
“Aku adalah Cheshire Cat yang agung. Kalian harus menjadi pelayanku.”
Tenn langsung mengambil kesimpulan begitu melihat sosok gadis itu.
“Bocah manja tidak tau diri rupanya.”
Tapi tampaknya hanya Tenn yang berpikir demikian. Code Name: Mad Hatter langsung berjalan dengan wajah tertunduk dan ekspresi datar. Dia menghampiri gadis itu.
Tanpa basa-basi, pemuda itu bertanya sekali lagi kepada sosok gadis di hadapannya sekarang.
“Kau Cheshire Cat?”
“Benar.”
“Kucing ajaib yang ada di kediaman Duchess dalam kisah Alice in Wonderland?”
“Benar. Aku Code Name: Cheshire Cat dari dongeng Alice in Wonderland, Mad Hatter.”
“...” pemuda itu terdiam dan mengangkat tangannya. Kemudian sesuatu yang tidak asing dilakukannya.
“Akhirnya rekan satu tim~Alice, dia adalah teman kita sekarang.”
“Hah?!” Tenn seperti tidak terima dengan pernyataan sepihak dan seenaknya dari Code Name: Mad Hatter, “Apanya yang rekan satu tim? Sejak kapan aku dan kamu menjadi rekan?!”
Akan tetapi, Tenn sudah diabaikan 100% oleh Code Name: Mad Hatter. Dia tidak mengindahkan protes yang dilayangkan oleh Tenn kepadanya dan menyambut gadis itu dengan sangat terbuka.
“Aku tau kalau kau adalah rekan satu tim. Dengar, teman satu dongeng adalah orang-orang yang bisa dipercaya.”
“Kamu punya pikiran yang sama denganku juga, Mad Hatter?!”
“Hmm?” Tenn semakin yakin ada yang salah dengan otak mereka.
Tampaknya parameter emosi demon lord satu ini sudah mencapai puncak.
Wajahnya berubah menjadi sangat buruk dan dia sudah bisa melihat kilauan cahaya di sekitar mereka berdua dengan background bunga-bunga dan glitter warna-warni menghiasi adegan drama tersebut.
__ADS_1
Sedangkan kedua pemain sumber emosi sang demon lord justru sibuk dengan percakapan masing-masing sambil bertukar pikiran.
“Hei, bagaimana kamu menemukan kami berdua?” tanya Code Name: Mad Hatter dengan nada sangat bersahabat.
“Aku bertanya pada sistemku pemain yang berasal dari kisah Alice in Wonderland dan dia mengarahkanku ke tempat ini.”
“Huwaaa~sistem milikmu pasti jenius seperti milikku, Cheshire!”
“Aku tau itu.”
Tenn sudah muak dan memilih untuk langsung menghentikan candaan tersebut.
“Oi! Hentikan omong kosong ini dan jawab aku. Apa maksudmu dengan menjadi pelayan, hah?! Sejak kapan orang asing seenaknya saja memerintah?” tanya Tenn dengan nada kesal.
Percakapan antara kedua pemain itu akhirnya berakhir dan gadis itu mendekati Tenn.
“Alice, aku ingin kamu dan Mad Hatter menjadi pelayanku dan memastikan bahwa aku bisa selamat dari sini.”
“Berapa usiamu?” tanya Tenn dengan nada dingin.
Tenn tersenyum sinis dan berkata, “Selamat nona, kamu sedang bicara dengan orang yang berusia 16 tahun sekarang.”
Di dalam hatinya, Tenn menambahkan sesuatu, “Meskipun aslinya usiaku sudah nyaris 3.000 tahun.”
Demon lord satu ini sadar bahwa gadis di hadapannya itu lemah, tidak bisa bertarung dan hanya bisa menghindar. Semua itu terlihat dari pakaiannya yang sangat bersih, tidak ada goresan dan tidak ada robekan dari pohon atau semak.
Tenn juga sadar dengan kemampuan gadis itu yang bisa menggunakan teleportasi dengan mudah dari satu tempat ke tempat lain yang memungkinkan dia untuk melarikan diri, itulah sebabnya dia masih terlihat begitu bersih.
Memaklumi hal itu, demon lord satu ini tidaklah begitu jahat. Meskipun aslinya cukup kejam. Tapi biarpun tidak jahat, Tenn sendiri tidak ada niat sedikitpun untuk membantu gadis itu.
Terlepas dari semua alasan dalam pikiran sang demon lord, dia sengaja memberikan jawaban seperti itu, dengan harapan gadis itu bisa sedikit menurunkan egonya.
Paling tidak, Tenn berharap gadis itu bisa bersikap layaknya seseorang yang hendak meminta tolong.
Yah, namanya perempuan. Sudah begitu remaja, jadi sangat sulit mengaturnya. Apalagi dia terlihat seperti berasal dari keluarga kaya. Sombong nomor satu, sopan bisa diletakkan di nomor-nomor lain.
__ADS_1
“Hanya lebih tua satu tahun tidak jadi masalah. Pokoknya aku cantik dan aku ingin kalian menjadi pelayanku!”
“Apa…katamu…barusan?”
Parameter Tenn sudah meledak sekarang dan dia tampaknya akan menelan gadis itu hidup-hidup.
“Dengar ya, alasan kenapa aku mencari kalian karena sistemku berkata bahwa pemain terkuat saat itu adalah Alice, Mad Hatter dan Queen of Heart. Sayangnya, lokasi Code Name: Queen of Heart tidak berada dalam jangkauanku jadi aku memilih untuk mencari kalian.”
Nama Queen of Heart menarik perhatian Code Name: Mad Hatter.
“Queen of Heart ada di sini!?”
“Benar. Ada, dia masih hidup dan sepertinya sudah hampir berhasil mengumpulkan kartu-kartu yang ada.” jawab gadis itu.
“Huwaa~Alice, dengar itu!” Code Name: Mad Hatter menjadi sangat antusias. Tetapi Tenn tidak seperti itu. Harapannya terhadap gadis itu pupus dan kekesalannya terpaksa dilampiaskan kepadanya.
Tanpa memedulikan hal lain, tangan Tenn langsung mencekik gadis itu dan menatapnya dengan tajam.
“Aaakh!!”
“Alice!” Code Name: Mad Hatter panik dan mencoba melepaskan tangan Tenn dari leher gadis itu. “Dia rekan kita, Alice!”
Dengan mata merah menyala, Tenn menatap Code Name: Mad Hatter, “Kamu yang menganggapnya rekan tapi aku tidak sama sekali.”
“Selain itu gadis kecil, aku harap kamu sadar dengan siapa kamu bicara. Aku bukanlah orang yang baik dan tidak akan segan mematahkan lehermu seperti yang aku lakukan pada Hansel beberapa waktu lalu.”
“Sebaiknya jaga sikapmu dan turunkan nada bicaramu itu.”
“Percaya atau tidak, aku bisa saja membunuhmu sebelum kamu mengedipkan matamu yang kecil dengan bulu mata lentik itu. Mengerti maksudku?”
Air mata dari gadis itu keluar dan saat Tenn melepaskan cekikannya, gadis itu langsung terjatuh dan syok. Begitu Code Name: Mad Hatter mencoba menenangkannya, gadis itu langsung mengeluarkan sifat aslinya.
“Hiks…huwaaa!! Mama! Aku benci kakak galak! Hiks, aku mau pulang! Aku tidak mau ada di sini! Hiks…aku mau ibu dan ayahku! Hiks, huwaaa!!”
Tangis kerasnya merupakan masalah lain untuk kedua pemuda itu sekarang.
__ADS_1
*****