
Selamat datang kembali di pesta teh milik Code Name: Mad Hatter. Situasi tegang yang nyaris memakan dua korban berhasil dihindari.
Lebih banyak kue dan coklat di meja, muffin coklat dengan balutan krim strawberry hasil perubahan mayat burung merah muda sebelumnya menyebarkan aroma manis yang wangi di sana.
Tenn duduk tanpa menyentuh apapun di meja, tapi Code Name: Mad Hatter menyuguhkan banyak kue coklat dan blueberry kepada dua gadis di dekatnya.
“Alice~ini black forest dengan coklat krispi di dalamnya. Ayo dicoba.”
“Cheshire~ini ada eclair dan puding untuk menemani. Jangan lupa dimakan ya~”
Sungguh pelayanan terbaik dari pemuda blasteran pecinta dongeng Lewis Carroll. Seperti melihat sosok idola, dia memperlakukan Alice kecil dengan sangat baik. Seperti… ratu? Atau putri raja? Sama saja. Intinya dia sangat mengagungkan gadis kecil itu.
Tidak lupa juga dia mengagungkan Alice dewasa yang duduk tanpa menyentuh apapun. Dengan membawa teko dan menuangkan teh ke cangkir di depannya, Code Name: Mad Hatter berkata, “Alice, ayo kau juga minum ini. Aku membuatnya khusus untukmu, kau tau.”
Namun, nada ketus keluar dari mulutnya.
“Mau sampai kapan terus bermain pesta minum teh bersama dua gadis menyebalkan di sana? Kalau kamu masih ingin menganggap mereka sebagai rekan, silahkan. Aku memilih pergi dari sini.”
“Eh?”
“Aku akan menemukan “Ace of Hearts” sendiri dan keluar dari tempat menyebalkan ini. Terima kasih untuk semuanya, Hatter. Selamat menikmati pestanya.”
Code Name: Mad Hatter langsung meletakkan tekonya ke meja dan saat Tenn berdiri dia langsung menahannya.
“Jangan begitu padaku, Alice! Kita teman, kan? Aku tidak ingin kita terpisah. Cheshire juga sudah ada. Hanya tinggal sedikit lagi rekan kita bisa berkumpul semua. Ayolah, aku akan berguna untukmu.”
“Benarkah?”
“Setidaknya, kau tidak akan kelaparan dan memikirkan pakaian kotor.”
“...”
Tidak salah juga sebenarnya kalimat pemuda itu. Tenn harus sadar bahwa pakaian berlumpurnya waktu itu bersih seketika karena bantuan Code Name: Mad Hatter.
Keuntungan lain yaitu kemampuan bawaan user pemuda itu lebih kuat dari rata-rata pemain. Bahkan Code Name: Hansel dan Code Name: Gretel yang sebelumnya dianggap cukup kuat juga masih tidak ada apa-apanya.
Sementara itu, Alice kecil tidak tau apa yang sedang dibahas oleh kedua pemuda itu. Yang jelas, dia benci pada pemuda yang memiliki nama Alice itu.
“Iblis!” itulah yang ada di pikirannya.
Terbesit dalam benak gadis itu untuk bertanya pada Code Name: Cheshire Cat di sampingnya.
“Cheshire Cat, sebenarnya siapa dia? Kartu apa yang dicarinya itu dan kenapa kalian seperti sedang mencari sesuatu yang begitu penting?”
Code Name: Cheshire Cat tidak bisa menjawab karena dia sendiri masih terlalu takut untuk itu.
Kembali ke tempat Tenn yang ditahan oleh Code Name: Mad Hatter sekarang, dia terlihat begitu serius dan kuat menahan tangan Tenn.
“Pokoknya jangan tinggalkan aku sendiri!”
__ADS_1
Mata penuh keseriusan itu adalah sebuah keinginan kuat dari seorang Code Name: Mad Hatter. Sudah begitu, dia dengan ramahnya memunculkan chocolate fountain di tengah-tengah meja makan.
“Ini persembahan terbaik untuk Alice!”
Tentu saja kedua gadis yang sedang duduk terkejut. Siapa yang tidak kaget melihat mangkok bertingkat dengan coklat cair lezat tiba-tiba muncul dan melenyapkan semua hidangan kue dan manisan lain.
“Apa ini?! Kemana kue di piringku?!” teriak Alice kecil.
“Mad Hatter?!” Code Name: Cheshire Cat memanggil Code Name: Mad Hatter. Namun pemuda itu tidak menghiraukannya.
“Ini spesial untukmu, Alice. Kau suka coklat, kan?”
Siapa yang bilang demon lord satu itu menyukai coklat? Pasti ada yang melaporkannya.
Sejenak itu mungkin yang ada di benak semua yang ada di sana termasuk Tenn sendiri.
“Hah? Aku apa? Suka coklat? Informasi dari mana itu?” begitulah dalam pikiran Tenn. Tapi akhirnya dia sadar bahwa sebelumnya dia sudah memerintahkan sistemnya untuk memalsukan semua informasi tentang dirinya.
Meskipun begitu, sebenarnya Tenn memang pecinta manis jadi dia sendiri bingung kenapa hanya informasi itu saja yang benar. Ekspresi wajah heran bercampur kesal terlihat.
“Aku semakin percaya sistem punya dendam pribadi padaku. Bisa-bisanya ada informasi jujur yang terbaca oleh orang lain” gerutunya dalam hati.
Sedikit bocoran bahwa sesungguhnya Code Name: Mad Hatter itu hanya mengira-ngira saja sejak dia adalah penggemar nomor 1 dari tokoh 'Alice' jadi anggap saja dia bisa menebaknya dengan beruntung. Tenn tidak tau hal ini.
Gadis kecil bernama Alice langsung berjalan mendekati kedua pemuda itu dan menarik pakaian Code Name: Mad Hatter.
“Ada apa?” tanya Code Name: Mad Hatter yang melihat ke arah Alice kecil.
Pertanyaan bodoh, itulah yang mewakili semua keraguan Alice kecil. Pemuda itu melepaskan genggaman tangannya dari lengan Tenn dan tersenyum lembut sambil berlutut.
“Aku sangat menyukai Alice dan aku bukan musuhmu.”
“...” Alice kecil terlihat jijik sekarang dan Tenn tidak kalah jijiknya dari Alice Liddell.
Saat Tenn mencoba berjalan menjauhi meja penuh makanan manis dan aroma coklat, dia melihat langit dan sekitar tempat itu.
“Batas permainan memang tidak ada, tapi jumlah pemain pasti terus berkurang.”
“Berada di sini dan terjebak bersama sekumpulan orang gila akan membuatku ikut gila. Pergi dari sini adalah pilihan terbaik!”
Tenn melihat Code Name: Mad Hatter dan berkata, “Hatter, cukup bersikap seperti nona-nona tidak jelas. Kita pergi dari sini dan selesaikan permainan.”
“Aku tidak ingin terjebak dengan kegilaan ini dan aku tidak mau berurusan dengan anak itu. Kamu masih mau ikut denganku atau ingin menampung mereka?”
Code Name: Cheshire Cat langsung berdiri dan terlihat panik, “Kamu mau pergi?! Tapi aku ingin kamu berada di sisiku bersama Mad Hatter dan melindungiku! Kemampuanku bisa membantu!”
“Kenapa aku harus mendengarkanmu?” tanya Tenn dengan ketus.
“Aku…aku ingin pulang!”
__ADS_1
Jawaban sangat sederhana yang keluar penuh dengan rasa takut. Gadis itu berjalan mendekati Tenn dan saat dia berada di dekatnya, gadis itu menangis.
“Aku mohon…aku tidak memiliki apapun untuk ditawarkan. Aku minta maaf sudah menyinggungmu tadi. Tapi…aku tidak ingin sendirian. Hiks…aku mohon.”
“...” Tenn tidak memperlihatkan perasaan iba sedikitpun.
Namanya demon lord, hanya memikirkan kesenangan dan benci hal merepotkan. Kalau bisa mudah, kenapa harus repot?
Saat Tenn hendak membuka mulutnya untuk bicara, ada sebuah suara yang mendekat. Ekspresi Tenn langsung berubah ke arah depannya.
Itu adalah sisi dimana Alice kecil datang.
Mata merah Tenn langsung menyala dan dengan demon eye miliknya dia melihat dua sosok yang mendekat.
“Oi, Hatter…”
“Ya, Alice?”
“Jangan buang-buang waktu. Batalkan kemampuanmu. Kita kedatangan tamu tak diundang yang lebih menyusahkan dari gadis kecil sialan itu.”
“Aku mengerti, Alice.”
Code Name: Mad Hatter membatalkan semua kemampuan usernya dan seketika semua tempat itu kembali seperti sedia kala.
Saat menengok ke sisi samping di depannya, Alice kecil terkejut dan berteriak melihat mayat burung flamingo itu kembali.
“Kyaaa!”
Di tempat itu juga banyak pohon-pohon yang patah dan jejak besar seperti kaki raksasa yang tertutup beberapa pohon. Itu milik para kambing raksasa yang melewati tempat itu.
Tempat itu adalah tempat dimana Tenn dan Code Name: Mad Hatter bertemu dengan Code Name: Cheshire Cat pertama kali.
“Apa…apa yang terjadi?!”
Alice kecil menggenggam pakaian Code Name: Mad Hatter dengan kuat dan gemetar penuh takut.
“Ini adalah kemampuanku, Alice. Menakjubkan, kan?” ucapnya penuh senyum.
Dari sini, Alice kecil sadar bahwa dia sedang menggenggam monster juga. Dan monster lainnya akhirnya tiba.
“Mereka tiba.” gumam Tenn dengan ekspresi tidak senang.
Begitu sampai, keempat orang itu bertemu dengan dua orang pasangan laki-laki dan perempuan yang membawa tombak.
Tenn berjalan sedikit mendekat dan memasang ekspresi tidak ramah sama sekali. Kedua tangannya sudah mulai menumbuhkan kuku yang panjang sedikit demi sedikit.
“Sistem, aku butuh informasi mereka.”
Kisah selanjutnya akan menunggu.
__ADS_1
*****