Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land
Chapter 44. Alice Liddell dan Code Name: Alice bag. 1


__ADS_3

Saat ditanya, sistem menjawab pertanyaan Tenn dan tampaknya semua jawaban itu mengubah semua situasi di tempat tersebut.


[Gadis kecil itu adalah Alice Liddell dalam cerita Alice in Wonderland karangan Lewis Caroll]


[Burung flamingo itu adalah The Flamingo dalam cerita Alice in Wonderland karangan Lewis Caroll]


Tenn terkejut dengan jawaban dari sistem miliknya.


“Alice Liddell dan…The Flamingo katamu…”


Ketiga pemain itu akhirnya bertemu dengan tokoh utama dalam kisah dongeng yang mereka perankan.


Mendengar kalimat Tenn, Code Name: Mad Hatter langsung berubah.


“Tadi…kau bilang dia siapa, Alice?”


“Gadis itu adalah Alice Liddell. Alice Liddell yang asli karangan Lewis Caroll dan burung tidak sopan di sana adalah The Flamingo.”


“Alice…Liddell. Alice in Wonderland yang asli…”


Code Name: Mad Hatter langsung menghampiri gadis kecil itu dan melihatnya dengan ekspresi serius. Mata dingin itu seperti akan menusuk Alice kecil.


“Apa?” gadis kecil itu ketakutan.


“Kau…benar Alice Liddell?”


“Be–benar. Kenapa?”


Tidak lama setelah itu, Code Name: Mad Hatter berlutut di depan gadis itu dan berkata, “My Angel!”


“Eh?”


“Hmm?” Tenn langsung membuat nada heran dengan wajah syok.


Code Name: Cheshire Cat sendiri tidak tau harus bagaimana menghadapi situasi ini. Yang jelas, di dekatnya sekarang, ada seorang pemuda yang terlihat seperti lolicon.


“My Angel,  akhirnya aku bisa bertemu denganmu sungguhan!”


“Apa? Apa yang kamu maksud? Memang kita saling kenal?”


“Oh, Alice…kita memang tidak pernah mengenal tapi dunia mengetahui siapa kau. You’re Angel!”

__ADS_1


Tenn ingin sekali melempar semua kue di meja ke arah si mesum yandere satu itu. Tapi, dia memutuskan untuk menghentikannya dan kembali ke topik paling penting.


“Hatter, hentikan itu! Kamu tidak lupa apa yang dikatakan oleh sistemku? Memangnya sistem milikmu tidak mengatakan apapun?”


Pemuda itu menjawab, “Aku sudah dengar dari sistem tapi aku tidak percaya karena terlalu mustahil untuk bertemu dengan Alice di sini. Tidak kusangka sistem benar setelah kau mengatakannya, Alice.”


Mendengar namanya seolah disebut, gadis kecil itu melihat Tenn dengan ekspresi bingung dan kesal.


“Hei, kenapa dia memanggilmu Alice juga? Alice itu namaku!” gerutunya.


“Maaf saja gadis menyebalkan, Alice juga namaku di sini. Dan orang mesum di depanmu itu adalah Mad Hatter. Sedangkan gadis yang kujuluki beban tim itu adalah Cheshire Cat.”


Betapa terkejutnya gadis kecil bernama Alice itu mendengar ucapan pemuda yang nyaris terkena lemparan sepatunya tadi.


“Apa! Mad Hatter dan Cheshire Cat?! Kalian Mad Hatter dan Cheshire Cat sungguhan?!”


“Tapi Mad Hatter yang aku temui itu pendek dan tua sedangkan kucing milik Dutchess itu gemuk dengan senyum lebar mengerikan!”


Tenn tidak mau memedulikan hal tidak penting itu. Yang dia ingin dengar adalah kartu yang dibawa oleh dua tokoh dongeng di sana.


Dengan merogoh saku celana dan mengambil salah satu kartu yang dimilikinya, Tenn menunjukkannya kepada sang tokoh dongeng.


“Gadis menyebalkan, tergantung dari jawabanmu, aku bisa saja membuatmu tetap bernapas di sana atau terbaring tak bernyawa di tanah.”


Gadis kecil itu bingung dengan maksud kalimatnya dan terlihat masih sedikit menanggapi ucapan Tenn dengan nada kesal.


“Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan! Aku tidak suka nada bicara dan kalimat itu!”


“Hah?”


“Aku tidak mau menjawab!”


Tenn tidak menghabiskan meteran emosinya dengan percuma. Dengan sebuah pisau makan yang ada di dekatnya, Tenn langsung meleparnya ke arah gadis itu.


Dengan akurat, pisau itu mendarat tepat di depan mejanya.


-Jleeb


“Kyaaa!” gadis kecil itu bangun dengan cepat sampai kursinya jatuh dan piring di tangannya pecah ke tanah.


Kue yang sedang dinikmati dan cangkir kecil berisi teh di depan mejanya tumpah mengotori taplak meja berwarna putih bercorak emas dan merah muda milik Code Name: Mad Hatter.

__ADS_1


Tenn mengambil kembali garpu di dekatnya dan menatap gadis kecil itu dengan sinis seperti akan membunuhnya sekarang.


“Aku sedang tidak ingin bercanda dan meladeni sikap sok manja darimu. Katakan, punya kartu seperti yang kupegang ini atau tidak?”


Gadis itu langsung pucat. Dia mundur beberapa langkah menjauhi meja makan itu dan…


-Whoosh


-Jleeb


Garpu itu langsung mendarat tepat di depan kakinya. Lemparan Tenn benar-benar memberikan efek menakutkan. Bahkan kedua pemain lain sampai tidak bisa bicara dibuatnya.


Hanya The Flamingo yang masih bisa makan dengan santai tanpa rasa bersalah. Ternyata hal itu juga tidak luput dari sang demon lord.


-Jleeeb


“Kook!” burung itu langsung teriak begitu ada sebuah pisau makan mendarat di atas kue pie yang sedang dimakannya.


Tenn tidak memberikan sedikitpun celah untuk kedua karakter dongeng itu bergerak.


“Kamu akan mati jika bergerak dari sana dan mencoba kabur, burung sial. Aku yakin kamu mengerti bahasa manusia, kan? Diam dan jangan buat kepalamu pergi dari tempatnya.” ancam Tenn.


Gadis kecil bernama Alice Liddell mengingat kembali kenapa dia bisa melarikan diri sampai ke hutan.


“Kamu…sama jahatnya seperti mereka itu ya!”


“Mereka yang membunuh Queen of Hearts dan semua penghuni kastil hati!”


Kalimat itu membuat ketiga pemain sedikit tersentak.


“Kastil…hati katamu?”


**


Di tempat lain, dua orang pemain berjalan menuju hutan lebih dalam.


“Kita berhasil mendapatkan satu kartu suit “Clovers”, Queen. Apa kamu tidak mau menyimpannya?”


“Tidak. Aku mencari suit “Diamonds” karena hanya tinggal “Diamonds 10” yang kurang di tanganku. Sekarang, tinggal menemukan kedua tokoh dongeng itu dan memastikan kartu yang ada pada tubuh mereka.”


Dalam waktu dekat, akan ada panggung lain yang menunggu. Tapi untuk saat ini, kedua Alice sedang bersitegang satu sama lain.

__ADS_1


*****


__ADS_2