Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 52. Alice dan Queen of Hearts bag. 4


__ADS_3

Ada sebuah kartu di meja yang membuat Tenn dan Code Name: Mad Hatter terbelalak.


“Mustahil, ada di sini?!”


Tenn melihat Code Name: Mad Hatter yang kebetulan ada di jarak yang lebih dekat dengan Code Name: Queen of Hearts.


“Dia hanya kekurangan “King of Spades” dan sekarang ada kartu picisan terakhir miliknya?! Bukankah itu berarti dia akan menjadi pemain pertama yang menyelesaikan permainan ini?!” kata Tenn dalam batin.


Pemilik kartu sedikit heran dengan ekspresi ini, “Apa ada kartu yang berguna untuk kalian?” tanyanya.


“Bukan milikku tapi milik si yandere itu.”


“Apa?” Code Name: Queen of Hearts melihat ke arah Code Name: Mad Hatter dan bertanya, “Kamu mengumpulkan suit yang sama denganku?”


“Aku hanya mengumpulkan satu yaitu “Spades” dan kebetulan sekali Queen yang agung memiliki kepingan terakhir.”


“Apa?!” Code Name: Queen of Hearts terkejut mendengarnya.


Ada dua kartu suit “Spades” yang dimiliki oleh Code Name: Queen of Hearts yaitu “King of Spades” dan “Jack of Spades” serta empat kartu suit “Diamonds” mulai dari “King of Diamonds” sampai “Ace of Diamonds”. Yang tidak ada hanya “Diamond 10” di sana.


Setelah itu, Tenn menunjukkan kartu yang dimiliki olehnya. Memang tidak ada kartu yang menjadi incaran dari Code Name: Queen of Hearts, namun dengan begini pemuda itu tau bahwa Tenn mengumpulkan tiga suit yang tidak main-main.


“Hanya tinggal “Ace of Hearts” rupanya.” gumam pemuda itu.


“Benar. Setidaknya kamu dan aku sudah tau masing-masing. Kalau begitu, silahkan bawa gadis itu bersamamu. Dia juga tidak banyak berguna di sini.”


“Hah?” Code Name: Queen of Hearts terkejut dengan sikap acuh dari Tenn. Rasanya dia sama sekali tidak keberatan dengan apa yang akan dilakukannya terhadap gadis itu.


Sementara itu, para gadis mulai merasa bahwa berada di sana akan membuat otak mereka menjadi gila.


Code Name: Cheshire Cat tidak pernah menyangka bahwa orang yang dicarinya menurut arahan sistem adalah sekawanan orang-orang berhati dingin yang tidak mengalami perubahan apapun setelah membunuh orang lain.


Dia berdiri dengan kaki gemetar dan berteriak. Tidak, lebih tepatnya membentak mereka semua.


“Kenapa kalian bisa seperti itu?! Kalian baru saja membunuh orang lain!”


Sontak bentakan itu menciptakan sebuah perhatian khusus dari para pemuda yang memiliki hati yang luas seluas samudera tersebut.


“Memang ada yang salah? Memang seperti ini kan permainannya. Membunuh atau dibunuh, memang salah?” tanya Tenn dengan santai. Sungguh besar sekali hati demon lord satu ini.

__ADS_1


Tapi jawaban itu tidak memuaskan untuk Code Name: Cheshire Cat yang jelas-jelas menjadi orang yang datang dan memohon bantuan mereka di awal.


“Aku tidak suka melihat itu! Kalian membunuh orang lain, apa kalian sadar hal itu?!”


“Kalau begitu, bagaimana caranya kamu bisa selamat di level 0?” tanya Tenn.


“Eh?”


Tenn menatap gadis itu dengan wajah datar namun penuh dengan tatapan intimidasi. Seperti seekor hewan buas yang akan menerkam mangsanya.


“Aku tidak tau apakah tiap pemain memiliki cara lolos yang berbeda denganku, tapi untuk bisa lolos dari level sebelumnya, aku harus membunuh 88 pemain dan menjadi satu-satunya yang hidup.”


“Sekarang, bagaimana kamu bisa hidup di level 0? Aku tidak percaya jika semua itu adalah faktor keberuntungan saja.”


Code Name: Cheshire Cat hanya bisa gemetar. Sampai akhirnya dia yang tadinya ingin menjawab jadi menangis dan akhirnya Alice kecil yang berdiri dan membentak ketiganya.


“Monster! Iblis! Bagaimana bisa melakukan hal sekeji itu?! Aku sudah duga kalau kalian itu penjahat!”


“Dia, pria itu dan gadis yang mati itu adalah orang yang menyusup ke kastil hati dan sekarang saat temannya mati, dia masih bisa bersikap santai!”


“Kalian memang tidak punya hati?!”


“Kyaa! Lepaskan aku! Jangan menjambak rambutku, lepaskan aku?!”


“Alice!”


“Alice? Alice?!”


Code Name: Cheshire Cat berteriak namun tidak sanggup berdiri sedangkan teriakan satu lagi berasal dari Code Name: Mad Hatter yang panik.


Tenn menyeret gadis itu dan melemparnya hingga jatuh ke hadapan Code Name: Queen of Hearts.


-Bruuuk!


“Kyaaaa!”


Dengan tatapan dingin, Tenn berkata pada pemuda itu, “Itu, bawa dia sana. Gadis menyebalkan yang berisik dan tidak membawa kartu yang aku cari hanya akan menjadi beban.”


“Aku tidak yakin tapi koyak saja tubuhnya dan coba lihat apakah itu kartu yang kamu inginkan atau bukan.”

__ADS_1


Sebenarnya Tenn sudah tau jenis kartunya, namun dia tidak bisa membocorkannya karena sejauh yang ditemui olehnya, hampir semua sistem pemain tidak bisa mendeteksi kartu apa yang ada di tempat dan lokasi tertentu.


Gadis kecil itu terlihat begitu takut sambil menahan sakit. Dia melihat ke arah Code Name: Queen of Hearts dengan ekspresi takut.


“Itu incaranmu, kan? Kamu tidak punya “Ace of Hearts” yang aku inginkan jadi sebaiknya bawa itu.”


“Tadinya aku ingin mendengarkan ceritamu tentang kastil hati. Tapi berhubung perasaanku sudah mulai kesal jadi aku memutuskan untuk menyudahi semua ini.”


Code Name: Queen of Hearts tidak habis pikir dengan hasil yang didapatkannya.


“Tidak aku sangka bisa mendapatkan tokoh dongeng ini dengan mudah. Meskipun Peter harus mati sebelum mendapatkannya, tapi sejak awal aku juga tidak banyak berharap pada gadis itu.”


“Setidaknya sekarang aku bisa melihat apa yang ada di dalam tubuh anak ini. Aku harap itu adalah picisan terakhir dari kartu yang aku cari.”


Saat baru ingin memasang ancang-ancang untuk bangun dan mendekati gadis kecil yang mundur dengan rasa takut, Code Name: Mad Hatter mencegahnya.


“Queen, jangan bunuh Alice!”


“...!!!”


Dalam batin Tenn, dia berteriak, “Si bodoh itu, kenapa bertingkah sok heroik lagi? Sudah bagus anak cerewet disingkirkan.”


Bersamaan dengan itu, tiba-tiba ada sebuah notifikasi dari sistem miliknya.


[Perhatian. Peringatan untuk Code Name: Alice]


“Hah?”


[Sistem AL1 merasa tidak senang dengan tindakan kejam dan kasar yang dilakukan oleh Code Name: Alice pada karakter dongeng Alice Liddell]


[Sistem AL1 akan mengadukan tindakan kejam yang dialami oleh karakter dongeng Alice Liddell kepada Admin Wonder]


“Apa? Mengadu katamu?!”


[Sistem sedang dalam tingkat emosi mencapai 70%. Kemungkinan terburuk yang akan dialami oleh Code Name: Alice jika sampai sistem merajuk kembali adalah tidak adanya bantuan sampai level 1 selesai]


“Orang gila! Kenapa jadi dia yang sakit hati?! Apa yang terjadi di sini?!”


Adanya algoritma tidak normal milik sistem Tenn membuatnya semakin ingin mengutuk sistemnya sendiri.

__ADS_1


*****


__ADS_2