
Di tempat Tenn saat ini, dia sedang duduk manis menikmati teh dan kue yang disediakan oleh Code Name: Mad Hatter. Sudah begitu, mereka duduk bersama gadis yang baru ditemuinya, Code Name: Cheshire Cat.
“Silahkan diminum dulu, Cheshire. Aku punya cake juga kalau mau.”
“Terima kasih, Mad Hatter. Aku tau kamu adalah orang baik.”
“Aku sudah bilang kalau kita ini adalah teman, kan?”
Code Name: Cheshire Cat tersenyum dengan haru sambil meminum teh yang diberikan oleh Code Name: Mad Hatter.
Tidak lupa pula, pemuda itu memberikan secangkir teh hangat kepada Tenn yang duduk di sampingnya juga.
“Alice, tehmu mulai dingin. Aku ganti yang baru saja ya.”
“...” Tenn terdiam dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
Mau dijelaskan juga bingung. Wajahnya kesal bercampur jijik dan di saat yang sama dia terlihat begitu kesal dan bingung.
“Aku tidak butuh teh. Aku butuh akal sehatku.”
“Tapi akal sehatmu masih di sana, Alice.”
Code Name: Mad Hatter sungguh sangat perhatian. Dia bahkan dengan tepat memberitau dimana akal sehat Tenn berada.
Tapi sejujurnya bukan itu yang dimaksud oleh demon lord kita yang satu ini.
Wajah Tenn yang kesal sambil memegang cangkir tehnya berkata dalam hati.
“Kenapa bisa seperti ini?”
Ada alasan kenapa hal itu terjadi. Mari mundur sejenak sebelum hal ajaib lainnya terjadi di permainan saling membunuh berkedok cerita dongeng campuran ini.
**
Ini terjadi bersamaan dengan waktu di tempat lain, yaitu saat Code Name: Queen of Hearts dan Code Name: Peter Rabbit berada di kastil hati.
Di tempat ini, Tenn harus menghadapi hal yang tidak menyenangkan baginya yaitu meladeni sifat maniak seorang pemuda blasteran.
Tapi sebelum hal itu terjadi, kita kembali ke pembicaraan sebelumnya.
Tenn yang saat itu menggunakan kemampuan [Lie Detector] miliknya memang tidak merasakan kebohongan dalam setiap penjelasan Code Name: Cheshire Cat yang ingin sekali bersama mereka. Namun ada hal yang membuat demon lord ini penasaran.
“Katakan dengan jujur, kenapa kamu memutuskan untuk mencari Alice dan Mad Hatter?”
Gadis itu menjawab, “Sistemku…”
“Sistem?”
__ADS_1
Code Name: Cheshire Cat menjelaskan alasan utamanya.
“Sistemku berkata kalau ada pemain yang memiliki kriteria yang mau menerima pemain lain sebagai rekan dengan memanfaatkan dongeng sebagai acuan.”
“Dan salah satunya adalah Alice dan Mad Hatter. Kemudian–...”
“Tunggu dulu!” Tenn memotong pembicaraan itu, “Kamu bilang pemain itu adalah aku dan si yandere ini?!”
“Umm, sistemku yang berkata demikian.”
Tenn langsung melihat ke arah pemuda di sampingnya dan sebuah senyuman penuh keceriaan diberikan untuk Tenn.
“Aku tidak sudi disamakan dengan orang gila!” teriak Tenn dalam batin.
Yah, meskipun begitu Tenn tidak benar-benar meneriakan itu dari mulutnya. Dia hanya bisa menggerutu dalam batin.
Kemudian, Code Name: Mad Hatter segera memainkan peran ‘sayang tim’ pada gadis itu.
“Cheshire, kau sudah berjuang untuk menemukan kami berdua dan aku sangat senang sekali. Alice, lihat ini. Dia mempertaruhkan nyawanya demi menemukan kita. Kita harus menerimanya.”
“Hah?” Tenn terlihat tidak senang.
“Dia rekan satu dongeng, aku akan memasukkannya dalam daftar tim kita.”
“Kamu sudah gila?”
“Dia memelas seperti ini. Lemah tak berdaya seperti anak kecil. Bahkan pakaiannya saja sudah rusak.”
Di mata Code Name: Mad Hatter, gadis bernama Code Name: Cheshire Cat itu sangat menyedihkan seperti anak kucing lemah, kecil, tak berdaya, gemetar dan sangat butuh dilindungi.
“Aku bisa memenggalnya, kan? Aku tidak butuh mereka, kan? Kubunuh saja sepertinya tidak masalah.” gumam Tenn dalam hati.
Meskipun bergumam begitu, Tenn sebenarnya menahan diri karena sadar sihirnya belum bisa membunuh Code Name: Mad Hatter dengan kemampuan usernya yang bisa membalikkan hukum kenyataan dan ilusi.
-Kruuuyuuuuk
“Hmm?”
Sebuah suara mengejutkan terdengar dan itu berasal dari sosok yang ada di hadapan Tenn. Wajah gadis itu memerah dan dia terlihat akan menangis.
“Hiiks…perutku lapar…”
“Geh!” Tenn bereaksi tidak senang sama sekali dengan itu.
Tapi sebaliknya, Code Name: Mad Hatter sangat senang dan akhirnya mengeluarkan kemampuan usernya untuk menciptakan dunia sangat lezat di sekitar area tersebut.
[Welcome to My Tea Party]
__ADS_1
Seketika area itu berbau manis, gula dan kue raksasa muncul dimana-mana, jamur warna-warni, bunga raksasa indah dan meja untuk acara minum teh lengkap dengan kudapan dan teh di atasnya telah siap menyambut.
“Ayo kita makan dulu. Kita bisa mengobrol dan bertukar pikiran.”
**
Begitulah yang terjadi. Inilah awal dari Tenn yang menghabiskan waktu untuk duduk di meja pesta teh bersama kedua orang itu.
Code Name: Cheshire Cat begitu menikmati kudapan lezat itu.
“Hebat sekali~ini bisa dimakan?!”
“Hebat, kan? Ayo makan yang banyak. Ini tidak beracun dan kualitasnya yang terbaik. Oh, ada black forest cake. Kau mau?”
“Mau! Beri aku dua slice ya, Mad Hatter!”
Waktu sangat menyenangkan saat itu, setidaknya bukan untuk suasana hati demon lord yang satu itu.
Dengan menyingkirkan cangkir teh dan mangkuk kue di depannya, Tenn bicara serius sekarang.
“Aku tidak paham dimananya kamu akan berguna untukku. Tapi aku tidak menerima beban tim.” tegasnya.
Mendengar ucapan itu, gadis itu meletakkan garpu yang dipegangnya ke atas meja dan tertunduk murung.
“Alice…” Code Name: Mad Hatter mencoba menenangkan Tenn.
Tenn kembali membuat pembicaraan menjadi berat, “Aku tidak tau seperti apa kekuatan Code Name: Queen of Hearts yang dikatakan oleh sistem milikmu, tapi jika kamu menggunakan kemampuan usermu hanya demi mencari rekan tanpa tau seperti apa dia, artinya kamu menyerahkan nyawamu pada kami.”
“Sudah begitu, kamu juga tidak bisa bertarung yang artinya kata-kataku soal beban tim itu tidak salah. Kamu hanya akan menyusahkan saja.”
-Deg
Sungguh menusuk hati. Kata-kata Tenn tidak salah, tapi tidak seharusnya dikatakan secara terang-terangan kepada seorang gadis.
Dan tampaknya ada sebuah serangan kejutan yang nyaris mengenai kepala Tenn.
-Whooosh
Tenn dengan mudah menghindarinya. Saat Code Name: Mad Hatter dan Code Name: Cheshire Cat melihat ke arah benda yang mendarat di tanah itu, mereka tidak menyangka bahwa itu adalah sebuah sepatu.
Tenn menengok ke arah datangnnya lemparan sepatu itu. Itu datang dari arah belakangnya.
“Dasar orang tidak sopan!” teriak sosok itu.
Tenn memperhatikan siapa yang berani melempar sepatu ke arah dirinya, sang demon lord.
Sebelum itu, sistem milik Tenn langsung memberikan sebuah pesan.
__ADS_1
[Terdeteksi. Ada 2 kartu yang terdapat pada bagian dalam tubuh masing-masing karakter dongeng]
*****