribadi ya? Jahat sekali jawabanmu.”
[Sistem hanya mengatakan hal yang sebenarnya]
“Jangan bicara lagi padaku kalau belum aku suruh. Aku benci mendengar jawaban jahatmu itu.”
Sistem tidak menjawabnya. Tenn berjalan dan mencari target yang tersisa. Dengan demon eye miliknya, dia langsung bisa menemukan 5 pemain lain dan mengambil item yang diperlukannya. Tentu saja membunuh mereka juga.
“Hmm…sisanya hanya tinggal 15 kartu. Malas sekali mencari 15 kartu yang tersisa. Bisa aku tidur dulu sebentar?”
“Sepertinya boleh. Sistem, berapa sisa waktu yang ada?”
[Saat ini, waktu yang tersisa tinggal 04:47:45]
[Jumlah pemain yang hidup: 6 orang]
“Baiklah, aku mau cari tempat untuk tidur siang dulu. Sistem, bisa set alarm untukku. Tolong bangunkan aku satu jam sebelum permainan selesai ya.”
[Memasang alarm. Alarm selesai dipasang]
[Alarm akan berbunyi satu jam sebelum permainan selesai]
[Waktu tidur yang tersisa tinggal 02:12:55]
“Yosh, mencari tempat untuk tidur selagi yang lain saling membunuh.”
Begitulah ceritanya. Sampai akhirnya saat Tenn terbangun, dia mendengar sebuah teriakan minta tolong dari seorang wanita dan segera ke sana.
Tenn menolongnya dan mengatakan bahwa dia akan membiarkannya hidup sampai panitia menjemputnya.
“Sebenarnya hanya kebohongan karena aku ragu dia tau bahwa dia akan mati juga. Yang penting aku bisa dapat kartunya dulu.” kira-kira itulah yang dipikirkannya saat itu, meskipun tidak terlihat di awal.
**
Setelah membunuh Code Name: Caterpillar, Tenn, demon lord yang satu itu telah berhasil menyelesaikan permainan dengan mudah. Sudah tidur siang selama dua jam lebih, bangun tidur langsung dapat buruan segar, sungguh hari yang indah.
[Jumlah peserta saat ini: 1 dari total 89 pemain. 88 di antaranya dinyatakan gugur dalam permainan. Waktu permainan tinggal 5 menit lagi]
[Mohon tunggu sampai tanda permainan selesai]
“Aku kira dia bohong soal jumlah pemain yang menjadi pemenang game. Ternyata administrasi menyebalkan itu memang serius.”
“Setelah ini, aku ingin segera mencari makan untuk game selanjutnya.”
Baru berjalan sebentar dan duduk di sebuah anak tangga di salah satu rumah kosong di tempat itu, Tenn mendengar suara yang tidak asing.
[Waktu permainan telah habis. Permainan berakhir]
[Selamat kepada Code Name: Alice yang telah berhasil mengumpulkan seluruh kartu item]
[Dengan ini, “Card Collections” telah dinyatakan selesai]
*****
__ADS_1